Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Membeli Golok


__ADS_3

Alex berhenti di toko perkakas milik Dewan Kota Milles. Dwarf wanita yang menjaga Toko langsung tersenyum hangat.


“Bos Alex, ada yang bisa kubantu?” sapa Dwarf wanita itu sembari menatap Sarah yang digendong Alex. “Wah, si cantik ini ternyata sudah Sekolah, ya?” Dia menyapa Sarah.


“Iya, Aku tadi mendapatkan nilai paling tinggi di kelas,” sahut Sarah dengan bangga.


“Kamu pintar sekali?” Dwarf wanita itu berpura-pura terkejut untuk menyenangkan hati Sarah.


Alex tersenyum lebar dan berkata, “Aku ingin membeli Golok yang dapat memotong tulang Monster tingkat 10.”


Dia berencana akan menggunakan Golok itu bila ada yang tiba-tiba menyerang Restorannya, karena bila ia menggunakan Pedang Meteor maka dirinya mudah dikenali sebagai Pangeran Alex Acherron.


Damian sudah membuktikannya, hanya dengan melihat Pedang Meteor saja, ia tahu sosok yang ada di hadapannya adalah sang Pangeran termuda Kekaisaran Hazel tersebut.


Dwarf wanita itu mengambil Lima Golok yang panjangnya mulai dari 30 Cm hingga 45 Cm. “Bilahnya cukup tebal dan terbuat dari bijih besi pilihan yang diimpor langsung dari tambang bijih besi di Kerajaan Iblis.”


Sarah tampak tertarik ingin memiliki Golok itu, tetapi ia sadar kalau ayahnya pasti melarangnya memiliki benda tajam itu dan Alex juga sudah membelikannya Pedang Kayu yang terbuat dari Kayu Besi yang cukup kuat atau tidak mudah patah walaupun dihantam oleh Kekuatan Pendekar tingkat 5.


“Aku beli Golok yang ini saja,” kata Alex mengambil Golok berukuran 35 Cm. “Berapa harganya?”


“1200 Koin Perak!” sahut Dwarf wanita itu.


“Mahal juga,” pikir Alex. Namun, ia tetap mengeluarkan uang Dua Koin Emas.


Dwarf wanita itu memberikan kembalian 800 Koin Perak, kemudian Alex dan Sarah langsung kembali ke Restoran.


Sarah tercengang karena ada Dua Kakak wanita cantik lagi di Restoran, matanya berbinar-binar saat menatap Tanduk di kepala Lilith serta Ekor Naga Eva.


“Muehehe ....” Sarah tertawa dan berjalan ke arah Eva, kemudian memegang Ekornya dan mengelus-elusnya ke wajahnya.


"Akhhhhhhhhhhhh!”

__ADS_1


Eva malah mengeluarkan suara men.de.sah yang membuat Alex mengerutkan keningnya dan berjalan ke arah dapur sembari berpura-pura tidak mendengar suara yang membuat pikirannya berkelana tersebut.


“Bos kecil... tidak boleh memegang ekor Kak Eva dengan tiba-tiba. Itu adalah bagian tubuh sensitifnya, termasuk Tanduk Kak Lilith juga,” kata Hannah menegur Sarah.


“Ta-tapi Aku suka dengan Ekor Kakak Naga cantik,” sahut Sarah dengan ekspresi wajah sedih. “Apakah Ekorku juga tumbuh saat Aku setinggi Kakak Naga?” tanyanya penasaran.


“Kita adalah Elf yang memiliki bagian tubuh yang unik pada telinga yang runcing, sedangkan untuk Naga... mereka memiliki ekor atau bisa berubah wujud menjadi Naga Raksasa yang bisa terbang,” sahut Elenna.


“Ooo, begitu!” Sarah menganggukkan kepala. “Sebenarnya aku sudah tahu itu, bahkan ciri-ciri semua Ras di Benua Grandland juga, karena itu yang kami pelajari tadi di Sekolah Harapan ha-ha-ha ....” Dia tertawa terkekeh-kekeh dan hendak kabur ke lantai atas, tetapi Elenna menangkapnya lebih dulu.


“Kecil-kecil sudah nakal, ya?” Elenna menggelitik Sarah yang membuat suara tawanya menggema di seluruh ruangan Restoran.


Eva dan Lilith juga ikut menggelitik Sarah, keduanya sangat senang ternyata Putri pemilik Restoran sangat lucu dan menggemaskan.


