
“Angel, kenapa kamu menutup seluruh badanmu dari kaki sampai kepala? Apa bisa bernapas?”
Andrean baru saja dari kamar mandi untuk buang air kecil dan Ia heran melihat istrinya sengaja menutupi seluruh badannya, tidak ada yang tersisa bahkan wajah sekalipun. Seketika Andrean merasa panik dan dengan cepat Ia menghampiri sang istri untuk memastikan keadaannya baik-baik saja.
Ia mengguncang lengan Angel supaya Angel mau menurunkan selimut dan itu berhasil. Angel langsung menatapnya dan bertanya “Kenapa, Ean?”
“Kamu kenapa menutup semua badanmu, Sayang? Hmm?” Tanya Andrean dengan nada lembut. Angel terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Ia mengusap rahang sang suami menenangkan Andrean yang nampaknya mengkhawatirkan keadaannya padahal Ia tidak terjadi sesuatu padanya. Ia baik-baik saja, dan Ia menutupi seluruh badannya karena afa tujuan.
“Aku mau tidur lagi, barangkali dengan begini bisa kembali tidur,” ujar Angel menjawab pertanyaan sang suami.
Andrean berdecak pelan. Andrean rasa, caranya bukan seperti itu. Biasanya kalau Ia sulit tertidur, Ia tidak pernah sampai menutupi seluruh badannya. Paling yang Ia lakukan adalah tetap memejamkan mata walaupun rasa kantuk itu belum datang. Nanti lama-lama juga terlelap tanpa sadar, dan bangunnya besok pagi.
__ADS_1
“Tidak perlu seperti itu, Angel. Pejamkan saja matamu, nanti juga tidur, percaya padaku karena aku sering seperti itu,”
“Tadi sudah, tapi aku tetap tidak bisa tidur lagi. Apa mungkin karena aku sudah puas tertidur ya? Jadi tidak ada rasa kantuk sedikitpun lagi,”
Andrean merengkuh istrinya kemudian Ia menggunakan tangannya untuk mengusap kepala belakang Angel. Barangkali dengan apa yang Ia lakukan itu bisa membuat Angel terlelap.
“Tenang ya, jangan pikirkan apapun, dan coba pejamkan mata kamu, kalau bisa bayangkan yang indah-indah sampai akhirnya kamu tertarik untuk menghampiri hal indah itu di alam mimpi,”
“Kamu mengejekku?”
“Tidak-tidak, justru aku kagum. Kamu sepertinya berusaha sekali supaya aku tidur,”
__ADS_1
“Karena aku tidak mau istriku kurang istirahat. Ayo, tidurlah, jangan sampai aku yang menidurimu ya,”
“Andrean! Apa yang kamu katakan barusan? Astaga, aku tidak menyangka mulutmu bisa berkata—-hmppp,”
Angel tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya karena sang suami langsung ******* bibirnya. Dan waktu yang diperlukan Andrean untuk memanjakan bibir mereka itu lumayan lama sekitar dua menit. Itu akan berlanjut kalau saja Angel tidak merangkum kedua pipi suaminya dan mendorongnya dengan hati-hati, tanpa niat untuk membuat sang suami merasa tersinggung.
“Okay, Sayang. Sekarang kita tidur ya,” Ucap Andrean setelah tautan bibir mereka berdua berakhir.
Angel menganggukkan kepalanya lantas memejamkan mata. Angel berusaha mengurangi, bahkan menghilangkan rasa gugup yang menyerangnya setiap kali Andrean bersikap mesra seperti tadi, tiba-tiba mencium. Detak jantungnya pasti selalu berantakan kalau Andrean sudah berulah.
Sekitar tiga puluh menit mereka berdua sama-sama terdiam. Angel menikmati sentuhan kembut di kepalanya dari Andrean yang juga menikmati perannya sekarang yaitu pemancing supaya Angel kembali tertidur.
__ADS_1
Sampai akhirnya Angel berhasil jatuh tertidur dengan pulas. Pipinya jatuh dengan lemah di dada Andrean yang langsung lega mengetahui bahwa istrinya sudah terlelap.