Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Lelang Mie Aceh


__ADS_3

”Bos Alex, jangan lama-lama berdiri di sana? Kapan Anda memasak mie Aceh itu untukku!” Ron menegur Alex yang sedang asyik memandangi Sarah yang sedang melahap makanannya.


“Betul, Aku juga ingin memesan mie Aceh varian kering seperti punya Bos kecil!”


“Aku akan memesan varian basah saja,” sahut Pelanggan Restoran Sarah lainnya.


“Iya ... iya ... Aku akan memasakkan pesanan kalian,” keluh Alex sedikit kesal keasikannya memandangi ekspresi lucu putrinya dibuyarkan oleh Ron. ”Tapi untuk hari ini, Aku hanya bisa memasak Sepuluh porsi saja.”


Alex hanya mempunyai sedikit stok mie kuning yang digunakan pada mie Aceh di tempat penyimpanannya. Bila Restoran Sarah memasukkan mie Aceh ke dalam daftar menu, maka Alex harus membuat stok mie kuning dalam jumlah banyak.


”Yang jelas Aku telah memesan tiga porsi lebih dulu, jadi jangan ada yang mencoba merebut pesananku!” ancam Ron—menatap para Pelanggan yang semuanya bukan dari anggota keluarga Tujuh Pengusaha, makanya ia berani mengancam orang-orang kaya tersebut.


“Bos Alex aku memesan varian basah!” seru gadis Orc mengangkat tangannya sebelum yang lain berkata lebih dulu. Kalau Ron sudah memesan tiga varian mie Aceh, maka masih ada Lima porsi lagi setelah dikurangi Dua orang yang memesan setelah Ron. ”Aku akan membayar Satu Koin Emas,” katanya lagi tiba-tiba menaikkan harga.


”A-aku juga! Aku membayar Dua Koin Emas!” seru gadis Beasthuman Suku Kera ikut menaikkan harga.


”Sial! Aku memesan Dua!” seru Pemuda tampan yang datang bersama kekasihnya. ”Aku akan membayar Lima Koin Emas!” katanya lagi.


Sudut bibir Alex langsung memancarkan senyuman cerah dan tidak menyangka akan panen besar. Dia tidak sabar mendengar harga porsi terakhir yang belum ada memesannya, mungkinkah akan melebihi Lima Koin Emas? Karena para pelanggan menawar harga semakin melonjak naik.

__ADS_1


Para pelanggan tampak ragu memesan porsi terakhir mie Aceh itu. Mungkin mereka merasa tidak sepadan menghabiskan beberapa Koin Emas untuk makanan yang sebenarnya hanya bernilai 100 Koin Perak saja, apalagi makanan itu akan masuk ke dalam daftar menu Restoran Sarah mulai besok.


“Se-sepuluh Koin Emas!”


Gadis remaja Ras Iblis berseru dari teras Restoran Sarah, tempat para Ras Iblis duduk.


Semua mata tertuju pada remaja Iblis itu, ia terlihat biasa-biasa saja. Namun, siapa sangka, ternyata ia memiliki banyak uang.


“Baiklah, Lilith! Catat pesanan pelanggan dan jangan lupa tulis juga nominalnya agar mereka membayar sesuai dengan yang mereka tawarkan tadi,” kata Alex sembari berjalan dengan senyum cerah menuju dapur.


“Baik Bos,” sahut Lilith sembari menghampiri remaja Iblis itu. “Kenapa Kamu tidak memesan mie Aceh itu besok saja? Harganya pasti jauh lebih murah,” bisik Lilith kasihan remaja Iblis itu menghabiskan 10 Koin Emas hanya untuk sepiring mie Aceh saja.10 Koin Emas itu setara dengan Sepuluh kali upah minimum Kota Perdamaian atau gaji sepuluh bulan.


“Tidak apa-apa, itu sepadan karena dimasak langsung oleh Koki Legendaris Pangeran Alex Acherron,” sahut remaja Iblis itu dengan wajah memerah.


Alex menggunakan Kekuatan yang sama dengan Dewa misterius itu saat menghadapi Organisasi Hercules yang bersekutu dengan Kesatria Suci dari seberang lautan. Hanya dalam sekejap saja, para pemuja Alex langsung menjamur di seluruh Benua Grandland dan sebagian besar dari mereka tentunya adalah gadis-gadis muda.


“Nanti sore Aku akan pulang ke Ibukota Kerajaan Iblis, sehingga besok Aku tidak akan dapat kemari lagi untuk menikmati makanan lezat Restoran Sarah.”


