Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 203


__ADS_3

Andrean dan keluarga kecilnya tiba di tujuan destinasi liburan akhir tahun kali ini. Setelah mendarat dengan selamat, mereka langsung bergegas ke penginapan untuk beristirahat karena rasa lelah sudah menerpa mereka setelah memghabiskan waktu beberapa jam di dalam pesawat. Dan sore ini mereka berlima memutuskan untuk keluar, makan di pinggir pantai sambil menikmati mengamati matahari yang sebentar lagi terbenam.


“Daddy, terimakasih sudah membawa Lion, aku dan Anzel ke sini ya. Semoga lebih sering lagi kita berlibur berlima, semoga Daddy semakin semangat mencari uang,” ujar Axelia terang-terangan pada Andrean dan itu berhasil membuat Andrean tertawa.


“Jadi kamu semang atau tidak kita berlibur brsama sekarang)”


“Tentu saja senang sekali, Dad. Namanya liburan gratis mana mungkin aku tidak senang,”


“Hmm baiklah, sudah berterimakasih pada Tuhan untuk nikmatnya ini?”


“Sudah,”


“Pintar,” puji Andrean sambil mengusap puncak kepala anak perempuan pertamanya.


“Iya Daddy baik sekali, sering-sering ya, Dad. Karena aku sering baca kalimat bahwa seorang kepala keluarga yang sering membuat keluarga kecilnya bahagia pasti hidupnya akan dilimpahkan dengan kebahagiaan terus, dan semuanya dipermudah,”


“Ya, itu sudah Daddy alami, makanya Daddy juga harus berterima kasih pada Mommy, Lion, Lia, dan Anzel karena berkat kalian hidup Daddy rasanya jadi sempurna,”


“Daddy suami dan ayah yang baik, aku salut pada Daddy,”

__ADS_1


Axelion tak sungkan memuji ayah yang Ia banggakan itu. Ia juga seorang laki-laki dan yang menjadi contohnya adalah Andrran, ayahnya. Ketika Ia mendapatkan contoh yang baik, maka Ia sangat bersyukur dan akan mengikuti.


“Apa yang baik, maka jangan sungkan untuk diikuti, tapi apa yang buruk, jangan pernah kalian ikuti, Daddy anggap kalian sudah paham untuk menilai mana yang baik dan buruk,”


“Sekarang aku mau berdiri di tepi pantai, berkenalan dengan air,”


“Ya memang kakak belum pernah kenalan dengan air? Setiap hari mandi dengan air kan? Bukan dengan kertas?”


Acelia melirik adiknya dengan sinis. Bukan itu yang Ia maksud. Berhubung sejak tadi Ia hanya duduk, menikmati makanan dan angin pantai, sekarang Ia ingin kakinya menyentuh air pantai, masih sambil menunggu matahari terbenam.


“Bukan itu maksudku, Anzelia yang jelek! Aku belum kena air pantai sejak tadi jadi aku mau ke tepi supaya bisa bertemu air pantai secara langsung, paham?”


“Jangan galak pada adikmu, Lia, Anzel adikmu,” tegas Axelion yang paling dewasa baik dari usia maupun sikap dan pemikirannya.


“Ya memang siapa juga yang bilang kalau Anzel adik orang lain, Lion? Ah kamu jangan begitu,”


“Coba yang lembut sedikit pada Anzel, jangan galak, Lia. Itu maksud Lion,”


“Aku tidak galak, aku baik, aku man perempuan cantik dan baik,”

__ADS_1


Tiba-tiba Anzelia berdiri kemudian memutar bola matanya sambil mengangkat kedua bahu lalu pergi ke tepi pantai mendahului kakak keduanya itu.


Axelia tertawa keras menyadari kalau adiknya tak senang mendengar Ia memuji dirinya sendiri.


Kemudian Axelia menyusul sang adik, diikuti oleh Axelion yang akan menjaga kedua adik perempuannya.


Andrean langsung merangkul pinggang Angel secara halus meminta supaya Angel lebih mendekat lagi ke arahnya dan Angel langsung paham.


Andrean mencium singkat pipi Angel dan itu membuat Angel terkejut dan spontan menatap suaminya dengan kedua mata yang membelalak.


“Jangan menciumku di pinggir pantai, Ean, kalau ada yang melihat bagaimana? Anak-anak tidak boleh lihat,”


“Di sini semua orang sibuk dengan dunianya masing-masong, Sayang. Aku mau mengucapkan terimakasih untukmu,”


Andrean meraih tangan sang istri kemudian Ia kecup dengan lembut. “Terimakasih ya, Sayang,”


“Untuk apa? Aku tidak melakukan apapun, kenapa kamu mengucapkan terimakasih?”


“Semua karena kamu, Angel. Kebahagiaan aku lengkap karena kamu, aku menjadi ayah karena kamu, aku menjadi Andrean yang sedikit murah senyum itu karena kamu, intinya semuanya karena kamu, My Angel,”

__ADS_1


__ADS_2