Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 166


__ADS_3

“Halo, Auris,”


“Halo, Daddy. Bagaimana kabarmu di sana?”


“Daddy baik, kamu sendiri?”


“Iya aku pun baik. Maaf sedikit jarang menghubungi di sana, karena di sini aku terlalu menikmati liburan, dan jarang memegang ponsel juga, Daf,”


“Tidak apa, tapi usahakan sesering mungkin hubungi kami yang di sini karena kami ingin tahu kabarmu,”


“Okay, Dad,”


“Sebenarnya terlalu menikmati liburan atau terlalu menikmati kebersamaan? Hmm?”


Mendengar pertanyaan Devan, kening Auristella langsung mengernyit bingung. Ia tidak paham dengan perkataan Daddy nya yang membawa kata ‘kebersamaan’. Ia tidak sedang bersama siapa-siapa sekarang memgingat bernagkat berlibur pun hanya seorang diri.


“Maksudmu, Dad?”


“Daddy tau di sana ada Revano,”


“Hah?!”


Auristella terperanjat kaget begitu mendnegar ucapan singkat sang ayah. Jadi ternyata Devan tahu bahwa Revao juga ada di negara yang sama dengannya walaupun mereka tak ada niat untuk liburan bersama.


“Ya, Daddy tahu,”

__ADS_1


“Bagaimana bisa?”


“Kamu lupa siapa Daddymu ini? Hmm? Semua bisa Daddy lakukan. Lagipula seharusnya kamu tidak perlu heran, Sayang. Walaupun kamu hanya berlibur seorang diri, tetap saja akan ada ornag yang mengawasimu. Tujuannya untuk memastikan kamu baik-baik saja dan dia akan melaporkannya pada Daddy,”


Auristella semakin dibuat terperangah. Ia menepuk pelan keningnya. Bagaimana mungkin Ia lupa kalau ayahnya memang memiliki kuasa atas apa yang ingin dia lakukan. Menyuruh orang untuk mengawasinya, sudah pasti tahu kalau Ia bertemu dengan Revano dan langsung dilaporkan kepada Devan. Sudah pasti Devan mengira bahwa Ia dan Revano sengaja liburan berdua.


“Jadi bagaimana? Menikmati liburan atau menikmati kebersamaan dengan Revano?”


“Dad, aku bersumpah aku dan Revano tidak berlibur bersama. Kami tidak sengaja bertemu di sebuah kafe, Dad. Ternyata dia datang bersama ayahnya, Dad untuk mengurus pekerjaan di sini seklaigus mereka juga ingin liburan. Aku juga kaget melihat dia. Aku pikir dia mengikutiku hahaha. Tapi ternyata tidak, dia saja tidak tahu rencana berliburku. Setelah aku ingat-ingat, ternyata memang aku tidak memberitahunya mau kemana aku berlibur, Dad,”


“Benarkah? Daddy pikir kamu dan Revano memang ada rencana ingin liburan berdua,”


“Tidak sama sekali, Daddy. Tolong percaya padaku. Tidak ada niat untuk liburan berdua. Lagipula aku tidak mungkin berani. Kenapa? Karena aku tidak tertarik, dan aku juga takut Daddy tahu. Aku bisa ditegur habis-habisan nanti kalau seandainya ketahuan liburan berdua dengan Revano secara diam-diam.”


“Iya, Dad. Apa Daddy percaya padaku?”


“Tentu, Daddy percaya padamu, Putriku,”


“Terimakasih, Daddy,”


“Ya, sering beri kabar ke sini ya,“


“Iya,”


“Nikmati liburanmu dengan sebaik mungkin, diiringi dengan perkuliahan juga,”

__ADS_1


“Iya, Dad,”


“Baiklah Daddy tutup panggilannya,”


“Iya, Daddy,”


Sambungan telepon Auristella dan Daddy nya berakhir. Auristella langsung menggunakan kaus kakinya karena Ia sudah siap untuk datang ke taman dekat dengan penginapannya.


Setelah itu Ia keluar dari gedung hotel dan dikejutkan dengan sentakan tiba-tiba di bahunya.


“Hai, Putri cantik,”


Auristella menoleh dan mendapati sosok Revano. Auristella langsung menyingkirkan tangan Revano dari bahunya sambil Ia berdecak kesal.


“Kamu membuat aku kaget! Kenapa tiba-tiba kamu ada di depan hotel tempat aku menginap? Hmm?”


“Aku ingin mengajakmu makan bersama, Ris kalau kamu tidak keberatan,”


“Aku akan pergi ke taman,”


“Ya sudah kalau begitu ayo aku temani?”


“Tidak usah,”


Auristella memperhatikan sekitarnya. Ia yakin orang suruhan Daddy nya sudah melihat kebersamaan antara dirinya dan Revano. Semoga dengan pertemuan kedua ini, Daddy nya tetap percaya bahwa Ia dan Revano memang benar-benar tak sengaja dipertemukan di negara yang sama.

__ADS_1


__ADS_2