
Angel kembali bekerja di kafe yang menjadikannya sebagai perempuan sibuk. Tapi Ia menikmati apa yang Ia lakukan itu sehingga tidak merasakan yang namanya beban.
“Angel, suamimu bukan orang sembarangan, dari awal aku sudah yakin. Buktinya mengantarmu dengan mobil yang aku tau harganya luar biasa. Tapi aku bingung, kenapa kamu mau bekerja? Padahal ‘kan, suamimu sudah mencukupi,”
Angel menoleh ketika seorang pelayan perempuan datang menghampirinya yang sedang mengangkat piring dan cangkir kotor, temannya sesama pelayan itu datang membawa lap pembersih.
Angel tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Adera. Pertanyaan yang wajar ada ketika melihat teman yang kelihatannya memiliki suami mampu tapi masih memilih untuk lelah bekerja.
“Aku senang bekerja, biar ada kesibukan,”
“Tapi suamimu mencukupi ‘kan?”
“Tentu saja, Dera. Ean sangat mencukupi semua yang aku butuhkan, tapi aku memyukai pekerjaan yang aku lakukan. Aku juga sudah terbiasa bekerja sejak belum menikah dengan Andrean. Beruntungnya dia memahami itu. Dan dia tidak melarang aku untuk bekerja,”
“Tapi aku yakin, dia sebenarnya ingin kamu menjadi ibu rumah tangga yang fokus pada pernikahan kalian saja. Hei dengar aku ya,”
Adera langsung memegang bahu Angel hingga Angel harus sedikit memutar badannya supaya berhadapan dengan Adera yang nampaknya akan bicara serius.
“Aku beritahu satu hal padamu. Sekarang kamu belum memiliki anak, jadi mungkin rasa lelahnya belum begitu ada, tapi setelah kamu punya anak, uh rasanya luar biasa, Angel,” ujar Adera sambil mengangkat kedua ibu jarinya dan itu mengundang tawa Angel. Adera benar-benar menggambarkan bagaimana lelahnya ketika sudah punya anak, ditambah lagi harus bekerja.
“Ya itu bisa dibicarakan nanti, Adera. Untuk sekarang, aku ‘kan belum punya anak. Hamil saja belum, jadi aku masih punya waktu kosong makanya bekerja,”
“Ya sudah, aku ucapkan selamat nanti kalau sudah punya anak dan tetap bekerja,” ujar Adera seraya terkekeh dan menepuk bahu Angel sekali.
“Okay, aku mencuci semua piring dan cangkir kotor ini dulu ya,”
Adera menganggukkan kepalanya membiarkan Angel bergegas ke tempat mencuci peralatan kotor, sementara dirinya membersihkan meja.
__ADS_1
Baru juga lima langkah, tiba-tiba ada yang menghampiri Angel dan langsung mendorong bahu Angel dengan cukup kuat hingga Angel tersungkur jatuh di lantai dan semua yang Ia bawa berserakan di lantai, alias pecah tidak berbentuk karena smeua piring dan cangkir yang dibawa tentunya berbahan dasar kaca.
“Astaga,”
Angel panik luar biasa, kemudian menatap si pelaku yang benar-benar tidak punya hati karena mendadak mendorongnya dan sekarang sudah membuat kekacauan di kafe karena pecahan alat makan berserakan.
“Itu memang pantas kamu dapatkan ya, anak bodoh!”
“Kak, apa yang kamu lakukan?”
Angel langsung berdiri berhadapan dengan kakaknya. Susah payah Ia menahan nyeri di bokong dan pinggangnya ketika akan berdiri tadi. Wajar saja karena Ia berbenturan dengan kaki kursi tadi.
“Kurang beruntung apalagi kamu ya?! Sudah dipertemukan dengan suami yang tidak selevel sama kamu! Sekarang ayah pun membela kamu! Dasar anak kurang ajar!”
Gesty langsung menampar pipi adiknya itu. Adera terkejut melihat apa yang ada di depan matanya sekarang, begitupun para pengunjung kafe yang semula asyik menikmatiw aktu mereka, tiba-tiba harus diganggu oleh keributan yang diciptakan oleh Gesty.
Angel langsung menarik tangan kakaknya supaya keluar dari kafe. Angel tidak bisa diam saja. Ia ingin secepatnya keluar dari situasi yang membuat Ia ingin menangis karena terlalu malu. Setelah ini, bukan hanya menjadi omongan para pengunjung jafe, bisa jadi Ia ditegur atau bahkan dipecat oleh atasannya.
