Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Hutan Abadi VII


__ADS_3

“Cepat selamatkan Pangeran Kedua, Zeldeth!” Tetua Agung berteriak keras pada Zeldeth.


Tetua Agung Elf tidak ingin Pangeran Kedua mati di tanah Elf karena itu akan menjadi alasan bagi Kaisar, Kekaisaran Hazel untuk menyerang Kerajaan Hutan Abadi.


Zeldeth yang telah menunjukkan Aura Kegelapan miliknya ragu-ragu menuruti perintah Tetua Agung Elf, karena ia menduga setelah Alex tewas nantinya maka Kerajaan Hutan Abadi akan memburunya sebab menyerap Kekuatan terlarang.


“Jangan terlalu banyak berpikir,” kata Tetua Agung Elf lagi. “Putrimu akan tetap menjadi Putri Mahkota Kerajaan Hutan Abadi karena Helena telah melarikan diri!” Dia mendesak agar Zeldeth segera menolong Pangeran Kedua.


Zeldeth menganggukkan kepala, jawaban dari Tetua Agung itulah yang ia inginkan karena dari awal tujuannya adalah menginginkan Putrinya menjadi Putri Mahkota.


Setelah mengatasi Alex, maka ia akan kabur dari Hutan Abadi dan bersembunyi hingga Putrinya naik ke tampuk kekuasaan nomor satu di Hutan Abadi, kemudian ia akan kembali lagi ke sini.


Aura berwarna hitam pekat menyelimuti bilah Pedang Zeldeth, kemudian ia melesat ke arah Alex. Tubuhnya seolah-olah memudar menjadi bayangan hitam dan muncul di belakang punggung Alex.


Alex langsung berbalik badan sembari mengayunkan Pedang Meteornya, sementara Lycus telah terhempas dan berguling-guling di permukaan tanah menabrak Rumah Pohon. Tubuh Lycus juga tidak bergerak lagi, luka bekas tebasan menganga lebar di dadanya.


Tetua Agung Elf segera menghampiri Lycus dan menyalurkan Elemen Sihir Kehidupan menyelamatkannya.


“Tolong jangan mati di tanah Elf!” Tetua Agung Elf memohon dalam benaknya sembari terus-menerus menyalurkan Elemen Sihir Kehidupan.


Sementara itu, Zeldeth tampak mengerutkan keningnya saat bilah Pedangnya berbenturan dengan bilah Pedang Meteor Alex.


Zeldeth tidak menyangka Kekuatan milik Alex tetap menekannya dan sesaat kemudian tubuhnya terhempas menabrak Pohon dengan keras. Namun, kondisinya lebih baik dari Lycus, karena ia hanya menyemburkan seteguk darah dari mulutnya.


“Kekuatanmu bukan Pendekar tingkat 11... apakah Kamu telah mencapai Pendekar tingkat 12 atau diatasnya?” selidik Zeldeth penasaran, karena bila Kekuatan mereka sama maka seharusnya ia akan menang dengan mudah.

__ADS_1


Dalam lukisan di gua di Hutan Monster tempat disegelnya bagian tubuh Dewa Cthulhu, di sana dilukiskan kalau para Dewa semua Ras tidak dapat mengalahkan Satu Dewa Cthulhu hingga mereka terpaksa menyegelnya, bukan membunuhnya.


“Aku adalah Dewa,” sahut Alex yang juga tidak tahu di tingkat Pendekar berapa dia sekarang setelah menyerap Dua Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa.


Zeldeth mengerutkan keningnya mendengar jawaban Alex, itu adalah jawaban omong kosong atau olok-olokan belaka saja.


“Baiklah, karena Kamu tidak ingin menjawabnya maka Aku akan menyerangmu dengan kekuatan penuhku,” kata Zeldeth memasang kuda-kuda beladiri. “Tetua Agung... Sampai kapan kamu berdiam diri di sana? Kita harus melawannya bersama-sama,” katanya lagi sembari menatap Tetua Agung Elf yang sedang menyalurkan Elemen Sihir Kehidupan pada Lycus.


Tetua Agung Elf mendengus dingin dan berhenti menyalurkan Elemen Sihir Kehidupan pada Alex. “Cepat bawa Pangeran Kedua dan tinggalkan Hutan Abadi secepat mungkin!” serunya pada sisa bawahan Lycus yang masih hidup.


Mereka segera memindahkan tubuh Lycus ke punggung Monster Elang lainnya dan melarikan diri dari Hutan Abadi dengan tergesa-gesa serta meninggalkan rekan mereka yang terluka dan yang tewas.


