
"Jujur aku kaget melihat kamu datang tadi,"
Angel kini berada di dalam mobil Adrian. Adik dari suaminya itu tiba-tiba saja datang menjemputnya.
Padahal tidak ada kesepakatan sebelumnya. Ia pikir, hanya tadi pagi saja lelaki itu mau mengantar dirinya ke Mc kafe.
"Aku ada syuting setelah live music tadi pagi. Aku sampai di rumah, Andrean belum pulang kata Mommy. Jadi ya sudah, aku memutuskan untuk menjemput kamu saja berhubung ini sudah malam. Memang kerjanya harus sampai malam seperti ini?"
Angel mengangguk, hari pertama nya kerja diharuskan sampai malam, tepatnya sampai Mc Kafe tutup.
"Setiap hari?"
"Tidak, ada shift kerja nya,"
"Oh, aku kira setiap hari kamu pulang malam,"
"Tidak, tapi aku sudah memberi tahu Andrean kalau hari ini aku pulang malam. Andrean juga sudah bilang padaku kalau dia tidak bisa menjemput,"
"Ya begitulah kakak ku kalau sudah sibuk. Sampai tidak sempat mengantar jemput istrinya,"
Angel tersenyum menggeleng, "Aku juga tidak masalah. Justru aku tidak ingin mengganggu kesibukan Andrean,"
"Sudah makan?"
"Nanti, di rumah saja,"
__ADS_1
"Kenapa harus tunggu sampai rumah? Kita berhenti dulu cari makan malam? Kebetulan aku juga belum makan,"
"Di rumah ada makanan, Adrian. Aku ingin makan di rumah saja. Kalau kamu mau singgah dulu, tidak apa,"
Adrian berdecak. Angel tak bisa diajak kompromi, padahal perutnya sudah berteriak minta makan sekarang. Tidak mungkin Ia hanya membiarkan Angel diam saja saat Ia makan.
Akhirnya Ia putuskan untuk makan di rumah juga. Lagipula Mommy nya pasti sudah memasak. Ia akan menyantap nya nanti.
*****
"Darimana?"
"Dari dapur,"
"Bantu-bantu maid ya?"
Angel menggeleng pelan. Sebenarnya iya, tapi untuk apa suaminya tahu? Ia baru saja selesai membantu maid untuk membersihkan ruang makan dan dapur.
"Jadi, tadi pulang dengan Adrian?"
"Iya, Adrian tiba-tiba saja menelpon aku dan bilang kalau dia sudah menunggu aku di parking area Mc Kafe,"
Andrean menyandarkan punggung nya pada headboard ranjang. Ia menatap istrinya yang kini melepas alas kaki kemudian bergabung bersamanya di ranjang.
"Dia sudah tahu tempat kamu bekerja. Aku saja belum," gumam nya seraya bergerak bangkit dari ranjang untuk memadamkan lampu kamar kemudian kembali lagi ke tempatnya tadi.
__ADS_1
"Lampu tidur nya--"
Klik
Ucapan Angel terhenti saat sang suami menghidupkan lampu di samping ranjangnya. Angel sedikit takut kalau tidur dalam kondisi benar-benar gelap.
Saat Andrean akan membaringkan tubuhnya, matanya menangkap ponsel sang istri yang tiba-tiba menyala lalu menampilkan notifikasi pesan masuk.
Ia melirik istri nya sebentar. Angel sudah memejamkan mata. Ia yang tiba-tiba saja ingin tahu dengan isi pesan itu, akhirnya memutuskan untuk meraih benda pipih tersebut. Walaupun Ia tahu, bahwa apa yang Ia lakukan ini sangat mengganggu ranah pribadi Angel, tapi tetap Ia lakukan. Lagipula tidak ada salahnya Ia penasaran dengan isi pesan yang baru masuk itu. Bukan tanpa sebab juga Ia merasa penasaran, Ia melihat nama kakaknya Angel tadi sebagai pengirim pesan.
Tangan Andrean bergulir di atas layar ponsel sang istri untuk membuka pesan yang baru masuk itu.
Kak Gesty
Bagaimana hari pertama kamu bekerja? Menyenangkan? Aku harap kamu nyaman di sana. Oh iya, pendapatan kamu setiap bulannya akan keluar di tanggal berapa?
Tanpa sadar rahang Andrean mengeras. Matanya terpaku pada pesan yang Ia baca. Ia tidak percaya kalau seorang kakak bisa separah itu mengeksploitasi adiknya. Angel baru sehari bekerja, dia sudah bertanya tanggal berapa Angel mendapat penghasilan dari kafe? Benar-benar keterlaluan.
"Apa dia yang membuat Angel berubah pikiran?" Batinnya bertanya. Angel yang tadinya sudah siap berhenti bekerja, tiba-tiba saja merubah keputusannya. Jujur itu membuat Andrean bingung.
Dan sekarang, Ia menduga kalau Gesty lah penyebab nya. Gesty benar-benar memaksa Angel sampai akhirnya Angel memenuhi keinginannya.
Seharusnya Gesty mengerti bahwa Angel sudah menikah dan itu artinya, Ia yang berhak atas Angel.
******
__ADS_1