Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 187


__ADS_3

“Jangan ajari aku, Angel, seolah kamu adalah orang paling baik di dunia ini. Lagipula ayahmu tidak kritis, dia sudah ditangani,” ujar Gesty dengan tegas setelah itu sambungan telepon pun sengaja Ia akhiri.


Angel menggelengkan kepalanya setelah bicara dengan sang kakak. Sekarang Ia dalam perjalanan. Ia menghubungi Gesty karena ingin kakaknya juga datang ke rumah sakit supaya ayah mereka merasa bahagia diperhatikan oleh kedua anaknya tapi sayang Gesty menolak dengan keras.


“Kenapa kakak bisa tega sekali pada ayah? Ayah itu orangtuanya tapi dia tega sekali tak mau peduli pada ayah yang sekarang ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja,”


Angel tidak habis pikir dengan kakaknya. Tapi Ia berharap ayahnya tidak mempermasalahkan ketidakhadiran Gesty nanti. Sebenarnya ini hal yang biasa terjadi. Setiap kali Geno sakit, Gesty memang tidak mau peduli. Semua urusan tentang ayahnya yang sakit Gesty serahkan kepada Angel dan selama ini Angel tak pernah mempermasalahkan itu. Karena menurutnya sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk merawat orangtua.


Setelah tiba di rumah sakit Angel langsung mencari ruangan dimana ayahnya mendpaatkan perawatan. Begitu Ia membuka pintu, ternyata sedang ada dokter. Angel segera mendekati tempat tidur ayahnya itu. Setelah bicara dnegan sang ayah, dokter dan perawat keluar dari ruangan.


Angel langsung tersenyum menyapa ayahnya yang berbaring lemah di atas tempat tidurnya. “Ayah, bagaimana keadaanmu? Maaf aku terlambat datang, Ayah,”


“Ayah baik-baik saja, darimana kamu tahu ayah ada di sini?”


“Kakak yang memberitahuku barusan, Ayah,”


“Lalu simana Gesty sekarang? Apa dia datang juga?”


“Hmm kakak sepertinya tidak datang, Ayah. Tapi tidak apa bukan? Aku ada di sini untuk ayah, jadi kalaupun kakak tidak datang, ayah tidak pelru sedih ya,”


“Dia memberitahu kamu kalau ayah mengalami sakit dan sedang dirawat di rumah sakit ini tapi dia tidak datang? Benar-benar keterlaluan anak itu. Ternyata dia memberitahu kamu karena memang mau mengandalkan kamu saja, dia tidak mau peduli pada ayahnya sendiri. Semakin kurang ajar saja dia,”


Angel mengusap lengan ayahnya yang mendadak terlihat emosi karena anaknya yang bernama Gesty. Angel tidak mau ayahnya merasa sedih ataupun kesal karena Gesty mengabaikannya padahal Gesty juga anaknya.

__ADS_1


“Aku harap ayah tidak masalah kalau hanya ada aku di sini. Aku akan menemani ayah, jadi ayah tidak pelru memikirkan kakak ya. Ayah fokus saja pada kesembuhan ayah,”


“Ayah ingin pulang,”


Angel langsung tersenyum kemudian mengamati sekujur badan ayahnya. “Ayah, bagaimana ayah bisa pulang sedangkan kondisi ayah belum memungkinkan untuk pulang ke rumah. Aku mohon ayah bersabar ya. Sebentar lagi ayah akan pulang. Kalau ayah mau cepat pulang maka ayah harus cepat sembuh. Ayah kelihatan benar-benar lemah,”


“Kenapa kamu tetap mau datang ke sini padahal penyakit ayah ini hanya penyakit biasa mengingat ayah sudah tua. Sakit kepala, batuk, dan ayah merasa sesak,”


Kening Angel mengernyit ketika mendengar ucapan ayahnya itu. Kemudian Ia menggelengkan kepalanya membantah ucapan Geno.


“Ayah, aku menyayangi ayah, tolong jangan pernah bicara seperti itu. Aku tidak mungkin membiarkan ayahku sendirian. Seperti apapun ayahku, aku bersyukur memiliki ayah, dan aku tidak akan pernah ingin ayah sendirian menghadapi semuanya,”


“Terimakasih ya sudah mau datang ke sini, ayah tidak menyangka. Ya walaupun sebenarnya bukan hal yang aneh ketika kamu peduli pada ayah karena memang selama ini kamu seperti itu,”


“Aku harus peduli pada ayah karena cuma ayah satu-satunya orangtua yang aku punya,”


“Apapun yang pernah ayah lakukan tidak akan pernah membuat aku jadi benci pada ayah atau aku tidak mau lagi peduli pada ayah. Aku sangat menyayangi ayah, dan aku selalu khawatir kalau terjadi sesuatu pada ayah,”


******


“Padahal aku sudah berulang kali menghubunginya tapi tidak ada jawaban,”


“Mungkin Nona Angel sedang sibuk,”

__ADS_1


“Sibuk apa? Tempat dia sibuk adalah di kafe ini, tapi dia tidak ada di kafe ini dan entah dia kemana,”


Andrean bingung ketika sampai di kafe tak menemukan keberadaan Angel, dan ada pegawai Angel yang mengatakan bahwa Angel pergi tapi ketika Andrean hubungi tak ada jawaban dari Angel. Sejujurnya Andrean merasa khawatir. Sudah dua kali Angel tiba-tiba tak Ia temukan di kafe padahal yang Ia tahu Angel berada di kafe nya.


“Kemana kamu, Sayang? Aku khawatir,”


Andrean kembali berusaha menghubungi istrinya. Tidka mendapatkan jawaban juga. Entah harus mencari tahu kemana dia sekarang.


“Apa Angel sudah pulang ke rumah? Tapi seharusnya dia bilang dulu padaku, lagioula biasanya pulang bersama,”


Andrean menghubungi Mommy nya untuk bertanya apakah sang istri sudah berada di rumah atau belum.


Panggilannya langsung dijawab oleh Lovi “Halo, Ean. Ya ada apa, Sayang?”


“Mom, apa Angel sudah pulang ya?”


“Angel? Tidak, dia belum ada di rumah. Biasanya kamu yang menjemput di kafe lalu kalian pulang bersama,”


“Tapi Angel tidak ada di kafe, Mom,”


“Astaga, lalu kemana Angel, Ean? Kamu sudah tanyakan pada pegawainya?”


“Sudah, mereka melihat Angel pergi tapi tidak tahu kemana,”

__ADS_1


“Oh bisa jadi Angel menemui ayahnya, seperti waktu itu, Ean. Dan Angel lupa memberitahu kamu,”


Andrean memghembuskan napas kasar. Kalau itu benar terjadi, Ia lagi-lagi dibuat kesal oleh Angel. Padahal memberitahunya tidak perlu waktu lama dan itu sangat mudah dilakukan supaya Ia tidak merasa khawatir.


__ADS_2