
“Kamu beli ini semua uang darimana?! Hah? Uang dari Angel! Keterlaluan kamu, Gesty. Kamu tidak tau diri!”
Gesty pulang dengan membawa beberapa paper bag belanja ke rumah. Geno yang melihat itu tentu emosi. Disuruh mengembalikan uang Angel, Gesty menolak keras. Dan sekarang Geno lihat Gesty belanja. Geno yakin Gesty membeli semua barang itu menggunakan uang dari Angel.
“Kalau memang aku membeli ini semua dengan uang Angel memang kenapa? Masalah kah? Yang punya uang saja tidak mempermasalahkan uangnya aku gunakan untuk belanja, kenapa ayah yang bukan pemilik uang itu langsung marah-marah seperti ini begitu aku pulang membawa belanjaan?”
“Karena ayah tahu itu bukan hak kamu! Itu punya Angel! Kamu jangan keterlaluan, Gesty!”
“Aku tidak peduli, Ayah. Apa yang sudah ada di tanganku maka akan menjadi milikku dan sampai kapanpun tidak akan bisa dikembalikan,” ujar Gesty dengan angkuh setelah itu bergegas ke kamarnya dengan membawa barang-barang yang Ia beli.
*******
“Nona cantik, bisakah aku minta kontakmu?”
Viola melirik ke arah Angel yang sedang menghidangkan dua cangkir kopi di hadapan dua pelanggan, dan mereka dnegan lancang meminta kontak Angel.
Viola sebagai pegawai Angel langsung mendekati Angel dan berdehem dengan tegas di hadapan dua lelaki itu.
“Mohon maaf ya, kontak Nona Angel tidak semudah itu didapatkan. Dia pemilik kafe ini,”
__ADS_1
“Sudah cantik, pemilik jafe, mau bekerja keras tidak hanya duduk manis. Tidak ada alasan untuk tidak menyukaimu, Nona—siapa namamu wahai Nona cantik?”
“Hei jaga ucapan kalian! Nona Angel sudah memiliki suami,” Viola langsung menegur mereka berdua dnegan nada tegasnya. Angel langsung menenangkan Viola.
“Viola, biarkan saja. Jangan ditanggapi,” ujar Angel sambil menarik tangan Viola supaya menjauh dari dua orang lelaki yang baru saja dengan lancang berusaha mendekati Angel.
“Nona cantik minta nomormu, apakah tidak boleh? Ah sombong sekali kamu, Nona cantik,”
“Aku tidak percaya kamu sudah punya suami!”
“Tidak peduli kamu percaya atau tidak. Intinya aku memang sudah menikah, laki-laki kurang ajar!” Gumam Angel sambil terus berjalan.
“Aku baik-baik saja, Viola. Terimakasih sudah membantu aku keluar dari situasi yang tidak nyaman barusan, Viola,”
“Kembali kasih, Nona. Semoga saja mereka tidak mengganggu Nona lagi,”
Tanpa mereka ketahui, seorang lelaki mengepalkan kedua tangannya mendengar interaksi antara dua orang lelaki itu bersama Angel.
******
__ADS_1
Geno merasa geram ketika Gesty membawa teman-temannya ke rumah. Kalau tidak mengganggu tidak masalah. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Teman-teman Gesty mengganggu dirinya yang ingin beristirahat.
Geno langsung memanggil Gesty supaya menegur melalui Gesty saja tapi Gesty tidak mau menghampirinya yang sudah memberi kode agar Gesty mendekat padanya.
Bersikap di rumah orang tanpa aturan, makan dan minum yang disiapkan juga bukan sembarangan entah darimana Gesty mendapatkan uang untuk menjamu tamunya dengan begitu baik.
“Tolong hargai waktu istirahatku,”
Akhirnya Geno menegur langsung. Seketika mulut teman-teman Gesty terbungkam usai mendengar ucapan Geno.
Setelah mengingatkan, Geno langsung masuk ke dalam kamar. Gesty langsung menjadikan ayahnya sebagai topik obrolan bersama teman-temannya.
“Jangan dengarkan si tua itu bicara. Dia di rumah ini istirahat terus menerus,”
“Ayahmu sakit lagi?”
“Dia memang sudah sakit-sakitan,”
“Ya mungkin karena itu dia minta dihargai waktu istirahatnya,”
__ADS_1
“Dia pemalas, tidak ada kegiatan selain istirahat. Anehnya, Angel begitu menyayangi dia,”