
“Mom, kapan aku bisa ajak Angel ke rumah sakit?”
“Besok saja, semakin cepat semakin baik. Sekarang ‘kan sudah malam, mungkin ada dokter kandungan yang praktek tapi lebih baik untuk malam ini Angel istirahat dulu, berhubung Angel juga baru muntah ‘kan tadi. Lagipula sudah diberikan obat sementara pleh dokter rose,”
“Okay, Mom. Menurutku juga kebih baik besok biar malam ini Angel istirahat,”
“Ean, aku boleh ‘kan ikut ke rumah sakit?”
“Tentu saja boleh, Auris,”
“Yeayy terimakasih, Ean,”
“Benar apa dugaan kita, Ris. Angel hamil, dan kita baru juga bicara soal ini beberapa saat lalu,”
“Iya, dugaan kita ternyata benar, Mom,”
“Ini kabar yang kita tunggu-tunggu. Akhirnya ya, di rumah ini akan kedatangan bayi kecil. Semoga dia sehat terus, dan proses persalinan nanti berjalan dengan lancar ya, Angel, Ean,”
“Aamiin, terimakasih, Ian,”
“Ya sudah sekarang kami pergi dulu. Kalian berdua istirahat lah,”
“Iya, Mom,”
Lovi mengajak kedua anaknya untuk pergi meninggalkan kamar Andrean dan Angel yang masih tidak menyangka rasanya.
__ADS_1
“Ean, semoga saja aku benar hamil ya. Aku takut—kecewa. Kita sudah senang tapi ternyata aku malah sakit bukan hamil,”
“Hei sayang jangan bicara seperti itu. Dokter Rose itu donter kepercayaan keluarga ini. Dia sudah bekerja bersama kami cukup lama dan selama ini kredibilitasnya terbukti. Jadi rasnaya tidak mungkin dia salah diagnosa. Lagipula orang awam seperti Mommy dan Auris saja bisa menebak karena melihat tanda-tanda wanita hamil ada di kamu,”
“Semoga keadaan bayi kita sehat ya, Eqn. Dan bisa dilahirkan dengan keadaan sehat juga selamat,”
“Aamiin, kita harus selalu berdoa,”
******
“Daddy, yah sayang sekali Daddy baru pulang. Dafdy tau tidak sih, Angel itu didiagnosa oleh dokter rose sedang hamil. Daddy pulang terlanbat jadi tidak dengar langsung tadi,”
Devan baru juga menginjakkan kakinya di lantai rumah, Ia sudah disambut dnegan putri bungsunya yang membawa kabar bahagia sekaligus mengejutkan.
“Iya bebar, Dad. Angel sedang mengandung. Tadi dokter Rose sendiri yang mengatakannya. Dan Angel diminta untuk datang ke rumah sakit supaya bisa diperiksa kebih detail,l oleh dokter kandungan,”
“Ya Tuhan, Daddy sangat bahagia mendnegarnya. Wah ini adalah kabar yang kita nantikan. Akhirnya ya, penghuni rumah ini tidak hanya orang dewasa saja,”
“Hmm tapi ‘kan keponakan aku itu apati akan dibawa kabur omeh orangtuanya ke rumah mereka, Dad,”
“Ah itu mudah. Daddy akan memibta mereka untuk bertahan dulu, sampai Daddy puas bermain dengan cucu Daddy itu,”
“Yes! Ide bagus, Dad. Aku tidak sabar keponakank lahir,”
“Kapan dibawa ke rumah sakit? Malam ini juga?”
__ADS_1
“Menurut Ean dan Mommy lebih baik ke rumah sakitnya besok saja Dad. Biar malam ini Angel bisa istirhaat dulu. Tadi di jalan, Angel ‘kan sempat muntah, Dad,”
“Ya Tuhan, dia harus banyak istirahat dan memperhatikan kesehatannya sendirid an juga bayinya,”
“Iya itu kata dokter rise tadi. Oh iya dokter rose juga menyerahkan obat juga vitamin tadi,”
Devan tersneyum mendapatkan kabar yang ebnar-bsnar lengakp dari anak terakhirnya itu. Auristella benar-benar menjadi pembawa berita yang bisa diandalkan.
“Mommy dimana?”
“Mommy menunggu Daddy di kamar,”
“Okay kalau begitu Daddy ke kamar dulu untuk istirahat ya. Terimakasih sudah menyampaikan berita bahagia ini pada Daddy, Sayang,”
“Okay, Dad,”
“Sama-sama, Daddy,”
Devan bergegas ke kamarnya dengan perasaan bahagia yang tak bisa Ia ungkapna. Dengan untaian kata ataupun kalimat. Intnya mendnegar kabar Angel mengandung, perasaan Devan bahagia terharu.
“Hai, Sayang,”
Ketika Devan membuka pintu kamar, Lovi langsung menghampiri suaminya dan menyapa dengan mesra.
“Hai kamu malam-malam begini masih berkutat dengan desain baju-baju,”
__ADS_1