Elemen Sihir Kehidupan yang sangat besar tiba-tiba terpancar dari tubuh Tetua Agung Elf dan dari permukaan tanah tumbuh tunas pohon yang dalam sekejap tumbuh menjadi Pohon besar dalam sekejap saja.


Kalau dulu, mungkin ia akan kewalahan melawan Tetua Agung Elf itu. Namun, sekarang ia telah menyerap kekuatan Dewa sehingga ia tidak khawatir sama sekali.


Alex melesat ke arah Zeldeth sembari mengayunkan Pedang Meteor, sementara itu dari Pohon-Pohon yang baru saja ditumbuhkan oleh Elemen Sihir Tetua Agung Elf; melesat dahannya yang langsung memanjang ke arah Alex.


Namun, tubuh Alex tiba-tiba dipenuhi kobaran Api dan saat dahan Pohon itu mendekati tubuh Alex; dahan-dahan Pohon itu langsung terbakar.


Zeldeth menggertakkan giginya, kesal karena Kekuatan milik Tetua Agung sungguh tak berguna. “Alexxxxxx... Terimalah Kekuatan Dewa Cthulhu milikku ini!” Dengan sekuat tenaga, Zeldeth mengayunkan pedangnya ke arah Alex.


Elemen Kegelapan yang sangat besar menyelimuti tubuhnya dan juga bilah Pedangnya. Beberapa Pendekar Elf yang tergeletak di dekatnya karena terluka parah, tiba-tiba saja tubuh mereka lenyap dan hanya menyisakan kerangka Elf.


Elf-Elf lainnya menjadi panik dan segera menjauh dari Zeldeth karena takut bernasib sama dengan rekan mereka yang telah menjadi kerangka Elf setelah Aura Kegelapan Zeldeth menyerap tubuh mereka.

__ADS_1


Alex sedikit terkejut karena merasa Aura miliknya dilahap oleh Elemen Sihir Kegelapan Zeldeth. Namun, karena Kekuatannya lebih tinggi dari Zeldeth, proses pelahapan itu berlangsung lambat.


“Krekkk!”


Tiba-tiba Pedang Zeldeth mengalami retakan karena tidak mampu menahan beban energi Sihir yang terlalu besar dan sesaat kemudian Pedang Zeldeth itu hancur berkeping-keping.


Zeldeth mundur ke arah Tetua Agung Elf. “Sial! Kekuatannya sudah melampaui Pendekar tingkat 11 makanya Aku tidak bisa mengalahkannya!” gerutunya dan tiba-tiba ia mencengkram leher Tetua Agung Elf.


Tetua Agung Elf membelalakkan mata, terkejut dengan tindakan Zeldeth itu. “Zeldeth... apa yang Kamu lakukan? Lepaskan aku atau seluruh keluargamu akan dieksekusi mati—”


Sebelum Tetua Agung Elf selesai berbicara, tubuhnya tiba-tiba menyusut dan hanya meninggalkan Kerangka Elf saja.


Zeldeth menghela napas dalam-dalam dan tersenyum lebar. Lidahnya menjulur keluar sembari berkata, “Nikmat sekali... Pendekar tingkat 10 Puncak rasanya selalu yang terbaik dibandingkan para Pendekar tingkat rendah yang biasa kulahap.”


Zeldeth merasa Kekuatannya meningkat signifikan, tetapi belum cukup untuk mencapai Pendekar tingkat 12. Namun, ia merasa itu sudah cukup bertarung imbang melawan Alex.


Zeldeth membentuk sebuah Pedang menggunakan Elemen Sihir Kegelapan dan Pedang Hitam Panjang muncul di genggaman tangannya.


“Alex... datanglah menjemput kematianmu!” Zeldeth mengejek Alex.


Alex hanya tersenyum saja dan tiba-tiba ia berpikir untuk mencoba Kekuatan Elemen Sihir barunya. Selain efektif dalam mengobati luka-luka, Elemen Sihir Kehidupan juga memancarkan cahaya menyilaukan dan ia penasaran apakah itu dapat menekan Elemen Sihir Kegelapan? Karena Cahaya adalah kelemahan dari Kegelapan, bahkan cahaya lilin dapat menyinari kegelapan malam.


Sesaat kemudian, Pedang Meteor tiba-tiba bersinar terang dan diselimuti oleh Elemen Sihir Kehidupan. Darahnya yang mendidih karena tersulut amarah dan dendam, tiba-tiba dipadamkan oleh Elemen Sihir Kehidupan.


Alex merasa seperti terlahir kembali, pikirannya menjadi tenang dan merasa seperti Malaikat yang tidak memiliki sifat keburukan dalam jiwanya.

__ADS_1


__ADS_2