Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 168


__ADS_3

“Astaga, aku menghubungi kamu sejak hari masih terang tadi, dan kamu baru sampai di rumah saat hari sudah gelap. Kamu kemana saja, Angel? Seharusnya kamu mengabari aku dulu sebelum memutuskan untuk pergi. Aku mengkhawatirkan kamu, apalagi kamu sedang mengandung,”


Andrean tidak bisa lagi menunggu lebih lama. Mommy nya meminta Ia tenang, dan sabar menunggu sampai Angel pulang. Andrean rasa sudah cukup rasanya Ia menunggu. Oleh sebab itu Ia tergesa-gesa menghampiri mobilnya untuk mencari Angel. Ia juga tidak tahu mau mencari kemana. Tapi yang jelas Ia tidak bisa diam saja di rumah sementara istrinya tak pulang-pulang.


Ketika Ia akan masuk ke dalam mobil Ia tak sengaja bertemu dengan Angel yang pulang dengan senyum cerianya tapi tak bisa ditutupi bahwa wanita hamil itu lelah.


“Maaf, Ean. Aku baru saja dari rumah sakit,”


“Apa? Kamu dari rumah sakit? Cuma sendiri? Aku tidak diberitahu, Sayang? Apa yang kamu alami memangnya?”


Andrean langsung meraih tangan istrinya kemudian langsung melontarkan pertanyaan sekaligus ungkapan bahwa Ia tidak terima ketika Angel tidak memberitahunya ketika Angel ke rumah sakit padahal Ia wajib diberitahu karena statusnya adalah suami Angel, ayah dari anak-anak mereka.

__ADS_1


“Bukan aku yang sakit,” ujar Angel dengan lembut sambil mengusap kedua bahu sang suami.


“Lalu?”


“Ayahku yang sakit, beliau baru saja mengalami kecelakaan, Ean. Makanya aku datang ke sana untuk melihat keadaan Ayah sekaligus membantu untuk merawatnya. Beliau perlu aku sebagai anaknya,”


“Astaga, lalu sekarang bagaimana kondisi ayahmu?”


“Aku mendoakannya, tapi memangnya tidak bisa ya memberitahu aku? Kamu terlalu sibuk di sana? Bukan aku mau melarang kamu untuk mengurus ayah, tapi akan lebih baik kamu beritahu aku. Tenang saja, aku tidak akan melarang kamu, Sayang. Supaya aku merasa tenang. Aku kebingungan mencari keberadaan kamu, ditambah lagi kamu tidak bisa dihubungi. Aku takut terjadi sesuatu padamu, Angel,”


“Iya aku minta maaf ya, Ean. Aku benar-benar terlalu panik tadi, laku sampai di sana aku terlalu sibuk bersama ayah. Aku benar-benar mengamati setiap pergerakannya dan tidak terpikirkan untuk memberitahu kamu dimana aku berada, aku minta maaf ya,”

__ADS_1


“Okay aku maafkan tapi aku harap kamu lain kali tidak seperti ini lagi ya. Aku tidak akan melarang kamu untuk mengurus ayah tapi setidaknya kabari aku, supaya aku merasa tenang. Kalau aku tahu keberadaan kamu dan aku tahu kegiatan kamu, aku sedikit lebih tenang walaupun kamu tidak bersama aku,”


“Iya lain kali aku akan lebih memperhatikan itu. Maaf sudah membuat kamu khawatir ya,”


Andrean menganggukkan kepalanya. Andrean tidak mungkin melampiaskan emosi kepada istrinya mau sebesar apapun rasa panik atau khawatirnya. Yang terpenting sekarang Ia sudah bertemu Angel dan Ia sudah memastikan Angel baik-baik saja.


Begitu Lovi melihat Angel yang akan bergegas ke kamar, Lovi langsung memanggil Angel yang berjalan bersama Andrean.


“Ya ampun, Sayang. Darimana kamu? Andrean benar-benar panik tadi. Mommy minta dia lebih sabar menunggu kamu di rumah tapi dia menolak karena dia takut terjadi sesuatu padamu, Angel,”


“Iya, Mom aku minta maaf. Aku baru saja dari rumah sakit. Ayahku baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang dirawat di rumah sakit. Jadi aku menjenguknya, Mom,”

__ADS_1


__ADS_2