
Angel inginnya memenuhi keinginan sang suami yaitu Ia fokus menjalankan perannya sebagai istri dengan baik. Namun apa daya, kakaknya memaksa Ia agar tetap bekerja agar hasilnya nanti bisa untuk kakaknya itu.
Mungkin dengan begitu, Angel tetap bisa berbakti dengan kakak dan ayahnya sekalipun Ia tidak bersama mereka lagi. Oleh sebab itu, Ia tidak kuasa menolak.
Hari ini Ia berniat untuk mulai bekerja lagi. Namun sayang, restoran tempat Ia bekerja sebelum menikah sudah mendapatkan pengganti untuknya. Terpaksa, Angel mencari tempat lain untuk mencari pekerjaan.
Angel berangkat dari rumah pukul sepuluh setelah menyelesaikan kegiatannya di rumah. Memasak, melayani semua kebutuhan suaminya yang akan pergi bekerja, dan juga mengerjakan tugas kuliahnya.
Semalam, Angel sudah mulai mencari-cari cadangan bila seandainya restoran sudah tidak menerimanya lagi. Ada dua kafe yang Ia lihat di sebuah website sedang membutuhkan barista. Begitu Ia datangi tadi, ternyata sudah tidak mencari barista lagi.
Angel melangkahkan kakinya keluar dari kafe. Ia sudah letih. Tapi belum ada hasil. Rasanya sia-sia kalau Ia pulang ke rumah.
Ia duduk di luar kafe kedua yang Ia datangi yang berdasarkan website sedang mencari barista namun nyatanya sudah tidak lagi.
"Aku harus mendapat pekerjaan supaya aku tetap bisa memberikan uang untuk ayah dan Kak Gesty," tekat Angel sejak tadi.
Sejujurnya Angel juga merasa bersalah bila Ia harus berhenti bertanggung jawab pada ayah dan kakaknya. Ia tidak ingin mereka beranggapan bahwa Angel telah lupa pada mereka karena sudah ditanggung hidupnya oleh Andrean. Tapi di sisi lain, Ia juga sulit untuk menolak permintaan suaminya yang ingin Ia fokus menjadi pelajar dan istri yang baik.
Ia sudah yakin untuk memilih keluar dari pekerjaannya dengan harapan ayah dan kakaknya tidak harus Ia berikan uang terlalu sering. Hingga Ia bisa menabung uang pemberian Andrean terlebih dahulu. Ia akan berusaha hemat agar uang yang seharusnya untuk dirinya bisa Ia alihkan pada ayah dan kakaknya. Tapi ternyata, Gesty tetap dengan kebiasaannya. Ia ingin meminta terus-menerus, tanpa membiarkan Angel hidup tenang.
Angel mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ada nama sang kakak di layar datar ponsel.
"Angel,"
__ADS_1
"Iya, Kak?"
"Kamu sudah mulai bekerja 'kan? Ingat ya, kamu tetap harus berbakti pada aku dan ayah!"
"Iya, Kak. Aku mengerti, sekarang aku sedang mencari pekerjaan lain karena restoran sudah tidak menerimaku lagi,"
Terdengar decakan keras dari mulu Gesty. Nampaknya Gesty kesal sekali mengetahui kalau adiknya benar-benar menganggur saat ini.
"Cari pekerjaan sampai dapat dan hasilnya tentu kamu tahu untuk siapa. Jangan lepas tangan pada aku dan ayah! Status kamu sebagai istri tidak merubah apapun. Kamu paham?!"
Angel menghela napas lelah. Tanpa mengatakan apapun lagi, Ia mengakhiri panggilan. Pikirannya sedang penat dan Gesty hanya bisa menambah kepenatan itu.
*****
"Kamu kenapa sih?"
"Aku memaksa Angel untuk bekerja lagi. Enak saja dia mau lepas tangan dari kebutuhan kita,"
Alis Geno terangkat. Kemudian senyum miring terutas di bibirnya. "Rupanya kamu lebih cepat melangkah dari ayah,"
"Kita harus makan dan kalau dia tidak bekerja siapa yang akan memberi kita makan?!"
"Tadinya, ayah juga akan bicara pada Angel. Ayah tidak ingin Ia hidup senang sendiri. Ayah ingin dia tetap memberi kita uang setiap kita meminta. Ternyata kamu sudah bicara begitu padanya. Baguslah,"
__ADS_1
"Dan sialnya dia sudah terlanjur mengundurkan diri dari tempatnya bekerja,"
Raut Geno terlihat cemas. Jelas saja, karena itu artinya sumber penghasilan Angel benar-benar tidak ada.
"Lalu bagaimana?"
"Doa sedang mencari pekerjaan lain,"
"Bodoh sekali anak itu. Sudah tahu ayah dan kakaknya hidup susah, kenapa pakai mengundurkan diri?!"
"Karena permintaan si brengsek Andrean, Ayah!"
Mata Geno membulat tajam. Rahang tegasnya nampak mengeras. Kedua tangannya saling mengepal.
"Karena dia orang yang punya banyak uang jadi dia seenaknya menyuruh Angel berhenti kerja. Sialan!"
*******
Sesuai janjinya sebelum menikahi Angel, Andrean sudah berjanji untuk memberikan kebahagiaan dan juga perlindungan bagi Istrinya.
Salah satu hal yang Ia lakukan demi menjaga Angel sekalipun mereka tidak dalam lokasi yang berdekatan adalah, Ia sengaja mengaktifkan lokasi keberadaan Angel lalu disambungkan ke ponsel pintarnya. Sehingga Ia bisa memantau keberadaan istrinya dan bila Ia menemukan ancaman yang bisa saja terjadi pada Istrinya, tidak perlu waktu lama Ia bisa menghampiri Angel.
Kening Andrean mengerinyit saat melihat lokasi terkini Angel. Sudah dua kafe yang Ia datangi dan itu berbeda-beda. Lokasinya pun cukup berjauhan. Apa sebenarnya tujuan Angel ke dua kafe itu? Tadi pagi Angel izin padanya untuk kembali bekerja di restoran.
__ADS_1