Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 144


__ADS_3

“Aku mau kamu menyuapi aku roti itu, Sayang,”


“Hmm? Manjanya suamiku ini. Memang kenapa? Tanganmu sakit atau—“


“Tidaklah, Sayang. Tanganku tidak sakit. Tapi aku hanya sedang ingin disuapi olehmu, apa kamu keberatan?”


“Tentu tidak, Ean. Okay aku suapi sekarang ya?”


Andrean menganggukkan kepalanya. Ia tetap fokus bekerja sementara istrinya mulai menyuapi potongan roti ke dalam mulutnya.


Terkadang Andrean berharap setiap hari ada yang menemaninya bekerja yaitu Angel, tapi rasanya tidak mungkin karena Angel punya dunianya sendiri. Karena seperti inilah kebahagiaan yang Ia rasakan ketika ada Angel yang mendmaninya bekerja, maka dari itu hal yang wajar kalau Ia sering berharap bisa ditemani oleh Angel bekerja. Hari ini harapannya itu menjadi kenyataan.


“Aku tidak menyangka kamu akan datang menghampiriku, Sayang. Terimakasih ya sudah mau datang. Aku benar-benar sangat bahagia,”

__ADS_1


“Aku tidak mengganggu kamu ‘kan?”


“Tentu tidak, justru aku bahagia sekali karena kamu datang. Berharapnya setiap hati kamu datang tapi ‘kan tidak mungkin karena kamu juga punya kesibukan, dan aku tidak mau kamu kelelahan,”


“Aku tidak kelelahan sedikitpun. Datang ke sini memang keinginanku sendiri, Ean. Aku juga senang bisa menemanimu bekerja. Apa kamu ingin aku datang setiap hari ke sini?”


“Sebenarnya iya, tapi tidak perlu, Sayang. Aku tau kamu punya keisbukan sendiri. Kamu seventar lagi akan me jadi seorang ibu, jadi kesibukanmu akan bertambah,“


“Menjadi ibu ya nanti kalau anak kita sudah lahir, Ean,”


“Aku sebenarnya tidak sibuk, aku malah punya banyakw aktu luang,”


“Hmm? Darimana kamu punya waktu luang sementara kamu harus mengurus aku, menjadi ibu juga, dan menjadi wanita karir. Ya walaupun anak kita belum lahir tapi tetap saja kamu sudah sibuk, Angel. Aku tau betapa tidak mudahnya mengandung, dengan mengandung saja kamu sudah menjadi ibu, kata diapa menjadi ibu itu ketika anak sudah lahir saja? Tidaklah, dari dia di dalam kandungan pun, kamu sudah menjadi ibu. Hanya saja kamu memang belum mengurusnya, hanya membawanya. Tapi itupun sudah cukup menyulitkanmu ‘kan? Aku tau tidak mudah, Sayang. Aku berdoa semoga kamu selalu kuat ya,”

__ADS_1


Angel tersenyum ketika Andrean bicara seperti itu sambil menggenggam salah satu tangannya dengan erat.


“Aku pasti selalu kuat, karena ada kamu yang menemani aku,”


“Sebenarnya tanpa aku, kamu sudah menjadi wanita yang kuat, sebelum mengandung pun kamu sudah aku kenal sebagai wanita yang kuat karena aku tau jalan yang pernah kamu lalui tidak ada yang mudah, Sayang. Di dalam hidupmu, banyak sekali tantangan,”


“Swtelah kamu menjadi suamimu, aku sepertinya tidak lagi sekuat dulu, Ean, karena kamu terlalu memanjakan aku,” ujar Angel.


“Sayang, memang itu sebuah keharusan untuk aku yang menjadi suamimu. Kamu sudah terlalu lelah menjadi orang yang sangat kuat selama ini, makanya aku memanjakan kamu,”


“Tapi jangan keterlaluan hahaha,”


“Tidak juga, aku rasa tidak ada hal yang aku lakukan dalam kategori berlebihan,”

__ADS_1


“Buktinya diberikan kafe akhirnya aku tidak bekerja lagi di kafe milik orang lain, itu saja sudah dimanjakan,”


“Kalau bekerja di kafe milikmu sendiri, kamu bebas mengatur waktu, kalau bekerja di bawah pimpinan orang lain, kamu akan sangat lelah. Dan sudah cukup kamu merasa lelah selama ini, Sayang,”


__ADS_2