
Setelah berpikir sejenak, Alex akhirnya menemukan solusi mengatasi istrinya yang sedang merajuk itu, apalagi Sarah tampak senang ibunya bermasalah dengan ayahnya sendiri.
Alex menjadi curiga, mungkin Sarah mengarang cerita aneh-aneh tentang dirinya dengan gadis-gadis cantik karyawannya? Karena Sarah di Sekolah Harapan mendapatkan nilai Seratus saat disuruh Guru Isabella mengarang cerita bebas.
Namun, saat itu Sarah menuliskan cerita tentang Pahlawan yang memberantas bandit menggunakan Pisau dapur dan Rendang berganti fungsi menjadi Bom, sementara Ayam Crispy menjadi peluru Panah.
Alex mengambil tasnya yang ia kaitkan di punggung Pegasus, kemudian ia mengeluarkan Tiga Bungkus Sarahmie Soto Lamongan.
Mata Sarah berbinar-binar menatap Sarahmie ditangan Alex. Dia segera melompat dari punggung Pegasus, meninggalkan Helena yang tampak linglung karena tidak menyangka Sarah berpaling darinya dalam sekejap saja.
Sudut bibir Alex memancarkan seringai nakal menatap Helena yang langsung cemberut dan mendengus dingin sembari memalingkan wajahnya.
“Tenang-tenang... nanti kamu akan jatuh ke dalam pelukanku lagi dan men.de.sah hingga lututku kering.” Alex berhenti berpikir sejenak, “Eh, kenapa malah lututku yang mengering... Maksudnya adalah kamu memohon ampunan karena tidak sanggup lagi ke ronde berikutnya!” Alex kembali menyeringai nakal.
Sarah berjongkok di depan Alex dan tersenyum lebar. “Ayah sepertinya sangat senang sekali bertemu Ibu lagi, bahkan senyuman Ayah terlihat mirip dengan para Preman di kedai Nenek July.”
Lamunan Alex seketika itu juga langsung buyar saat mendengar perkataan Sarah. Dia menggelengkan kepala dan berkata, “Jangan bandingkan Ayah dengan para Preman tak bermoral itu, lihatlah senyuman Ayah ini... Terlihat bermartabat, kan?” Kini ia hanya tersenyum seperti para pejabat yang berusaha menyenangkan pendukungnya.
Namun, Sarah tidak menanggapinya karena tatapan matanya tertuju pada Tiga bungkus Sarahmie Soto Lamongan.
Alex berhenti membual karena bila Sarah sudah fokus pada makanan, maka hal-hal lainnya akan ia abaikan.
Alex menumpuk ranting-ranting pohon yang sudah mengering dan membakarnya, kemudian mengisi air ke dalam panci serta meletakkannya diatas bara api.
Suara dengusan Helena terdengar saat ia turun dari punggung Pegasus. Sepertinya ia kesal karena Alex mengabaikannya dan tidak mencoba merayunya agar tidak merajuk seperti saat mereka dulu berpetualang bersama.
Helena berjongkok di sebelah Sarah dan tercengang melihat gambar Sarahmie Soto Lamongan ternyata mirip dengan Sarah, hanya saja gambar itu tidak memiliki telinga runcing sedangkan sisanya semua sama persis dengan Sarah.
__ADS_1
“A-apakah kamu yang menciptakan Sarahmie ini? Bukankah dulu Kamu tidak bisa memasak? Jangan-jangan kamu bukan Alex, karena wajah kalian sedikit berbeda dengan Alex yang dulu!” Helena berkata dengan alis terangkat dan menatap Alex dengan curiga.
Alex tidak langsung menjawab pertanyaan Helena. Dia memasukkan Mie Instan ke dalam panci berisi air mendidih. Kemudian ia melirik Helena, “Bukankah suaraku tidak berubah? Kalau kamu ingin bukti, maka aku akan memberitahumu kita bergulat panas pertama di pinggir air terjun Pulau—”
“Sudah cukup! Tidak perlu dijelaskan lagi,” sela Helena tidak ingin Sarah mendengar Alex menceritakan tentang pertama kali mereka berhubungan i.n.t.i.m. “Lantas bagaimana Pengeran manja sepertimu tiba-tiba bisa menjadi Koki?” selidiknya penasaran.
“Ceritanya sangat panjang,” sahut Alex sembari menarik napas dalam-dalam dan menengadah menatap langit berbintang. “Empat tahun lalu, saat salju—”
“Langsung ke intinya saja, jangan berbelok-belok tak jelas!” Helena memotong ucapan Alex.
Alex tersenyum tipis dan berkata, “Kamu ingat tidak dengan hidangan eksklusif Istana Kekaisaran Hazel itu?”
