
“Maaf, Andrean. Anakku tidak sengaja,”
“Iya tidak apa-apa,”
“Kamu baik-baik saja?”
Tanya Alesha pada Grizelle, putrinya yang berusia hampir empat tahun itu. Grizelle menganggukkan kepalanya.
“Aku baik-baik saja, Mommy, jadi Mommy tenang saja,”
“Andrean, kenapa kita bisa bertemu di sini ya setelah sekian lama tidak pernah bertemu? Hahaha, tidak disangka sekali ya,”
“Iya, Alesha,”
“Setelah lulus dari sekolah tinggi, kita benar-benar tidak bertemu ataupun berkomunikasi, sekarang malah bertemu ya. Bagaimana kabarmu?”
“Aku baik,”
“Oh iya ini pasanganmu yang baru?” Tanya Alesha seraya menatap Angel yang langsung tersenyum menyapanya.
“Angel istriku,” ujar Andrean memperkenalkan perempuan di sampingnya kepada perempuan di hadapannya saat ini.
Angel langsung mengulurkan tangan kanannya mengajak Alesha untuk bersalaman dan diterima baik oleh Alesha.
“Halo, aku Angel,”
“Angel, aku Alesha, dan ini putriku satu-satunya Grizelle,”
Angel tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil melepaskan tautan tangannya bersama Alesha lalu menyapa Grizelle.
“Hai, Grizelle. Kamu cantik sekali,”
“Terimakasih, Aunty juga,”
“Sekali lahi mohon maaf ya sudah membuatmu terjatuh,”
“Aku yang berlari hehehe,” jawab anak itu sambil terkekeh menunjukkan susunan giginya yang teratur.
“Maaf juga ya, Aunty, Uncle,”
“Iya, Sayang,”
“Oh ya kalian ada waktu? Ayo kita makan bersama, kebetulan ketemu, sayang kalau hanya ketemu selintas saja ‘kan?” Ujar Alesha.
Angel dan Andrean langsung saling pandang untuk beberapa saat. Angel tak memberikan reaksi apapun. Ia menyerahkan keputusan pada suaminya saja. Kalau Andrean bersedia untuk menunda keberangkatannya ke kantor, maka Angel juga tentu akan bersedia untuk menunda keberangkatannya ke kafe.
“Maaf, Alesha, lain kali saja ya? Karena aku harus segera ke kamtor sekarang, begitupun Angel yang akan ke kafenya,”
__ADS_1
“Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa. Tapi lain kali kita harus lebih lama ya mengobrolnya? Sayang sekali sekarang kalian dikejar kesibukan. Tidak masalah, masih banyak waktu. Kebetulan aku juga baru oulang dari berlibur, sepertinya Grizelle juga butuh istirahat,”
“Iya, lain kali saja,”
“Baiklah, sampai jumpa lagi ya. Oh tapi tunggu sebentar, bisakah kita saling bertukar kontak?“
“Iya tentu boleh, Alesha,” Angel langsung menjawab disaat Andrean sebenarnya enggan. Angel langsung menatap suaminya seperti isyarat untuk Andrean segera memberikan kontaknya.
“Kontakmu Andrean atau Angel?” Tanya Alesha.
Andrean mengeluarkan kartu nama dari dalam dompetnya kemudian Ia berikan pada Alesha sambil berkata “Aku dan Angel pergi dulu,”
“Ya, hati-hati di jalan,”
“Bye, Grizelle,”
Grizelle langsung melambaikan kedua tangannya sambil tersenyum lebar ke arah Angel dan Andrean.
“Mommy diberiman apa itu? Sepertinya bkan uang ya?”
“Hahaha, Mommy tidak menerima uang, Sayang. Ini namanya kartu nama,”
“Untuk apa, Mom?”
“Di dalamnya ada informasi nomor telepon, nama,”
“Oh begitu, Mommy kenal dengan Aunty dan Uncle tadi?”
“Sepertinya Aunty dan Uncle baik ya, Mom?”
Alesha tersenyum sambil mengusap puncak kepala anaknya. Setelah itu Ia mengajak sang anak untuk melanjutkan langkah kakinya menuju mobil yang sudah menjemput mereka siap untuk mengantar mereka ke rumah.
*****
“Ean, kamu dan Alesha sudah lama berteman?”
“Kami bertemu saat masih jenjang sekolah tinggi, Sayang. Kami memang berteman tapi interaksi kami biasa saja. Apa kamu cemburu? Tidak ‘kan?”
“Hahaha tidak, Ean. Aku tidak mungkin cemburu. Aku tau dia temanmu, dan aku juga percaya kamu. Mana mungkin kamu berani melakukan hal-hal yang buruk di belakangku, iya ‘kan?”