Di dapur Restoran, Alex sedang sibuk mengasah Goloknya hingga menjadi tajam.


Tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan Pukul 12.01. Pelanggan Restoran Sarah mulai berdatangan untuk makan siang, sama seperti tadi pagi—dalam waktu beberapa menit saja, Restoran langsung penuh.


Walaupun Sarah sibuk mengumpulkan uang dan memberikan kembalian pada Pelanggan, Dia tetap terlihat bersemangat dan kadang-kadang memarahi Pelanggan yang mencoba menipunya. Pelanggan itu tercengang, Sarah sangat hebat dalam perkalian dan yang lebih mengintimidasi adalah Elemen Petir yang muncul di kepalan tangannya.


Menjelang malam, tak ada lagi Pelanggan yang datang ke Restoran. Alex kemudian menyuruh Hannah membawa Ketiga Karyawan barunya pergi ke rumah Irina untuk dibuatkan Pakaian kerja mereka, termasuk Pakaian Koki untuk Hannah juga.


Sarah tidak ikut dengan mereka, karena Alex khawatir antek-antek Mordor mengintai Sarah dan kemudian menculiknya.


Sarah menyibukkan diri menghitung pendapatan mereka hari ini. Dia memisahkan Koin Emas dan Koin Perak, kemudian mencatat jumlahnya ke dalam buku.


Kereta Kuda mewah tiba-tiba memasuki halaman Restoran, mata Sarah langsung berbinar-binar dan segera berdiri di pintu.


Pria tua berbadan tegap turun dari kereta kuda. Dia langsung tersenyum hangat menatap Sarah.


“Selamat datang di Restoran Sarah!” sapa Sarah juga tersenyum menyambut Pelanggan itu.

__ADS_1


“Kita bertemu lagi cantik!” sahut Pria tua itu.


“Lord Michael?” gumam Alex terkejut melihat Pemimpin Kota Perdamaian itu tiba-tiba mendatangi Restorannya.


Alex berhenti mencuci piring, ia kemudian menghampiri Lord Michael yang duduk di dekat Kasir bersama Pendekar tingkat 9 yang merupakan Pengawal pribadinya.


Lord Michael membuka daftar menu, sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis. Dia tidak menyangka seorang Pangeran yang biasanya sangat dimanja dan semua kebutuhannya telah disediakan oleh pelayan istana itu akan sangat hebat dalam menciptakan makanan baru.


Lord Michael menutup daftar menu dan tersenyum tipis menatap Alex. “Rendang dan nasinya setengah piring saja,” katanya sembari menatap Pengawal pribadinya. “Kau pesan apa, Jonathan?”


“Nasi Goreng,” sahut Pria yang terlihat berusia Empat Puluhan tahun itu.


“Baik, tunggu sebentar Lord Michael dan tuan Jonathan,” sahut Alex tersenyum tipis dan bergegas ke dapur.


Saat Alex sedang memasak Nasi Goreng, Lord Michael berbincang-bincang dengan Sarah.


Alex kemudian datang membawakan makanan yang dipesan oleh Lord Michael dan Jonathan. Dia juga menyuruh Sarah untuk bermain boneka di kamar karena sebentar lagi akan malam, dirinya sendiri sudah cukup untuk menjaga Restoran karena pelanggan mulai muncul lagi paling cepat Pukul Tujuh malam.


Lord Michael menghela napas panjang setelah selesai menghabiskan makanannya. Dia adalah Pelanggan Pertama yang tidak menitikkan air mata saat menyantap Rendang, tetapi dari ekspresi wajahnya itu sepertinya ia juga teringat dengan kenangan indah yang hampir ia lupakan.


“Tadi malam, Seratus penduduk di wilayah timur tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan Aku curiga itu ulah Mordor,” kata Lord Michael sembari menatap Alex yang duduk di tempat Kasir.


Alex bingung kenapa Pemimpin Kota Perdamaian malah melapor padanya? Padahal itu adalah tugasnya untuk mengusut tuntas kasus tersebut.


“Kejadian serupa juga terjadi di Kerajaan Iblis saat Mordor melewati sebuah Desa kata seorang saksi mata yang lolos dari pembantai yang dilakukannya itu,” kata Lord Michael menghela napas dalam-dalam. “Kata Saksi mata itu, Mordor mencekik leher Iblis-Iblis di Desa itu dan tubuh mereka langsung menyusut hingga meninggalkan kulit dan kerangka saja.”


...***...


Gambar Ras Orc (Sumber Pinterest)


__ADS_1


__ADS_2