Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 180


__ADS_3

“Kamu keterlaluan Gesty! Kamu gunakan untuk apa uang dari Angel?! Hah? Kembalikan pada Angel! Kamu jangan lagi mengambil apa yang bukan milik kamu! Berhenti jadi orang jahat!”


Gesty tertawa sinis mendnegar nasihat ayahnya yang begitu Ia sampai di rumah langsung menanyakan keberadaan uang yang dikirimkan Angel untuk sang ayah berobat. Kemudian menasihatinya untuk berhenti menjadi orang yang jahat.


“Ayah tidak pelru mengajari aku. Karena aku tidak butuh itu. Apa ayah sudah berubah jadi kebih baik? Kalau aku perhatikan begitu ya? Oh batus lah, karena ayah sudah tua kalau tidak meminta ampun dan berubah sekarang, kapan lagi? Betul bukan? Umur ayah mungkin tidak akan lama lagi,”


Geno tak mampu menahan keinginan tangannya untuk menampar wajah sang anak alhasil Ia berhasil memberikan pelajaran pada Gesty berupa satu buah tamparan di pipi kanan Gesty.


“Kamu benar-bebar keterlaluan! Kembalikan uang Angel! Itu hak Angel,”


“Apa? Itu hak dia? Apa ayah tidak salah bicara? Itu sudah Nagel berikan, jadi bukan hak dia lagi,”


“Ya, tapi dia berikan uang itu untuk ayah dan atah tidak akan menggunakannya. Jadi cepat ke balikan sekarang pada Angel karena itu uangnya, Gesty!”


“Aku tidak peduli, Ayah. Itu sudah ada di tanganku jadi milikku. Apapun yang sudah s,nggah di tanganku maka tidak akan pernah bisa ditarik kembali, ayah paham?”


“Kurang ajar kamu!”


Geno kembali menampar Gesty. Geno semakin lelah dengan perilaku Gesty yang semakin hari semakin parah. Alih-alih berubah, Gesty jystru semakin menunjukkan keburukannya.


“Ayah yang keterlaluan karena ayah menampar wajah anak ayah sendiri,”

__ADS_1


“Kamu pantas menerimanya karena kamu sudah keterlaluan! Berubah lah sebelum pelajaran datang membungkam mulut kamu!”


“Ayah sudah taubat ya? Hahahaha ya bagus lah, ayah sudah tua, kalau tidak taunat sekarang, aku khawatir ayah terlanjur mati dan ayah belum bertaubat,”


“Kamu yang seharusnya takut mati sebelum bertaubat! Karena usia tidak ada yang tahu, bisa jadi kamu yang mati lebih dulu,” ujar Geno dengan nada tingginya.


“Ayah menyumpahi aku mati lebih dulu daripada ayah? Hmm?”


“Kita tidak ada yang tahu, Gesty. Masalah usia sudah ada yang mengatur jadi jangan terlalu percaya diri usiamu lebih lama daripada ayah,”


******


“Angel, temani aku pergi mau?”


“Beli hadiah untuk Revano. Dia mengundang aku untuk datang ke ulang tahun Mommy nya. Aku bingung mau memberi hadiah apa, tolong bantu aku pilihkan hadiahnya ya, Angel, sekaligus temani aku,”


“Boleh, kamu jemput aku di kafe tidak keberatan?”


“Tidak, aku akan datang ke kafe. Kamu izin dulu pada Ean ya?”


“Okay, Ris,”

__ADS_1


Sambungan telepon mereka berakhir. Angel langsung menghubungi suaminya untuk meminta izin terlebih dahulu. Jangan sampai Andrean menjemputnya di kafe tapi Andrean tak menemukan keberadaannya yang pergi dengan Auristella.


“Halo, Ean,”


“Iya, Sayang?”


“Bolehkah aku pergi dengan Ris sebentar? Hanya untuk mencari hadiah jadi nanti kamu tidak perlu menjemput aku ya, Ean,”


“Ris siapa, Sayang? Kamu akan pergi dengan laki-laki? Dia siapa? Teman kamu ya?”


“Hah? Laki-laki? Astaga kamu salah paham,”


Angel tertawa ketika suaminya menganggap bahwa Ia akan pergi dengan teman laki-lakinya. Padahal bukan, Ia akan pergi dengan Auristella.


“Kenapa kamu berpikir seperti itu?”


“Lalu?”


“Aku akan pergi dengan Auristella,”


“Oh, Auristella, aku pikir—“

__ADS_1


“Astaga hahahahah,”


__ADS_2