Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 152


__ADS_3

-Mertuamu itu jahat sekali ya. Bisa-bisanya mereka mau mengambil alih apa yang sudah ayah berikan untukmu. Benar-benar tidak sopan! Kamu yakin merasa dihargai tinggal bersama mereka? Kamu yakin kamu baik-baik saja hidup dengan mereka? Huh?-


Angel senang sekali ketika mendapatkan kiriman dari ayahnya berupa makanan yang diberikan kepada perawat kemudian perawat itu yang menyerahkan itu kepadanya. Akan tetapi ketika mendapatkan pesan sinis dari ayahnya, rasa bahagia Angel tentu langsung berkurang.


“Kenapa ayah bicara seperti itu? Padahal aku benar-bsnar bahagia, merasa dihargai hidup bersama Ean dan keluarganya,” batin Angel seraya menatap kosong layar ponselnya.


-Kamu akan diam saja melihat sikap tidak baik mereka? Sudah jelas mereka tidak menghargai ayah sebagai ayah kandung kamu. Mereka seharusnya tidak punya hak untuk mengambil apa yang sudah ayah beriman untukmu. Apa maksud mereka? Apa mereka takut Ayah ini memberikan sesuatu yang tidak baik untukmu? Mereka khawatir? Itu sikap yang tidak pantas karena kamu adalah anak ayah-


Angel langsung menghembuskan napas dengan kasar kemudian memadamkan layar ponselnya dan meletakkan ponsel itu di nakas.


“Angel, jadi bagaimana? Itu dari siapa? Benarkah kata perawat bahwa itu dari ayahmu?” Tanya Andrean pada istrinya yang diam saja menatap kosong ke arahnya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Iya bebar, itud ari ayahku, Ean,”

__ADS_1


“Lalu kenapa dia tidak masuk saja ke ruangan ini? Apa dia tidak mau menjenguk anaknya? Kenapa dia tidak menemui kamu?”


“Ya mungkin ada satud an lain hal yang membuat ayah tidak bisa masuk ke ruanganku ini. Lagipula tidak apa-apa, Ean. Aku ‘kan sebenarnya sehat,”


“Harus! Kamu harus sehat terus, Sayang. Beosk kita pulang ya,”


“Harus! Aku harus oulang besok, aku tidak mau tau! Karena aku tidak nyaman di rumahs akit terlalu lama, aku ingin kembali ke kafe juga, aku merindukan—“


“Tapi aku baik-baiks aja jadi untuk apa istirahat sampai dua hari?”


“Kandunganmu tidak kuat, Angel, ditambah lagi ada ornag yang sengaja ingin membuat kamu celaka. Jadi kamu harus pikirkan itu, Angel,”


Angel menganggukkan kepalanya. Kemudian Ia mengernyitkan kening bingung ketika melihat Andrean meraih makanan yang baru saja dikirimkan oleh ayahnya.

__ADS_1


“Aku mau makan ini boleh?”


“Boleh, aku juga—“


“Aku saja, kamu ‘kan sdah dapat makanan dari pihak rumah sakit, yang sesuai untuk kebutuhan nutrisimj dan anak kita,”


Ada maksud terselubung dibalik perpakuan Andrean sekarang. Jujur Ia takut yang dikirimkan oleh Geno itu ada racun atau sesuatu yang bisa mencelakai istri dan juga anaknya. Jadi akan lebih baik Ia saja yang menyantap makanan dari Geno. Andrean berusaha menggunakan cara halus supaya istrinya tidak merasa sakit hati.


Sebesar itu rasa takut Andrean ketika Geno tiba-tiba saja mengirimkan makanan untuk Angel. Sebelumnya tidak pernah. Maka dari itu, sejarang Ia yang mengambil alih. Ia tidak akan membiarkan terjadi sesuatu pada istri maupun anaknya.


“Padahal aku juga ingin menikmati makanan yang diberikan oleh ayahku. Sebelumnya aku tidqk pernah diperhatikan seperti ini, Ean. Makanya aku senang sekali ayah begitu perhatian, mengantarkan makanan untuk aku,”


“Ya, tapi kita tidak tau apa isinya,” batin Andrean seraya tersenyum tipis. Perkataan itu hanya ada di hatinya saja tak Ia sampaikan secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2