Tentu Helena mengingatnya, karena itu adalah Angsa Panggang yang hanya dapat dihidangkan oleh Koki Istana Kekaisaran Hazel dan itu membuatnya betah tinggal berlama-lama di Kota Ella.
“Angsa Panggang itu diciptakan oleh Koki Legendaris dan Empat tahun lalu dia tinggal di Kota Perdamaian, setiap malam setelah Sarah tertidur maka Aku akan menemuinya dan belajar memasak padanya,” kata Alex berbohong menutupi bahwa pengetahuan memasaknya berasal dari kehidupannya yang sebelumnya.
Helena mengangguk pelan walaupun ia merasa jawaban Alex sedikit tidak masuk akal. “Tapi Aku masih bingung, bagaimana kamu sampai terpikirkan menciptakan makanan yang sangat parktis begini dan memasaknya pun tidak memerlukan keahlian khusus karena mie-nya hanya direndam dengan air panas saja.”
Sarah menatap wajah Helena dan berkata, “Ibu tidak perlu berpikiran aneh-aneh... biarkan saja Ayah menciptakan makanan baru dan tugas kita adalah menyapanya, karena semua makanan buatan Ayah pasti sangat lezat.”
Setelah mengatakan itu, Sarah menelan air liurnya dan kembali menatap panci berisi Sarahmie Soto Lamongan.
Helena tertawa mendengar jawaban Sarah dan membenamkan Sarah ke pelukannya agar putrinya itu tidak kedinginan, karena semakin larut malam maka Hutan Kesunyian semakin dingin walaupun tidak ada Salju di sini seperti di Kota Perdamaian.
Alex membuang sebagian air rebusan dari Panci, kemudian menuangkan bumbu-bumbu Sarahmie Soto Lamongan ke dalam Panci dan mengaduknya.
Dia mengeluarkan Tiga Mangkuk beserta sendok dari tasnya, kemudian menuangkan Sarahmie Soto Lamongan ke dalam mangkuk itu.
__ADS_1
Alex memberikan mangkuk pertama pada Sarah. Namun, Sarah malah menyerahkannya pada Helena. “Ibu... Cicipilah lebih dulu, Sarah sudah sering memakannya,” katanya sembari tersenyum cerah.
Helena mencubit pipi mungil Sarah dan menerima mangkuk itu.
Mata Sarah berbinar-binar menatap Helena yang akan menyendok Mie ke dalam mulutnya. Sarah sangat penasaran apa tanggapan ibunya terhadap Mie Instan ciptaan ayahnya itu.
“Akh ....”
Helena tak sengaja men.de.sah kenikmatan dan segera menutup mulutnya karena mengeluarkan suara yang memalukan itu di hadapan Putrinya.
“Ha-ha-ha... Jangan khawatir Ibu, Kak Hannah dan yang lainnya sering mengeluarkan suara seperti itu di Restoran,” kata Sarah tertawa terkekeh-kekeh.
Namun, Helena mengerutkan keningnya dan menatap tajam pada Alex.
“Maksud Sarah itu saat pertama kali memakan makanan buatanku, bukan hanya Hannah saja... Dwarf Pria juga mengeluarkan suara menggelikan itu,” sahut Alex.
“Benarkah, Sarah?” selidik Helena tidak langsung mempercayai penjelasan dari Alex.
“Benar, Bu,” sahut Sarah menganggukkan kepala. “Ayah... tolong tuangkan untukku!” Sarah mengangkat mangkuk kosong ke depan Alex.
...***...
“Aku mencium bau makanan?” bisik Orc yang sedang berjalan dalam kegelapan malam Hutan Kesunyian. “Aromanya sepertinya sangat enak.”
“Hmm, ini seperti aroma Sarahmie Soto Lamongan yang kubeli di toko milik Perusahaan Margareth,” sahut Orc yang lain.
“Mana mungkin ada yang memasak Mie Instan di dalam hutan,” kata Orc yang memimpin jalan mereka. “Jangan berisik lagi! Ingat tugas kita adalah mencari tahu apa yang terjadi di ibukota Hutan Abadi. Kabarnya Alex akan menggagalkan pernikahan politik Pangeran Kedua dengan Putri Mahkota Helena. Tugas kita ini sangat penting, bila Kekaisaran Hazel gagal berkoalisi dengan Kerajaan Hutan Abadi maka Kerajaan Orc kita akan memiliki peluang menaklukkan Hutan Abadi dan menikmati budak-budak Elf cantik He-he-he.” Dia tertawa pelan sembari menutup mulutnya.
__ADS_1