Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 132


__ADS_3

Andrean baru saja menjadi pengajar untuk anak-anak yang sengaja Ia undang ke gedung perusahaannya. Mereka yang sudah setia menggunakan aplikasi belajar online miliknya. Setelah belajar, berbincang, mereka smeua diberikan kenang-kenangan oleh Andrean berupa baju, alat tulis, sepatu, dan juga sejumlah uang. Lalu mereka smeua pulang. Andrean tersenyum lega setelah berhasil membuat anak-anak tadi tersenyum bahagia.


“Menjadi guru dadakan sudah selesai, sekarang waktunya aku kembali ke ruang kerja,”


Andrean meninggalkan aula kantornya menuju ruangan dimana Ia biasa berdiam berkutat dengan pekerjaan.


Ketika baru berhadapan dengan komputer, ponsel Andrean bergetar. Andrean langsung mengecek pesan yang baru masuk dari nomor tidak dikenal, dan ternyata pesan yang dikirim adalah foto.


Kalau saja itu foto barang aneh, atau hal-hal yang tidak penting, Andrean tidak akan serius menatap foto yang dikirimkan itu.


Tapi ini adalah foto istrinya yang kelihatan beradu bibir dengan seorang lelaki, tidak hanya itu, Ia juga dikirimkan foto Angel dipeluk oleh lelaki yang sama seperti lelaki yang menciumnya.


Andrean mengetatkan rahang. Andrean meneliti berusaha untuk memcari celah dari foto itu yang barangkali membuatnya yakin kalau foto tu adalah hasil edit. Tapi Ia tidak menemukan bahwa foto itu adalah hasil edit. Perasaan Andrean juga mengatakan kalau itu foto asli.


Andrean menghembuskan napas kasar lalu menyandarkan punggungnya dengan kasar. Ia menggusar rambutnya hingga tidak rapi seperti sebelumnya.


“Apa-apaan ini? Maksud Angel datang ke kafe untuk mengantarkan surat pengunduran diri atau justru mau bermesraan dengan laki-laki itu?!”


******

__ADS_1


Angel langsung pulang ke rumah tanpa menghubungi suaminya supaya dijemput di kafe lalu diantar ke rumah. Padahal sebelumnya Andrean sudah mengatakan kalau Ia sudah mengantarkan surat pengunduran diri dan selesai berbincangs ebnetar dnegan teman-temannya sebelum berpisah, Ia bisa hubungi Andrean supaya Andrean jemput di kafe dan Andrean antarkan ke rumah.


Angel tidak mau kalau sampai suaminya melihat Ia tidak baik-baik saja. Kejadian di kafe sangat mengguncang mentalnya.


Angel berharap kejadian yang tadi adalah pertama dan terakhir selama hidupnya. Ia berharap tidak akan pernah lagi dipertemukan dengan laki-laki jahat seperti orang tadi.


Suara ketukan pintu membuat Angel langsung beranjak meninggalkan ranjangnya. Ternyata Lovi yang datang.


“Iya, Mom?”


“Kamu baik-baik saja?” Tanya Lovi.


“Tidak apa, Andrean bertanya pada Mommy apa kamu sudah pulang? Mommy jawab kmau sudah di rumah dan sekarang di kamar. Dia meminta tolong pada Mommy untuk melihat keadaan kamu,”


“Aku baik-baik saja, Mom,”


“Ya sudah kalau begitu, Sayang. Mommy tinggal ya,”


“Terimakasih, Mom,”

__ADS_1


“Iya, istirahat lah,”


Angel menutup pintu kamarnya lagi laku menghembuskan napas kasar. “Kenapa Andrean tidak tanya langsung kepadaku ya? Kenapa meminta tolong Mommy? Padahal ponselku aktif,” ujar Angel.


Biasanya Andrean akan bertanya langsung kalau ingin tahu keadaannya, apakah Ia sudah makan, sudah istirahat, dan lain-lain. Tapi kali ini berbeda dan itu cukup membuat Angel merasa bingung dan bertanya-tanya.


*******


“Dia bahkan pulang ke rumah tanpa menghubungi aku, padahal aku sudah berpesan tadi supaya dia mengabari aku dan aku akan menjemputnya di kafe, lalu mengantarnya pulang ke rumah,”


Rasa kecewa Andrean bertambah setelah tahu istrinya sudah pulang tanpa meminta dijemput olehnya. Foto itu sudah membuat Andrean tidak tenang. Andrean emosi, di otak Andrean foto itu selalu hadir.


Andrean berniat akan menanyakan langsung soal foto itu pada Angel. Ia ingin meminta penjelasan. Tapi disaat Ia sedang panas seperti ini, Ia jadi ragu untuk membicarakan foto tersebut. Ia takut malah tidak bisa bicara baik-baik pada Angel karena sudah terlanjur dikuasai oleh rasa kesal dan tidak terima setelah tahu istrinya berinteraksi fisik dengan lelaki asing itu lumayan intim. Sebenarnya Amdrean bukan tipe orang yang mudah marah, mudah terpengaruh, mudah percaya dengan hal-hal jelek yang baru Ia lihat sekali menggunakan matanya tanpa mendengar penjelasan rinci terlebih dahulu.


Tapi ini tentang hati. Andrean selalu percaya dengan kata hatinya. Entah kenapa Andrean yakin kalau foto itu bukanlah hasil edit. Hatinya meyakini itu.


Ia sangat mempercayai Angel. Jadi ketika sekali saja melihat foto mesra Angel dengab lelaki lain, walaupun Angel belum konfirmasi apapun, dada Andrean sudah langsung panas.


“Ya Tuhan, aku cemburu, aku marah, dan aku butuh penjelasan Angel. Tapi apa aku bisa kuat mendengar penjelasan Angel?”

__ADS_1


*****


__ADS_2