Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 165


__ADS_3

“Astaga, bisa-bisanya kita bertemu di sini! Jangan bilang kamu mengikuti aku ya?”


“Hahahaha, mana mungkin. Aku saja tidak tau kalau kamu berlibur,”


Auristella sangat tidak menduga kalau Ia akan dipertemukan dengan Revano di destinasi liburan mandirinya kali ini.


“Kenapa kamu bisa di sini?”


“Aku diajak ayahku yang ada pekerjaan di sini seklaigus berlibur, kamu sendiri?”


“Aku berlibur, tentu saja,”


“Hanya sendiri?”


“Ya, aku hanya sendiri. Angel, tidak mau ikut. Dia menyebalkan bukan?”


Revano sejujurnya senang sekali bis abertemu dengan Auristella tanpa direncanakan dan Ia benar-benar tidak tahus ama sekali kalau ternyata Auristella berlibur di negara yang sama dengannya.


Tiba-tiba saja mereka dipertemukan di sebuah kafe. Ia awalnya sudah akan duduk menikmati cappucino latte nya tapi Ia melihat wajah yang tak asing. Akhirnya Ia hampiri. Kemudian Ia berdehem setelah berdiri di depan Auristella yang sedang memainkan ponselnya.


Auristella terlihats angat terkejut mendapati kehadirannya. Tanpa permisi Ia langsung duduk di hadapan Auristella.


“Aku senang sekali bisa bertemu dnegan kamu, Ris,”

__ADS_1


“Aku rasa kamu sengaja mengikutiku,” ujar Auristella berkelakar.


“Ah ya sudah kalau tidak percaya, terserah padamu. Tu hakmu mau percaya atau tidak. Tapi ngomong-ngomong, ayahku sedang membayar di kasir, nanti kamu tanyakan langsung padanya,”


Auristella terkekeh, sejujurnya Ia percaya tapi barangkali saja Revano benar-benar mau menjadi pengikutnya pergi kemana-mana.


“Kamu terlalu percaya diri, Nona Auris yang cantik,”


Dipuji seperti itu saja sudah membuat perasaannya menghangat. Padahal seharusnya biasa saja, karena Ia sudah terlalu sering dipuji oleh keluarga atau teman-temannya yang lain.


“Ah itu dia ayahku,”


Revano langsung memanggil ayahnya yang sedang kebingungan mencari anaknya. Ketika dipanggil, lelaki yang tak begitu tua dengan kacamatanya itu langsung menghampiri sang anak yang sedang duduk berhadapan dengan sekrang perempuan yang belum Ia kenali sosoknya.


“Iya maaf, Ayah. Oh iya, aku mau kenalkan ayah dengan Auristella, ini dia orangnya, Ayah,”


Auristella langsung tersenyum menyapa lelaki yang disebut Revano sebagai ayahnya itu. Auristella langsung mempersilahkan lelaki itu duduk.


“Revano sering bercerita tentangmu, Auris,”


Auristella tersenyum saja, bingung mau menanggapinya bagaimana. Ia tidak tahu apa yang Revano ceritakan kepada ayahnya tentang dirinya. Ia berharap yang diceritakan adalah sisi positifnya.


“Ayah, aku ke sini karena di ajak ayah bukan?”

__ADS_1


Tanya Revano pada Henrey yang sejujurnya bingung karena tiba-tiba anaknya bertanya seperti itu. Dia tidak tahu kalau Revano sedang


beruaaha meyakinkan Auristella bahwa Ia tidak mengikuti Aurisella sama sekali.


“Iya, kamu menemani ayah mengurus pekerjaan di sini seklaigus kita berlibur. Kenapa bertanya seperti itu?”


“Ah tidak, aku hanya ingin bertanya saja,” ujar Revano sambil tersenyum ke arah ayahnya, kemudian menatap Auristella seolah berkata “Aku jujur, Auris,”


“Auristella hanya sendiri di sini?”


“Iya, Paman,”


“Berlibur?”


“Ya, aku berlibur,”


“Oh, bis akebetulan sekali ya kita bertemu di sini? Revano bahagia seklai pasti, hatinya berbunga-bunga, percayalah padaku,”


“Ayah, tolonglah jangan terlalu jujur,”


Henrey terkekeh mendengar ucapan Revano. Menurut Henrey, Auristella harus tahu itu. Karena sering bercerita tebtang Auristella, Henrey sudah bisa menebak bahwa anaknya punya perasaan yang istimewa untuk Auristella dan pertemuan mereka sekarang tentunya menghadirkan rasa bahagia di hati Revano.


“Kalau Daddy, Ian dan Ean tau di sini ada Revano, apa tanggapan mereka ya? Aduh aku tidak bisa membayangkan, takut,”

__ADS_1


__ADS_2