“Kakak keterlaluan! Aku salah apa, Kak? Hah? Aku benar-benar tidak mengerti kenapa kakak jadi marah begini? Aku sudah mengirimkan uang saat ayah dan kakak minta kemarin, kurang apalagi, Kak?”
“Aku tidak akan bisa tenang melihat hidup kamu bahagia, Angel. Hidup kamu sekarang terlalu sempurna dan sebenarnya itu tidak pantas kamu dapatkan!“
“Kak, aku salah apa sama Kakak? Aku sudah berusaha baik, kenapa Kakak selalu saja jahat padaku, Kak?”
Pecah sudah tangis Angel menghadapi amarah kakaknya ini. Entah kapan mereka bisa baik-baik saja. Angel terkadang iri melihat hubungan kakak beradik yang terjalin dengan begitu erat dan kompak. Sementara Ia dan kakaknya tidak bisa seperti itu. Padahal di luaran sana juga banyak saudara tiri yang hubungannya sangat baik, bahkan tak jarang lebih erat ketimbang hubungan saudara kandung.
“Aku dikurung ayah, kamu tau?! Hah?!”
__ADS_1
Angel meringis kesakitan saat Gesty menampar wajahnya. Belum puas menyakiti wajah Angel, sekarang Gesty mencengkram tangan kanannya dengan kuat.
“Arghh sakit, Kak,”
Angel langsung berusaha melepaskan tangan kakaknya, tapi diabaikan. Justru Gesty semakin kuat mencengkram tangannya.
“Angel, kamu baik-baik saja?”
Angel dan Gesty menoleh ketika Adera menghampiri mereka dengan wajah panik. “Nona tolong ya jangan membuat keributan di kafe ini, dan apa yang anda lakukan barusan pada temanku?”
Adera langsung melepaskan cengkraman tangan Gesty yang telah menyakiti Angel. Gesty tidak menyerah tetap mempertahankan tangannya, sambil dia berkata murka pada Adera “AKU TIDAK ADA URUSAN DENGANMU! JANGAN IKUT CAMPUR!”
“Hei dengar ya! Anda hidup di dunia ini ada aturan, dan di kafe ini ada aturan karena anda datang sebagai pengunjung, anda harus tau bahwa pegawai di sini punya hak atas keselamatannya. Jadi sebelum aku memanggil security untuk mengusir anda, cepat lepaskan tangan temanku dan anda pergi dari sini!”
Angel dan Adera berusaha melepaskan cemgkraman tangan Gesty yang luar biasa kuat hingga lengan Angel benar-benar sakit.
“Arghhh tolong lepaskan, Kak. Aku tidak mau melakukan kekerasan pada kakak tapi kenapa kakak mudah sekali melakukan itu kepadaku?!”
“SECURITY TOLONG USIR PEREMPUAN INI SEKARANG! DIA SUDAH MENYAKITI ANGEL, DAN MEMBUAT KAFE JADI BERANTAKAN,”
Adera memanggil staf penjaga alias security meminta pertolongan agar Gesty segera diusir dari area kafe.
Mereka berdua yang berjaga di pos langsung bergegas menghampiri sumber keributan. Karena melihat dua security sudah menatapnya dengan tajam, wajah mereka kelihatan keras, akhirnya Gesty melepaskan tangan adiknya yang begitu dilepas langsung merah, tapi Angel bisa menghela napas lega. Setidaknya ada sebagian rasa sakit yang hilang setelah kakaknya tidak lagi mencengkram.
“Jangan sekali-kali anda datang ke sini untuk membuat kekacauan. Angel ini pegawai di kafe kamu, dan dia berhak dilindungi ketika keselamatannya terancam,” ujar salah satu security dengan tegas pada Gesty.
“Kurang ajar kalian ya! Angel adikku, dan aku- berhak—“
__ADS_1
“Anda tidak berhak menyakiti siapapun di dunia ini, Nona. Binatang saja mesti disayang, apalagi Angel adikmu ‘kan? Seharusnya kamu bisa bersikap baik padanya, bisa menyayanginya. Kalau ada masalah, saranku selesaikan baik-baik. Tapi entah kenapa begitu kamu berbuat kekacauan barusan, aku langsung yakin yang bermasalah sebenarnya adalah kamu!” Ujar Adera dengan sinis sambil menunjuk Gesty, dan Gesty yang tidak terima langsung menghempaskan tangan Adera.