Remaja Iblis itu tiba-tiba terlihat sedih, sepertinya orangtuanya telah menyuruhnya pulang karena Kerajaan Iblis sudah damai kembali dan dia juga mungkin berasal dari keluarga bangsawan, makanya uangnya banyak.

__ADS_1


“Oh, baiklah, tunggu sebentar ... Aku akan meminta Bos Alex akan memasakkan mie Aceh untukmu lebih dulu,” sahut Lilith menghibur remaja Iblis itu agar tidak sedih.


Di dapur Restoran Sarah, Hannah dan Eva memperhatikan Alex yang sedang memasak mie Aceh dengan seksama. Hanya dengan sekali lihat saja, keduanya langsung dapat membuat mie Aceh yang rasanya versis sama dengan yang dibuat oleh Alex. Dengan demikian, para pelanggan tidak akan dapat membedakan masakan buatan Alex dengan Kedua Koki karyawannya.


...***...


Jauh dari Dunia fantasi Alex tinggal, Dewa Matahari keluar dari kolam magma Api di Inti Matahari. Dia berjalan dengan santai ke dalam Istana mewah satu-satunya yang berdiri di Matahari yang menerangi Dunia fantasi dan Planet-planet sekitarnya tersebut.


Enam Malaikat Penjaga telah berkumpul di dalam Istana setelah mendapatkan kabar dari Inarius kalau Pasukan Kesatria Suci Kuil Matahari dikalahkan oleh entitas kuat yang setara dengan Tujuh Malaikat Penjaga.


Dewa Matahari sebenarnya sudah mengetahui kabar kekalahan itu, walaupun Inarius tidak mengirim pesan. Karena selama cahaya matahari menyinari suatu tempat, maka ia akan mengetahui apa yang terjadi di sana—kecuali saat Benua Grandland disegel oleh Perisai yang dibuat oleh para Dewa. Dewa Matahari tidak menyadari kalau di sana ada sebuah Benua yang luas, karena yang ia lihat sebelum Segel itu rusak adalah hanya lautan tak berujung saja, makanya ia meninggalkan Dunia fantasi itu karena merasa sudah tidak ada Dewa di sana. Yang berarti, dirinya lah Dewa tertinggi di Dunia fantasi dan planet-planet disekitarnya.


Enam Malaikat Penjaga langsung bertekuk lutut di hadapan Dewa Matahari. Mereka menunggu titah darinya dan berharap dikirim turun ke Dunia fantasi untuk menghukum secara langsung Manusia yang telah menolak menyembah Dewa Matahari tersebut.


Dewa Matahari duduk di singgasananya dengan sudut bibir menyeringai lebar. Sudah lama ia tidak menemukan entitas kuat di alam semesta.


“Terakhir kali Aku bertarung adalah 100.000 tahun lalu di galaksi nomor 90.999 melawan makhluk Void yang terlahir dari partikel-partikel aneh. Saat itu butuh 100 hari untuk melenyapkan mahkluk Void itu dan setelah itu Aku belum menemukan lawan yang sepadan,” kata Dewa Matahari tampak bersemangat.


Enam Malaikat Penjaga saling berpandangan, dari cara Dewa Matahari berbicara—Dia mungkin akan turun secara langsung ke Dunia fantasi untuk menghukum Manusia tersebut. Itu berarti, mereka tidak akan diberikan kesempatan melawan Manusia itu karena Dewa Matahari sendiri yang akan melawannya.

__ADS_1


Dewa Matahari tiba-tiba berdiri, kemudian melangkahkan kaki dengan kedua tangan ditaruh di punggung. “Mari Kita tunggu Dia di Benua Vlorien,” katanya, “Manusia itu sangat istimewa. Dia memiliki Kekuatan dari teman-teman lama yang lari tunggang-langgang ketika era Perang Dewa di Benua Vlorien. Aku tidak menyangka para penakut itu ternyata sudah lenyap, mungkin Cthulhu lah yang mengalahkan mereka.”


Era Perang Dewa yang Dewa Matahari maksud merujuk pada Satu Juta tahun yang lalu, di mana saat itu masih ada banyak Dewa di Dunia fantasi. Namun, Dewa Matahari dan Tujuh Malaikat Penjaga mengobarkan Perang Suci melenyapkan semua Dewa, serta hanya diri-Nya yang boleh disembah serta Ras Manusia lah Ras tertinggi, sementara yang lainnya dianggap sebagai monster yang harus dilenyapkan.


__ADS_2