Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 171


__ADS_3

“Sayang, kamu kemana? Aku baru saja pulang lari pagi, tiba-tiba kamu sudah tidak ada di rumah,”


Andrean menghapus keringatnya menggunakan handuk kecil yang tergantung di lehernya. Ia langsung menghubungi istrinya begitu tahu kalau istrinya tak ada di rumah setelah Ia pulang lari pagi. Dj delan pintu Ia langsung menelpon Angel yang beruntungnya langsung dijawab oleh Angel.


“Maaf, Ean. Aku lagi ada di rumah sakit sekarang. Aku menjenguk ayah,”


“Memang tidak bisa ya tunggu aku pulang dulu? Hmm? Harus pergi sendiri tanpa aku?”


Sejujurnya Andrean kurang senang kalau Angel terlalu mandiri, dan memutuskan apa-apa sendiri. Padahal Angel bisa saja menghubunginya dulu, mengatakan bahwa dirinya akan ke rumah sakit. Andrean tidak akan melarang dan Andrean akan mengantar istrinya itu ke rumah sakit.


“Maaf, Ean. Aku takut kamu lama makanya aku sudah ke rumah sakit tanpa kamu,” ujar Angel.

__ADS_1


“Sayang, aku hanya lari pagi, dan kamu juga tau kan aku biasanya tidak pernah lama kalau lari pagi,”


“Tapi aku takut kamu lama pulangnya dan aku sudah tidak sabar melihat keadaan ayahku. Aku ingin secepatnya datang ke rumah sakit, Ean. Maafkan aku ya, Ean,”


“Kamu selalu minta maaf tapi kamu ulangi lagi. Apa sulitnya menunggu aku dan aku yang akan mengantar kamu ke rumah sakit,”


Andrean bicara tegas. Kalaupun Angel takut Ia terlalu lama lari pagi, seharusnya Angel menghubungi Ia supaya secepatnya pulang dan Ia tidak akan keberatan sama sekali.


Sayangnya Angel malah memilih untuk pergi sendiri sebelum Ia selesai lari pagi. Padahal Ia akan dengan senang hati langsung pulang, tidak jadi lari pagi kalau seandainya sang istri memintanya untuk pulang mengantarkan ke rumah sakit.


“Tidak masalah, tapi bisakah lain kali sedikit lebih menghargai aku? Padahal aku akan sangat senang bila diandalkan oleh kamu. Seperti misalnya kamu meminta aku untuk mengantar aku ke rumah sakit. Tapi sayangnya selama ini kamu jarang sekali mau melibatkan aku,”

__ADS_1


“Ean, bukan seperti itu maksud aku. Ini karena berhubungan dengan ayah jadi aku ingin secepat mungkin—-“


“Iya aku tau, dan selama ini aku tidak pernah melarang kamu untuk peduli atau perhatian dengan ayahmu walaupun aku tahu ayahmu itu seperti apa kepadamu. Kenapa kamu bicara seperti itu? Seolah aku selalu saja melarang kamu untuk peduli pada ayahmu. Apa aku mengira aku ini jahat pada ayahmu? Aku tidak keberatan kalau kamu meminta aku untuk mengantar kamu ke rumah sakit, aku akan langsung mengantarmu, tanpa menunggu waktu lama, Angel,”


Angel langsung merasa bersalah. Ia sudah membuat suaminya merasa tersinggung. “Aku minta maaf, Ean,”


“Kamu selalu ingin tertutup,”


“Aku pikir kamu akan langsung bekerja, aku tidak mau mengganggu kesibukan kamu. Dan jujur aku juga takut kamu keberatan kalau aku ke rumah sakit bertemu ayah,”


“Astaga, padahal aku tidak akan pernah seperti itu. Aku bukan orang jahat dan aku juga punya orangtua. Aku tahu bagaimana cemasnya perasaan anak ketika orangtua sedang sakit. Aku tidak akan menolak kalau kamu meminta aku untuk mengantar kamu ke rumah sakit sekaligus aku juga ingin melihat langsung keadaan ayahmu,”

__ADS_1


“Maafkan aku ya, Ean. Aku mohon jangan kecewa lagi padaku, jangan tersinggung,”


“Ya sudahlah mau bagaimana lagi? Tersinggung atau tidaknya aku, kamu sudah di sana tanpa aku ‘kan?”


__ADS_2