Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 99


__ADS_3

“Aku juga minta maaf,”


Devan terkekeh mendengar mereka bertiga meminta maaf padahal tidak ada yang salah. Mengobrol tidak ada salahnya, tidak ada larangan kebetulan memang Ia juga belum terlalu pulas tidurnya jadi mudah bangun ketika sedikit saja mendengar suara.


“Kalian kenapa minta maaf? Tidak perlu lah, tidak ada yang salah,”


“Angel kalau mau berhenti istirahat jangan sungkan mengatakannya pada Daddy ya? Biar driver segera mencari tempat berhenti sebentar. Kamu lagi hamil harus sesekali rileks, jangan duduk terus,”


“Iya terimakasih, Dad,”


“Sama-sama, semoga perjalanan ini berkesan ya untuk kita semua karena ini ‘kan pertama kali liburan bersama setelah Angel menjadi istrinya Ean,”


“Nanti jalan-jalan lagi setelah Ian punya istri ya, Dad? Atau aku punya suami?”


“Iya itu bisa diaturlah, mudah,”


“Uangnya dipersiapkan dari sekarang, Dad. Jangan lupa ya,”


“Siap, princes,”


“Hahaha harusnya aku tidak bicara soal uang, karena itu artinya aku meremehkan Daddy,”


“Tidak masalah, itu tandanya kamu mengingatkan Daddy untuk rajin menyimpan uang, supaya bisa sewa bus yang ada toiletnya, benar begitu? Biar tidak dibilang kurang dana lagi,” ujar Devan seraya menyindir di kalimat terakhirnya.


Sebelumnya Auristella mengatakan bahwa Ia mungkin kurang dana, makanya menggunakan bus tanpa toilet.


“Hahahaha aku minta maaf, Daddy. Aku hanya bercanda,”


“Coba nanti kita pulang pakai bus itu, bagaimana menurut kalian?”


“Dad, sudahlah jangan dengarkan kata-kata Auris. Bus ini sudah lebih dari cukup. Fasilitasnya tidak main-main. Seperti di pesawat kalau menurutku, cuma tidak ada untuk buang air saja. Tapi tidak masalah, benar kata Daddy kalau ada toilet pasti jadi jarang berhenti, apalagi kita punya driver dua yang bisa bergantian menyetir bus. Jadi kurang waktu untuk istirahat sebentar,”


“Iya kita harus sering-sering berhenti, Dad. Sekarang saja aku sudah mulai bosan,”


“Kamu bosan? Ya sudah turun,“


“Daddy mengusirku?”


Devan tertawa tapi beberapa detik setelahnya Ia bicara pada driver meminta untuk mencari tempat pemberhentian.


“Hah? Kenapa berhenti? Kita mau turun dari bus dulu, Dad?”


“Ya kebetulan Daddy mau buang air kecil sekaligus jalan-jalan kaki sebentar, biasalah kaki Daddy kram,”


“Yeayy turun bus,”


Devan tidak membangunkan Lovi maupun Adrina, dan Adrian yang masih terlelap tidur. Hanya Devan, Andrean, Auristella dan Angel yang turun dari bus. Mereka langsung disambut dengan udara segar pagi.

__ADS_1


“Huwaaa akhirnya aku keluar bus, aku sudah mulai bosan ya walaupun menyenangkan naik bus itu,”


Auristella langsung meregangkan kedua tangannya dan menghirup udara segar yang langsung menyambutnya begitu Ia turun dari bus.


“Angel mau buang air kecil, kamu mau juga?”


“Iya boleh,”


“Daddy dan Ean ke kafe itu ya,” ujar Devan seraya menunjuk kafe berukuran tak terlalu besar.


“Okay siap, Dad,”


“Aku temani kalian berdua ya?”


“Tidak usah,“


“Yakin? Biar aman,” ujar Andrean pada adik dan juga istrinya.


