Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 185


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Angel berhasil melahirkan putra dan putrinya tepat di pagi ini. Kebahagiaan langsung memenuhi rongga Angel dan Andrean sebagai orangtua baru dan juga keluarga mereka.


Di rumah sakit tidak hanya Andrean yang mendampingi Angel dnegan tingkat antusias yang tinggi, ada keluarga Andrean dan juga ayah Angel juga.


“Syukurlah mereka lahir dengan selamat,” Geno benar-benar bersyukur karena anaknya, dan juga dua cucunya semua baik-baik saja. Sehingga kebahagiaan mereka tak berkurang sedikitpun.


“Selamat datang di dunia, Cantik dan Tampan Aunty. Semoga kita bisa jadi teman yang baik nanti ya,”


“Tentu, Aunty,” ujar Angel sambil tersenyum.


“Selamat ya, Angel, Andrean. Semoga kalian bisa menjadi orangtua yang baik untuk mereka berdua, yang sellau melimpahi mereka berdua dengan cinta dan kasih sayang. Semoga mereka tumbuh menjadi anak yang berbakti, yang selalu mendatangkan kebaikan untuk orangtua dan keluarga besarnya,”


“Terimakasih, Dad,”


Andrean tersenyum haru mendengar kata-kata tulus dari Devan, ayahnya yang tampak sangat tergaru tadi ketika putra pertamanya sudah resmi menjadi ayah untuk dua orang cucunya.


“Ean, setelah ini tidak melupakan aku kan?” Tanya Adrian dengan usilnya.

__ADS_1


“Mana mungkin, memang aku punya anak langsung jadi lupa ingatan?”


“Hahaha ya aku takutnya begitu, Ean,”


“Tidak, Ian. Kamu dan Auris tetap adikku, aku tetap menyayangi kalian lah,”


“Wow manis sekali mulutnya,” ujar Adrian melirik Andrean dengan usil.


*******


“Dimana ayahmu? Kenapa rumah begitu sepi?”


“Aku dengar dari ayah, Angel hari ini akan melahirkan anaknya. Aku yakin ayah ada di rumah sakit menunggu anak kesayangannya itu melahirkan. Entah dia dan anak-anaknya selamat atau tidak,”


“Astaga, Gesty. Mereka keponakanmu dan Angel adikmu, apa kamu mendoakan hal buruk terjadi pada mereka?”


Gesty mengangkat kedua bahunya tak peduli. Ia terlanjur membenci Angel walaupun selama ini Angel selalu bersikap baik kepadanya.

__ADS_1


“Kalian ingin minum apa?”


“Hmm apa saja, tidak perlu menyulitkan kamu, Gesty,”


Gesty akan mengambilkan air minum untuk dua temannya itu. Dan ponselnya bergetar ketika Ia berada di dapur. Ia mendapatkan panggilan dari ayahnya yang dengan malas Ia jawab.


“Halo, Gesty,”


“Ada apa Ayah menghubungi aku?”


“Angel sudah berhasil melahirkan dua anaknya dengan selamat,”


Salah satu alis Gesty naik mendengar ucapan Geno. Kemudian Ia terkekeh dengan sinis. “Lalu maksud ayah bagaimana? Untuk apa Ayah memberitahu aku? Hmm? Memang aku peduli? Itu bukan hal penting untuk aku, Ayah,”


“Setidaknya berkata yang baik-baik untuk Angel dan dua anaknya, Gesty. Ayah hanya ingin membagikan kabar bahagia itu saja,”


“Itu kabar bahagia untuk ayah mungkin, taoi bagiku tidak,”

__ADS_1


“Kenapa kamu selalu saja jahat kepada Angel? Hati-hati, Gesty. Hidup itu berputar. Ketika kamu membutuhkan keluarga, siapa yang yang kamu harapkan selain Angel adikmu sendiri? Hmm? Seharusnya kamu bersyukur Angel baik kepadamu, dia tetap menghargai kamu sebagai kakaknya walaupun kamu tidak menghargai dia sebagai adikmu,”


“Dia terlalu beruntung, hidupnya terlalu sempurna, itu yang membuat aku semakin membenci dia,”


__ADS_2