
"Dia siapa?"
"Angel, istri Andrean,"
"Hah?! Yang benar? Ck! Kamu sih tidak mengundang aku. Jadi aku tidak kenal dengannya,"
"Sengaja tidak mengundang kamu. Bisa-bisa bukannya pengantin yang kamu perhatikan tapi malah Ian," gerutu Auristella yang mengundang tawa geli Ryn, fans setia Adrian.
"Adrian ada project apa saat ini?"
"Mana aku tahu. Aku bukan managernya. Lagipula dia jarang cerita tentang hal itu padaku. Paling dengan Mommy saja,"
******
Angel menekan tuas pintu kamar yang ditempatinya bersama Andrean saat ini.
Matanya langsung menangkap sosok Andrean yang sedang membaca buku dan di pahanya ada laptop. Lelaki itu mengalihkan mata dari kesibukannya saat Ia mendengar pintu kamarnya dibuka.
Angel tersenyum kaku. "Sebelum pulang, aku ke makam Ibu dan Nenek dulu, Andrean,"
"Iya, kamu sudah izin tadi. Mandi dulu, setelah itu barulah kita bicara mengenai hal tadi,"
Angel mengangguk, kakinya segera mendekati stand hanger kemudian mengambil kimono handuk nya yang menggantung di sana. Setelah itu sosoknya hilang di balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
******
Ryn menatap Adrina tidak berkedip ketika Adrina diajak masuk oleh Lovi yang baru pulang entah darimana sementara Adrina datang bersama Adrian.
"Oh ada Auris dan teman-temannya. Hallo," Lovi menyapa Ryn dan ----
Mereka berdua tersenyum sopan. Selalu seperti itu sambutan Lovi pada siapapun yang datang ke rumahnya.
Ia menyuruh Adrina dan Adrian ke ruang tengah berhubung ada Auristella dan kedua temannya di ruang tamu sedang mengerjakan tugas.
"Cepat beri tahu tujuan kamu datang ke sini pada Mommy," suruh Adrian ketika sudah duduk di single sofa. Sementara Adrina dan Lovi duduk bersama di hadapan Adrian.
"Aku ingin belajar membuat seawed cake yang sering Aunty buat itu. Aku ingin memberi Mommy kejutan karena hari ini Mommy ulang tahun dan nanti malam akan ada perayaan sederhana di rumahku, Aunty,"
Adrina menatap Lovi seraya tersenyum meringis, "Boleh, Aunty?"
Lovi memanggil maid agar membuatkan minum untuk Adrina. "Teman-teman Auris sudah disajikan apa?"
"Minum dan snack, Nona Lovi. Tadi Nona Auris berpesan begitu,"
"Baiklah, terimakasih,"
Lovi meninggalkan mereka. Adrian menggerakkan dagunya ke arah maid yang menunggu Adrina mengatakan minum dan makan apa yang diinginkan gadis itu.
__ADS_1
"Apa saja. Sebelumnya terimakasih ya,"
"Sama-sama, Nona Adrina,"
Adrina sudah sering datang ke rumah itu bahkan sudah seperti rumah kedua baginya. Tapi tetap saja Ia merasa canggung bila maid di sana melayaninya sangat baik.
"Kamu kenapa di sini? Aku hanya butuh Aunty Lovi saja,"
Adrian mendengus mendengar pengusiran Adrina untuknya. Ia yang sedati tadi menumpu salah satu kakinya di atas kaki yang lain, akhirnya menurunkan, kemudian berdiri menatap Adrina.
"Yakin tidak ingin aku temani. Kamu sendiri di sini. Atau kalau mau, kamu bergabung saja dengan adikku dan kedua temannya,"
Adrina menggeleng. Melihat dirinya datang bersama Adrian tadi, terlihat sekali Auristella si posesif kesal padanya.
"Sudah sana! Kamu ke kamar. Untuk apa masih di sini?"
"Hey kembaran beda rahim! Ini rumahku. Terserah aku mau ada dimana,"
"Erghh,"
Adrina menggeram kesal. Ia mengepalkan tangannya ke arah Adrian.
"Berisik!"
__ADS_1
"Kamu yang berisik, di rumah orang pula,"
Usai mengatakan itu, Adrian beranjak untuk masuk ke kamarnya. Mandi lalu mungkin setelah itu Ia akan melihat Adrina dan Mommy membuat cake. Tentu niatnya tidak akan melihat saja, melainkan sekalian mengganggu.