“Aman-aman, kamu tenang saja,”


“Ya sudah, hati-hati ya, datangi aku dan Daddy di sana,” ujar Andrean seraya menatap Auristella dan Angel yang langsung menganggukkan kepala mereka.


“Okay, bye,”


Auristella langsung merangkul bahu Angel dan berjalan bersama menuju kamar mandi sementara Andrean dan ayahnya ke kafe.


“Angel, kamu tidak lelah ya berlibur seperti ini?” Tanya Auristella disela langkah kakinya.


“Semoga saja kamu kuat ya sampai liburan kita berakhir,”


“Aamiin, terimakasih doanya ya, Ris,”


“Aku khawatir sebenarnya. Aku takut kamu tidak kuat karena yang aku tau fisik wanita hamil itu ‘kan tidak sekuat saat dia belum hamil,”


“Ya memang benar, Ris, tapi doakan aku supaya kuat,”


“Pasti, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kita semua, Angel. Apalagi untuk keponakan pertamaku, ah tidak mungkin aku lupa mendoakannya,”


“Terimakasih,”


“Sama-sama,”


Mereka langsung masuk ke dalam bilik toilet yang terdiri dari tiga bilik. Kebetulan yang dua sudah kosong, Angel dan Auristella tidak membuang kesempatan untuk segera masuk.


*****


“Kalian tidak membangunkan kami bertiga. Jahat sekali ya,”

__ADS_1


Devan tertawa ketika Lovi, Adrian, dan Adrina datang ke kafe dimana Ia dan Andrean sedang menikmati hot cokelat.


“Sengaja, takut mengganggu istirahat kalian. Jadi hanya aku, Ean, Angel, Auris, dan Leon driver saja yang turun. Kami perlu rehat sebentar dari bus, Auris bilang dia mulai bosan. Jadi ya sudah aku turuti,”


“Kalian mau pesan apa? Ayo pesanlah, nanti kita lanjutkan perjalanan. Angel dan Auris lagi di kamar mandi,” ujar Devan pada mereka bertiga yang baru saja datang.


“Mau sama seperti Daddy dan Ean,”


“Okay silahkan pesan,”


Adrian meraih tangan Adrina untuk menempati kursi yang jaraknya satu kursi dari Andrean, itu untuk Angel tentunya. Sementara Lovi di sebelah suaminya.


“Angel mual atau bagaimana? Kenapa dia ke kamar mandi, Ean?”


“Hanya buang air kecil, Mom,”


“Oh Mommy pikir mual. Semoga baik-baik dia selama berlibur. Jujur Mommy khawatir,”


“Dia baik-baik saja, Mom. Tidak perlu mengkhawatirkan kondisi istriku itu,”


Adrian hot cokelat dan juga pancake, Lovi dan Adrina pun begitu. Dua itu perpaduan yang tepat.


“Ean, Daddy tidak makan sesuatu?”


“Aku hanya perlu yang hangat-hangat,”


“Sama, Daddy juga,” ujar Devan.


“Drina, bagaimana dengan orangtuamu? Mereka sudah mengabarkan sampai mana?”


“Belum, Uncle. Sejauh ini belum ada kabar, artinya mereka belum transit,”


“Okay, semoga perjalanan mereka lancar, dan kita pun begitu,”


“Iya, Uncle,”


Angel dan Auristella datang dan langsung bergabung. Mereka dipersilahkan memesan menu juga, tak ketinggalan dua orang yang membawa mereka juga dipanggil Devan untuk bergabung dan memesan apapun yang mereka inginkan.


“Ternyata Mommy dan Adrina sudah datang. Kapan bangun?”


“Barusan, Sayang,” jawab Lovi.


“Adrina juga?”


Adrina menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


“Jangan-jangan kamu dibanguni Adrian ya?”

__ADS_1


“Sembarangan. Malah Adrina bangun duluan. Dan justru dia yang membangunkan aku,”


“Duh manisnya dibanguni Adrina, pasti senang sekali dalam hati. Iya ‘kan?”


__ADS_2