Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 170


__ADS_3

“Maaf, Andrean. Anakku tidak sengaja,”


“Iya tidak apa-apa,”


“Kamu baik-baik saja?”


Tanya Alesha pada Grizelle, putrinya yang berusia hampir empat tahun itu. Grizelle menganggukkan kepalanya.


“Aku baik-baik saja, Mommy, jadi Mommy tenang saja,”


“Andrean, kenapa kita bisa bertemu di sini ya setelah sekian lama tidak pernah bertemu? Hahaha, tidak disangka sekali ya,”


“Iya, Alesha,”


“Setelah lulus dari sekolah tinggi, kita benar-benar tidak bertemu ataupun berkomunikasi, sekarang malah bertemu ya. Bagaimana kabarmu?”


“Aku baik,”


“Oh iya ini pasanganmu yang baru?” Tanya Alesha seraya menatap Angel yang langsung tersenyum menyapanya.


“Angel istriku,” ujar Andrean memperkenalkan perempuan di sampingnya kepada perempuan di hadapannya saat ini.


Angel langsung mengulurkan tangan kanannya mengajak Alesha untuk bersalaman dan diterima baik oleh Alesha.


“Halo, aku Angel,”


“Angel, aku Alesha, dan ini putriku satu-satunya Grizelle,”

__ADS_1


Angel tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil melepaskan tautan tangannya bersama Alesha lalu menyapa Grizelle.


“Hai, Grizelle. Kamu cantik sekali,”


“Terimakasih, Aunty juga,”


“Sekali lahi mohon maaf ya sudah membuatmu terjatuh,”


“Aku yang berlari hehehe,” jawab anak itu sambil terkekeh menunjukkan susunan giginya yang teratur.


“Maaf juga ya, Aunty, Uncle,”


“Iya, Sayang,”


“Oh ya kalian ada waktu? Ayo kita makan bersama, kebetulan ketemu, sayang kalau hanya ketemu selintas saja ‘kan?” Ujar Alesha.


“Maaf, Alesha, lain kali saja ya? Karena aku harus segera ke kamtor sekarang, begitupun Angel yang akan ke kafenya,”


“Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa. Tapi lain kali kita harus lebih lama ya mengobrolnya? Sayang sekali sekarang kalian dikejar kesibukan. Tidak masalah, masih banyak waktu. Kebetulan aku juga baru oulang dari berlibur, sepertinya Grizelle juga butuh istirahat,”


“Iya, lain kali saja,”


“Baiklah, sampai jumpa lagi ya. Oh tapi tunggu sebentar, bisakah kita saling bertukar kontak?“


“Iya tentu boleh, Alesha,” Angel langsung menjawab disaat Andrean sebenarnya enggan. Angel langsung menatap suaminya seperti isyarat untuk Andrean segera memberikan kontaknya.


“Kontakmu Andrean atau Angel?” Tanya Alesha.

__ADS_1


Andrean mengeluarkan kartu nama dari dalam dompetnya kemudian Ia berikan pada Alesha sambil berkata “Aku dan Angel pergi dulu,”


“Ya, hati-hati di jalan,”


“Bye, Grizelle,”


Andrean selesai memutar kilas balik ketika pertama kali bertemu dengan Grizelle. Sekarang Ia kembali bertemu Grizelle yang sedang bermain bersama seorang lelaki, dan juga Alesha, ibunya.


“Ean, kamu memperhatikan siapa?”


“Sayang, ada Grizelle di tempat bermain itu,”


Andrean yang sedang makan bersama istrinya langsung menunjuk ke arah tempat bermain dimana ada Gruzelle sedang bermain dengan banyaknya bola bersama lelaki yang mungkin ayahnya, sedangkan Alesha hanya berdiri mengamati.


“Itu ayahnya ya?” Tanya Angel.


“Sepertinya iya, Sayang,”


“Wah aku senang melihat dia punya waktu dengan kedua orangtuanya, aku lihat dia bahagia sekali,”


“Tentu saja, Sayang. Kalau itu ayahnya pasti dia bahagia bisa bermain dengan ayahnya,”


“Kamu mau menghampiri mereka?”


Sontak alis Andrean terangkat mendengar pertanyaan istrinya. “Untuk apa, Sayang?” Tanya Andrean.


“Aku lihat kamu sangat sumringah ketika waktu itu bertemu Grizelle, dan sekarang pun kamu terlihat sama sumringahnya, barangkali saja kamu mau menghampirinya,”

__ADS_1


“Tidak, aku tidak akan mengganggu waktu kebersamaan mereka. Lagipula aku siapa? Aku bukan bagian dari mereka begitupun sebaliknya,”


__ADS_2