Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 150


__ADS_3

“Aku sumpahi Adrina punya kekasih yang tampan sekali, lebih banyak uang, dan yang jelas lebih dari kamu dalam segala hal. Itu doaku karena kamu sudah pergi dengan Adrina sean g-senang berdua sementara saat aku ajak pergi belanja kamu menolak. Dasar kaka yang tidak punya hati,”


Auristella langsung berlalu sambil mengibaskan rambutnya dan sengaja mengenai wajah kakak keduanya itu.


“Astaga, Auris. Kamu memancing rasa kesalku datang ya? Nanti aku balas mau? Aku kibaskan kaos kakiku ini,”


“Eh jangan! Awas saja kalau kamu berani melakukannya,”


“Aku berani,”


Adrian melakukan ancang-ancang untuk melempari adiknya dengan kaos kaki namun adiknya itu sudah berlari menjauh. Adrian tak bisa menahan tawanya lagi.


“Takut ‘kan,”


“Ya takut lah, kaos kaki kamu bau,”


“Enak saja, kakiku tidak bau. Mau cium sendiri? Kemari, jangan cuma bisa menghina,”


“Iya kamu jangan bicara begitu, Auris. Kakakmu mana ada yang bau. Dari atas sampai bawah semua terurus. Sejak kecil Mommy jamin hal itu. Mommy saja nyaman kalau dekat mereka,”


“Dia bau, Mommy,”

__ADS_1


“Tidak, Auris! Aku lempar kaos kaki ini ya kalau kamu bicara begitu lagi,” bantah Adrian.


“Maksudku bau uang. Tapi kikir, makanya belikan aku make up, biar bau uangnya tidak sampai ke hidungku lagi. Kamu ‘kan baru menyelesaikan project film,”


“Ah rupanya ada maksud terselubung. Hih, jangan harap aku menuruti permintaanmu,”


“Oh begitu?“


“Aku akan simpan uangku baik-baik untuk modal menikah,”


“Ah dari dulu menyiapkan modal untuk menikah terus tapi tidak kunjung menikah,”


“Belum, doakan sebentar lagi,”


“Adrina,”


“Hah? Memang Adrina mau? Hmm? Hahaha aku rasa tidak, kamu memiliki wajah yang tidak terlalu tampan,” kata Auristella mengejek kakaknya setelah itu pergi begitu saja.


“Mulutmu itu minta aku putar seratus delapan puluh derajat ya?”


“Sudah-sudah! Mommy baru saja pulang, kenapa kalian malah bertengkar?”

__ADS_1


“Mommy tiba-tiba pulang, akhirnya aku tidak bebas meladeni Auris,” gumam Adrian yang ditangkap lain oleh Lovi makna nya.


“Oh jadi maksud kamu, Mommy lebih baik pulang nanti-nanti saja? Iya? Bukankah kalian kompak meminta Mommy dan Daddy segera pulang lalu setelah kami oilang kenapa malah seperti itu bicaramu, Ian?”


“Bukan begitu, Mommy. Aku hanya tidak menyangka saja Mommy tiba-tiba sudah di rumah,”


“Jujur saja Mommy khawatir mendnegar kabar Angel, jadi sekarang Mommy mau ke rumah sakit untuk tahu keadaannya, Mommy terkejut juga begitu tau soal Angel dari Auris, mommy sudah di perjalanan dan sangat khawatir dnegan kondisi Angel dan janin nya,”


“Mommy tenang saja Angel tidak apa-apa, aku dengar langsung dari Ean,” jawab Adrian sambil mengusap bagu sang Mommy. Tidak lama kemudian Devan yang baru saja selesai mengganti baju menghampiri istrinya yang sudah siap lebih dulu menuju rumah sakit.


“Mommy Daddy mau kencan kah?”


“Telingamu bermasalah, Ian? Hmm? Baru saja Mommy katakan bahwa Mommy khawatir dengan keadaan Angel dan Mommy ingin bertemu dengannya,”


Adrian langsung tertawa dan menepuk oelan keningnya. “Astaga, aku benar-benar tidak ingat. Okay hati-hati, Mom, Dad,”


“Kamu harus banyak cerita pada Daddy nanti ketika Daddy sudah pulang,”


Adrian langsung menelan salivanya begitu mendengar ucapan sang ayah. Aura tegas Devan membuat Adrian gugup.


“Hmm mau bicara apa, Dad?”

__ADS_1


“Ya tentu bicara soal sejauh mana hubungan kamu dengan Adrina? Apa kamu hanya bermain-main saja atau sudah punya rencana jauh ke depan?”


__ADS_2