Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 149


__ADS_3

“Aku benar-benar khawatir setelah tahu kamu terjatuh, Angel. Tapi aku sedikit lega mendengar dari Ean bahwa keadaan anak kalian baik-baik saja,”


Andrean meminta adiknya datang ke rumah sakit untuk menemani Angel yang tidak nyaman di rumah sakit. Kalau ada Auristella, setidaknya Angel punya teman berbincang.


“Kamu datang ke sini karena diminta Ean ya?”


“Sebenarnya tanpa Ean minta, aku sudah punya rencana untuk datang ke sini dengan Ian. Tapi dia ada janji dengan Adrina. Jadi ya sudah, aku ke sini sendiri. Andai saja Mommyd an Daddy ada, aku dudah pasti pergi dengan mereka,”


“Kemana akakakmu itu, Auris? Hmm? Dia tidak mengatakan apapun padaku. Apa dia lupa kalau aku ini menjadi orangtuanya bila kebetulan Mommy Daddy sedang pergi,”


Auristella meringis pelan mendengar ucapan Andrean, ditambah lagi melihatw ajah datar Andrean yang penasaran tujuan Adrian pergi.


“Hmm aku rasa mereka berdua mau berkencan. Tapi entahlah, aku juga tidak tahu. Apa benar dia tidak izin dulu padamu? Coba lihat lah ponselmu barangkali ada pesan dari Ian,”

__ADS_1


“Iya benar kata Auris. Sejak tadi kamu sibuk menemani aku, Ean. Barangkali Ian sudah bicara padamu kalau dia akan pergi dengan Adrina,”


Andrean yang sedari tadi duduk saja di sebelah Angel, sesekali akan bicara dengan Angel tak memegang ponsel sedetikpun kecuali saat menghubungi orang-orang yang perlu Ia hubungi seperti tangan kanannya untuk mencari tahu orang yang sudah mencelakai Angel, dan menghubungi Auristella supaya Auristella datang ke rumah sakit. Karena terlalu sibuk dengan Angel, kemungkinan Andrean mengabaikan panggilan ataupun pesan dari adik pertamanya dan begitu mengecek ponsel ternyata memang benar ada pesan masuk dari Adrian.


-Ean, aku pergi dengan Adrina. Hanya mengerjakan tugas setelah itu pulang-


Andrean menjadi pengganti orangtua bagi Adrian dan Auristella kalau orangtua mereka sedang tidak mendampingi mereka. Jadi kemanapun Adrian atau Auristella pergi, mereka harus mengatakannya pada Andrean, itu pesan orangtua mereka supaya saling tahu keberadaan masing-masing. Walaupun orangtua sedang jauh tapi mereka sebagai anak harus tetap rukun dan saling menjaga satu sama lain.


“Ya kamu benar, Ian sudah memberitahu aku. Ian bilang hanya mengerjakan tugas,”


“Ya sudah biarkan saja kalau memang sekalian berkencan, itu bukan urusanmu, Auris,” ujar Andrean mengingatkan adiknya yang mulai aktif mode posesif terhadap kakaknya.


“Itu urusanku juga, Ean. Kenapa? Karena dia kakakku, dan giliran aku yang ajak pergi terkadang dia menolak,”

__ADS_1


“Ya itu hanya terjadang ‘kan? Tidak setiap waktu? Huh anak manja ini mengeluh saja bisanya,”


Auristella berdecak lalu memukul lengan kakak pertamanya itu untuk melampiaskan rasa kesal usai diejek anak manja.


“Auris baru saja mengajak Ian pergi kah? Dan dia menolak?” Tanya Angel pada Auristella yang langsung menganggukkan kepalanya.


“Aku mengajak dia belanja, tapi dia menolak. Alasannya lagi malas keluar rumah. Giliran dengan Adrina, tidak ada kata malas sepertinya,”


“Ya kamu kalau sudah sepakat pergi dengan apa akan menolak? Hmm? Aku rasa sulit untuk menolak. Nah begitulah kira-kira yang Ian lakukan sekarang,”


“Ean! Kenapa kamu malah membawa nama Revano padahal kita tidak membahas dia sejak tadi? Ish kamu ini kenapa?”


“Aku hanya mempisisikan dirimy di posisi Ian sekarang, Auris,”

__ADS_1


“Ah kamu memang senang membela Ian ketimbang aku. Giliran aku tidak boleh pergi dengan—“


“Oh jadi sekarang kamu cemburu ya? Ian dibolehkan pergi dengan Adrina sementara kamu tidak boleh pergi dengan Revano? Begitu? Hmm? Bukankah bisa pergi diam-diam seperti yang pernah kamu lakukan beberapa hari lalu dan aku tak sengaja mengetahuinya,”


__ADS_2