Andrean lansgung meraih tangan istrinya kemudian Ia genggam dengan erat. “Sebenarnya aku sennag ketika kamu cemburu, kamu tebrilang sangat jarang cemburu, bahkan mungkin tidak pernah ya?”
“Ah tidak juga, aku pernah cemburu. Namanya juga cinta, kalau tidak cemburu sama sekali justru aneh, karena cemburu itu tanda cinta dan sayang bukan?”
“Aku seharusnya bersyukur ya punya pasangan yang pengertian tidak mudah cemburu, tapi aku malah ingin kamu cemburu,” uhar Andrean seraya terkekeh kecil.
“Cemburu itu perlu, tapi kalau berlebihan tidak baik juga,” ujar Angel.
__ADS_1
“Iya, Sayang,”
“Alesha sudah punya anak juga jadi untuk apa cemburu?”
“Ya kamu benar,”
“Anaknya cantik ya?”
“Iya,”
“Mengemaskan sekali,”
“Anak kita nanti juga menggemaskan, Sayang,”
“Aku tidak sabar,”
“Iya sama, aku juga tidak sabar. Tapi aku cemas juga,”
“Kenapa, Sayang?”
“Ya karena ini pengalaman pertama menyambut anak, Ean,”
“Sama denganku, kita cemas bersama, apapun yang kamu rasakan itu aku rasakan juga, Sayang. Tapi kita harus tenang. Wajar yang namanya cemas itu, Sayang, karena ini anak pertama kita,”
“Iya, tapi aku gugup, cemas,”
“Tenang, kamu mau menyambut kelahiran anak kita jangan gugup atau cemas, sambut dengan sukacita kebahagiaan, Sayang. Aku selalu menemanimu, di sampingmu,” ujar Andrean dengan lembut.
“Hahaha kamu membuat aku jadi terharu,”
“Itu kewajibanku. Aku harus mendnapingi kamu apapun situasinya. Aku harus berusaha untuk menjadi penenang bagi kamu,”
“Aku pun sama, kita suami istri memang harus saling menguatkan, saling menenangkan,”
“Ah tidak sabar aku bertemu anak kembar kita, Angel,”
Angel terkekeh sambil mengusap perutnya yang membesar. “Sama, aku juga, walaupun takut tidak bisa jadi ibu yang baik,”
“Astaga, kamu pernah bicara seperti itu. Kamu ibu yang baik, Sayang. Aku saja yakin, jadi kamu juga harus yakin,”
“Tapi aku takut. Aku bisa tidak ya jadi ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak? Aku takut juga mengecewakan kamu, keluarga kita,”
“Angel aku tidak suka mendengar ucapanmu, jujur. Kamu kenapa sering sekali merasa tidak percaya diri, merasa bahwa kamu tidak mampu, merasa bahwa kamu itu tidak bisa, padahal kamu lebih daripada itu semua. Kamu bisa, kamu mampu, kamu hebat, makanya kamu harus percaya diri,”
Andrean tidak senang ketika istrinya tidak percaya diri dalam hal apapun. Sekarang tidak percaya diri bisa menjadi ibu yang hebat. Dicoba saja belum, anak mereka bahkan belum lahir. Mengandung lalu melahirkan dan menyusui, itu sudah lebih dari hebat. Sejak belum resmi menjadi Ibu saja Andrean tahu kalau istrinya sosok yang hebat selain hebat menjadi anak, Angel juga hebat menjadi pendamping hidupnya. Jadi seharusnya tak ada yang perlu dikhawatirkan.
“Aku juga akan memulai peran baruku nanti. Rasa ragu itu pasti ada, tapi aku harus percaya diri kalau aku bisa jadi ayah yang baik untuk anak-anak kita. Karena kalau kita yakin, pasti bisa, pasti dipermudah, jadi kamu jangan pernah bicara seperti itu ya, Sayang. Jujur aku tidak suka mendengarnya. Karena terkesan, kamu itu tidak yakin akan dirimu sendiri. Kita sama-sama berusaha untuk yang terbaik demi anak kita, Angel,”
__ADS_1
“Aku lansgung diberikan dua anak. Punya satu anak saja aku rasa aku tidak yakin bisa mengurusnya, apalagi ini dua,” ujar Angel seraya terkekeh berusaha mengusir kecemasannya.
Bayangan nanti ketika Ia telah menjadi ibu dari dua orang anak kembar membuat Angel gugup dari sekarang walaupun anaknya belum lahir. Belum lagi ketika memikirkan proses persalinan lagi. Entahlah, Ia bisa atau tidak melalui semuanya.