Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 151


__ADS_3

“Tolong diberikan pada Angel ya, katakan padanya, ini dari ayahnya,”


“Maaf, Tuan, tapi eknapa Tuan tidak memberikan secara langsung?”


“Aku tidak bisa, aku meminta bantuanmu, terimakasih,”


Geno langsung pergi begitu saja setelah menyerahkan makanan yang sudah Ia bawa untuk Angel yang Ia tahu sedang berada di rumah sakit.


Melihat Geno pergi usai meninggalkan sesuatu untuk Angel, Devan dan Lovi yang senpat mendengarkan interaksi antara Geno dan perawat langsungs aling menatap satu sama lain.


“Apa yang dia rencanakan, Lov? Dan darimana dia tahu kalau Angel kita sedang berada di rumah sakit ini?”


“Saranku, ambil saja pemberian itu dari tangan perawat, Devan. Jujur aku takut dia mengirimkan sesuatu yang berbahaya untuk Angel. Kamu tahu sendiri ‘kan bagaimana perangai Geno terhadap anak Angel walaupun Angel itu anaknya?”


Devan menganggukkan kepala karena Ia setuju. Ia langsung menahan perawat yang akan masuk ke ruangan Lovi untuk memantau kondisi Angel tapi karena tak sengaja bertemu dengan Geno dan Geno menitipkan sesuatu maka rencana perawat itu akan pangsung menyerahkannya kepada Angel.


“Suster, boleh aku minta waktunya sebentar?”


Perawat itu tak jadi membuka pintu ruang rawat inap Angel dan langsung menatap Lovi yang berdiri di sampingnya kini.

__ADS_1


“Ia ada apa, Nona?”


“Tolong serahkan itu untuk aku, bisa?”


tanya Lovi seraya menatap apa yang ada di tangan perawat rumah sakit yang hendak memantau kondisi Angel.


“Tapi imi pemberian laki-laki tadi untuk Nona Angel,”


“Ya, tapi aku tidak ingin itu diberikan kepada menantuku, karena aku takut itu bukan sesuatu yang baik, sesuatu yang pantas diterima oleh menantuku,”


“Maaf, Nona. Aku tidak bisa, aku harus menyampaikannya kepada Nona Angel,”


“Bagaimana ini, Devan? Astaga, aku takt isinya yang macam-macam, itu bsia membuat Angel—“


“Kalau memang benar, aku tidak akan tinggal diam. Sudah ya, sejarang kita masuk ke ruangan Angel kita harus segera tahu kondisinya sekarang,” ujar Devan seraya mernagkul bahu istrinya supaya bersikap tenang dan utamakan keadaan Angel dulu. Mereka harus segera memastikan secara langsung keadaan Angel baik-baik saja.


Tanpa mereka sadari ada yang menganati mereka dari jarak yang tak terlalu jauh sambil tersenyum miring.


“Angel,”

__ADS_1


Angel dan Andrean kompak menoleh ke arah pintu ruangan yang dibuka oleh Devan yang datang bersama Lovi.


“Dad, Mom,”


“Tidak bicara apapun padaku kalau maud atang ke sini,” ujar Andreaj.


“Harus?”


Andrean tersenyum menjawab pertanyaan Devan yang langsung menyambungkan ucapannya “Kami ingin memastikan keadaan Angel baik-baiks aja, tanpa izin boleh ‘kan datang ke sini?”


“Tentu, Daf. Hanya saja aku kaget tiba-tiba Daddy dan Mommy datang,”


“Jadi bagaimana keadaanmu, Angel?” Tanya Lovi seraya mengusap kepala Angel yang baru saja selesai diukur tekanan darahnya oleh perawat yang sebelumnya bertemu dengan Lovi dan Devan sebelum masuk ruangan. Perawat itu langsung pergi karena tugasnya sudah selesai.


“Aku baik-baiks aja, Mom, Dad, seharusnya sudah di rumah hanya saja Ean nyaman di sini, dia anggap ini staycation,” ujar Angel yang mengundang Lovi dan Devan Untuk terkekeh.


“Ya bagus kalau memang Ean mau bertahan, supaya kamu benar-benar dipastikan aman barulah pulang,”


“Sebenarnya aku ini tidak apa-apa,”

__ADS_1


__ADS_2