
“Namanya adalah Axelion dan Axelia, buman Lion dan Lia, Ian! Jangan sembarangan mengganti nama keponakan aku ya!”
“Hei, aku memanggil mereka dengan versi nama mereka sendiri tapi yang lebih singkatnya. Suka-suka aku lah. Mereka keponakanku juga,”
Auristella ingin Adrian memanggil dua keponakan mereka dnegan nama mereka yang asli bukan singkatannya, tapi Adrian lebih suka versi yang lebih singkatnya karena menururt Adrian lebih mudah saja untuk diucapkan.
“Angel, Ean, boleh kan kalau aku memanggil mereka dengan Lion dan Lia?”
“Iya silahkan, itu nama mereka juga hanya saja kamu sengaja memenggalnya, tapi tidak masalah. Suka-sukamy saja, Ian. Yang terpenting tidak kamu ganti namanya menjadi nama lain yang bukan bagian dari nama mereka yang sudah aku dan Angel berikan,” jawab Andrean.
“Oh kalau itu tenang saja. Aku hanya memanggil mereka dengan nama mereka sendiri,”
“Ya terimakasih, Ian, sudah menghargai nama mereka,” ujar Angel seraya tersenyum.
“Nama mereka tampan dan cantik sesuai sekali dnegan wajah pemiliknya,”
“Sudah pasti, karena mereka keponakanku, Ian,”
“Apa kamu melupakan fakta bahwa mereka juga keponakanku? Hmm?”
“Tapi sayangnya mereka tidak mengakui kamu sebagai Uncle nya,”
“Oh ya? Kata siapa? Apa mereka baru saja mengatakannya kepadamu?”
“Kata—-ya menurutku begitu,”
Adrian merotasikan bola matanya mendengar ucapan sang adik. Semakin bertambah saja bahan mereka untuk berdebat setelah ada dua keponakan mereka hadir di dunia ini dengan nama Axelion untuk yang laki-laki dan Axelia untuk yang perempuan.
__ADS_1
“Jangan sok tau, Auris. Kamu itu tidak bisa mewakili isi hati mereka,”
Auristella mendengus kesal lalu Ia mencubit lengan kakak keduanya itu. “Sudahlah lebih baik kamu pergi sekarang! Katamu barusan Adrina minta ditemani perawatan rambut kan?”
“Iya, sejujurnya aku malas, tapi berhubung aku menyayanginya jadi aku setujui saja,”
“Malas kenapa, Ian?”
“Iya karena pasti lama, Angel. Aku yakin sekali dia pasti lama sekali melakukan perawatan rambutnya,”
“Ya wajar, Ian. Namanya juga perempuan, namanya juga perawatan rambut. Ya pasti membutuhkan waktu lama jadi kamu harus memaklumi itu,”
“Kamu jangan mengeluh seperti itu, Ian, apalagi kalau sampai didengar oleh Adrina, kan tidak enak,”
“Iya maaf, Ean,”
“Iya, Ean. Aku hanya sedang meluapkan isi hatiku yang mudah bosan,”
“Nanti kalau dia sudah menjadi istrimu, akan kebih sering kagi dia meminta kamu untuk menemaninya perawatan, Ian, dan apa kamu akan mengeluh seperti itu?”
“Astaga, sebenarnya aku tidak mengekuh, Auris adikku Sayang,”
“Ya sudah sekarang kamu temani Adrina, Ian. Jangan sampai terlambat nanti dia kesal padamu,” ujar Angel pada Adrian yang langsung menganggukkan kepalanya sambil memasang sikap hormat.
“Okay aku pergi sekarang ke rumah Drina,”
“Hati-hati di jalan,” pesan Angel pada laki-laki yang sudah Ia anggak seperti adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
“Okay terimakasih,”
“Jangan cemberut ketika menemani Adrina perawatan ataupun belanja, itu tandanya kamu tidak tulus. Hati-hati, orang yang tidak tulus telinganya bisa panjang,”
“Ah kamu ini memang suka mengarang bebas,”
Adrian menarik hidunga diknya laku pergi begitu saja. Auristella langsung berseru memarahi kakaknya yang asal saja menarik hidungnya.
“Kurang ajar kamu, Ian!”
“Auris, tahan emosimu. Ala kamu mau dua keponakannu tahu kalau Aunty mereka galak?”
“Oh tidak, okay aku minta maaf,”
Auristella baru sadar kalau di dekatnya sekarang ada Axelion dan Axelia yang masing-masing digendong oleh ayah dan ibu mereka.
“Ah aku tidak sabar,” ujar Auristella tiba-tiba seraya menatap dua anak bayi di depannya bergantian.
“Hah? Tidak sabar apa, Ris? Tidak sabar mau punya anak juga?”
“Astaga, Angel! Bukan itu maksudku. Tidak sabar mereka besar dan mereka akan menjadi temanku terutama si cantik Axelia. Ah aku tidak sabar perawatan dengannya, belanja, dan lain-lain,”
“Oh, aku pikri kamu tidak sabar untuk punya anak juga,”
“Tidaklah, Angel. Menikah saja belum, kenapa jauh sekali sudah memikirkan anak?”
Angel tertawa mendengar ucapan Auristella. Ia sudah salah paham. Ia pikir Auristella tak sabar juga ounya anak. Ternyata Auristella tidam sabar dua keponakannya beranjak besar, mereka akn menjadi temannya, terutama Axelia yang satu jenis kelamin dengannya otomatis lebih mudah diajak melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi perempuan.
__ADS_1
*******