
Angel baru saja selesai menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada sang pemilik kafe yang saat ini kebetulan datang ke kafe, biasanya hanya tangan kanannya saja. Angel bersyukur karena Ia jadi bisa bicara langsung, menyerahkan surat pengunduran itu secara langsung juga, dan mengucapkan terimakasih secara langsung juga. Karena berkat pemilik kafe lah, Angel bisa mendapatkan penghasilan, yang layak, bisa mendapat eman-teman yang baik, suasana bekerja yang nyaman. Angel sangat bersyukur bsia bekerja di bawah pemilik yang sangat baik sosoknya.
Keputusannya untuk berhenti bekerja di kafe tersebut juga diterima sangat baik. Angel snagat bersyukur bisa masuk dengan caranyanh baik, dan keluar juga dengan cara yang baik. Harapan Angel adalah bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi nantinya setelah Ia punya niat untuk kembali bekerja.
“Hai, Angel,”
Angel mengernyit ketika ada lelaki yang tiba-tiba menghampiri dirinya. Angel tadinya akan mengobrol dengan teman-temannya untuk yang terakhir kali sebelum Ia meninggalkan kafe itu, namun tidak jadi karena ada yang menghampirinya dan Angel tidak kenap siapa lelaki itu.
“Iya? Kamu kenal denganku?”
“Aku teman lamamu, benarkah kamu lupa?”
Angel langsung mundur sekaligus menepis tangan lelaki itu yang lancang memegang bahunya. Perasaan Angel tidak enak. Ia ketakutan sekarang.
“Jujur aku tidak kenal denganmu,”
“Benarkah? Aku Alex,” ujar lelaki itu sambil merengkuh Angel dan mulai saat itu Gesty mengambil gambar.
“Aku tidak kenal!” Ujar Angel lebih tegas sambil mendorong lelaki asing itu agar menjauh dari tubuhnya. Tapi tiba-tiba lelaki itu mendekatkan kepalanya ke arah Angel hendak mencium Angel. Ini momen yang ditunggu-tunggu oleh Gesty.
Angel tidak akan membiarkan seorangpun melakukan sesuatu yang tidak baik kepadanya. Ia langsung menampar lelaki itu sambil berseru marah, “JANGAN BERANI KAMU MENYENTUH AKU YA!”
Sontak semua teman-teman Angel yang sedang sibuk dnegan pekerjaan mereka masing-maisng bergegas menghampiri Angel.
“Ngel, ada apa?”
“Dia mau menciumku!”
“Aku temanmu,”
__ADS_1
Lelaki itu memeluk Angel dan Angel semakin berang dibuatnya. Dengan sekuat tenaga Angel mendorong lelaki itu hingga tersungkur menabrak meja di belakangnya. Lelaki itu meringis sakit lalu berjalan cepat keluar dari kafe meninggalkan Angel yang benar-benar trauma dihampiri lelaki asing. Ia yang sellau berpikir positif seklaipun dengan orang asing, sekarang mendadak kehilangan pikiran positif itu.
“Angel, kamu dilecehkan?”
“Aku tidka kenal dia, Debora!”
Angel menangis dan itu langsung mengundang ras aiba dari lima orang temannya. Angel bahkan dipeluk oleh salah satunya. Dan ada satu teman Angel yang laki-laki
Langsung keluar dari kafe hendak memberikan pelajaran untuk orang yang telah membuat Angel seperti itu.
“HEI TUNGGU! JANGAN LARI KAU BAJINGAN!”
Austin berusaha mengejar namun gagal. Austin kehilangan jejaknya setelah tiba-tiba ada mobil yang menghalangi pandangan Austin.
*******
Andrean baru saja menjadi pengajar untuk anak-anak yang sengaja Ia undang ke gedung perusahaannya. Mereka yang sudah setia menggunakan aplikasi belajar online miliknya. Setelah belajar, berbincang, mereka smeua diberikan kenang-kenangan oleh Andrean berupa baju, alat tulis, sepatu, dan juga sejumlah uang. Lalu mereka smeua pulang. Andrean tersenyum lega setelah berhasil membuat anak-anak tadi tersenyum bahagia.
Andrean meninggalkan aula kantornya menuju ruangan dimana Ia biasa berdiam berkutat dengan pekerjaan.
Ketika baru berhadapan dengan komputer, ponsel Andrean bergetar. Andrean langsung mengecek pesan yang baru masuk dari nomor tidak dikenal, dan ternyata pesan yang dikirim adalah foto.
Kalau saja itu foto barang aneh, atau hal-hal yang tidak penting, Andrean tidak akan serius menatap foto yang dikirimkan itu.
Tapi ini adalah foto istrinya yang kelihatan beradu bibir dengan seorang lelaki, tidak hanya itu, Ia juga dikirimkan foto Angel dipeluk oleh lelaki yang sama seperti lelaki yang menciumnya.
Andrean mengetatkan rahang. Andrean meneliti berusaha untuk memcari celah dari foto itu yang barangkali membuatnya yakin kalau foto tu adalah hasil edit. Tapi Ia tidak menemukan bahwa foto itu adalah hasil edit. Perasaan Andrean juga mengatakan kalau itu foto asli.
Andrean menghembuskan napas kasar lalu menyandarkan punggungnya dengan kasar. Ia menggusar rambutnya hingga tidak rapi seperti sebelumnya.
__ADS_1
“Apa-apaan ini? Maksud Angel datang ke kafe untuk mengantarkan surat pengunduran diri atau justru mau bermesraan dengan laki-laki itu?!”
******
Angel langsung pulang ke rumah tanpa menghubungi suaminya supaya dijemput di kafe lalu diantar ke rumah. Padahal sebelumnya Andrean sudah mengatakan kalau Ia sudah mengantarkan surat pengunduran diri dan selesai berbincangs ebnetar dnegan teman-temannya sebelum berpisah, Ia bisa hubungi Andrean supaya Andrean jemput di kafe dan Andrean antarkan ke rumah.
Angel tidak mau kalau sampai suaminya melihat Ia tidak baik-baik saja. Kejadian di kafe sangat mengguncang mentalnya.
Angel berharap kejadian yang tadi adalah pertama dan terakhir selama hidupnya. Ia berharap tidak akan pernah lagi dipertemukan dengan laki-laki jahat seperti orang tadi.
Suara ketukan pintu membuat Angel langsung beranjak meninggalkan ranjangnya. Ternyata Lovi yang datang.
“Iya, Mom?”
“Kamu baik-baik saja?” Tanya Lovi.
“Iya, Mom, memang kenapa, Mom?”
“Tidak apa, Andrean bertanya pada Mommy apa kamu sudah pulang? Mommy jawab kmau sudah di rumah dan sekarang di kamar. Dia meminta tolong pada Mommy untuk melihat keadaan kamu,”
“Aku baik-baik saja, Mom,”
“Ya sudah kalau begitu, Sayang. Mommy tinggal ya,”
“Terimakasih, Mom,”
“Iya, istirahat lah,”
Angel menutup pintu kamarnya lagi laku menghembuskan napas kasar. “Kenapa Andrean tidak tanya langsung kepadaku ya? Kenapa meminta tolong Mommy? Padahal ponselku aktif,” ujar Angel.
__ADS_1
Biasanya Andrean akan bertanya langsung kalau ingin tahu keadaannya, apakah Ia sudah makan, sudah istirahat, dan lain-lain. Tapi kali ini berbeda dan itu cukup membuat Angel merasa bingung dan bertanya-tanya.
*******