Semua karena Angel

Semua karena Angel
Bab 174


__ADS_3

Akhirnya Geno diperbolehkan pulang setelah kondisinya sudah jauh lebih baik. Geno diantar pulang ke rumah oleh Andrean dan Angel yang setia mengunjunginya di rumah sakit.


Kebetulan mereka bertemu dengan Gesty yang akan berangkat bekerja. Angel langsung menyapa dnegan hangat seperti biasanya, sementara Gesty memilih untuk bungkam dan memalingkan muka menatao ayahnya.


“Bagaimana keadaan ayah? Ternyata ayah sudah boleh oulang?”


“Kalau belum boleh pulang, tidak mungkin ayah ada di sini,”


“Oh, baguslah kalau begitu, aku senang melihatnya,”


“Gesty, maaf sebelumnya. Apa hanya seperti itu tanggapan kamu ketika ayah diperbolehkan pulang? Dan seperti itukah anak yang baik kepada orangtuanya? Kamu tidka pernah datang untuk menjenguk ayah apalagi merawat ayahmu sendiri. Lalu ketika kamu melihatnya pulang, paling tidak kamu beri pelukan untuknya sebagai rasa syukur ayahmu sudah pulang dengan keadaan yang jauh lebih baik. Apa kamu tidak pernah belajar untuk bersyukur atas hal apapun itu ya?”


Andrean merasa perlu untuk bicara seperti itu pada Gesty karena Ia semalin gerah dengan tingkah laku Gesty. Tidak menunjukkan tanda-tanda kepedulian saat ayahnya sakit, sekarang ketika ayahnya sembuh dia juga tidak peduli. Andrean heran, terbuat dari apa hati Gesty? Seharusnya tunjukkan kebahagiaan ketika orangtua berhasil melewati rasa sakitnya, atau apapun hal tidak baik yang telah terjadi.

__ADS_1


“Diam kamu! Aku tidak pernah menyuruhmu untuk bicara! Jangan pernah ikut campur. Aku memang seperti ini, jadi kamu yang belum kenal aku lama jangan heran!”


“Hei, aku bicara seperti ini supaya kamu menghargai orangtuamu sendiri. Ibumu sudah tidak ada, jadi hanya kepada ayahmu lah kamu bisa berbakti, kenapa kamu tidak bisa melakukannya?”


“Aku tidak minta kamu untuk mengajariku, paham?!”


Setelah membentak Andrean, Gesty memilih untuk pergj dengan langkah yang sengaja dihentak pertanda Ia benar-benar kesal tidak terima mendengar perkataan Andrean yang sebenarnya telat seratus persen, hanya saja hati juga pikiran Gesty belum terbuka.


“Astaga, benar-benar anak itu. Semakin keterlaluan,”


“Terimakasih, Angel, Andrean,” ucap Geno


“Tidak perlu berterimakasih, Ayah. Selalu ingat pesan Angel ya, Ayah,”

__ADS_1


“Iya, kalian pulang sekarang saja, kalian pasti ada kegiatan, tapi karena tahu ayah mau pulang, kalian jadi terpaksa untuk menunda kegiatan kalian,”


“Tidak masalah, yang terpenting ayah sekarang sehat dan bisa kembali ke rumah. Tidak perlu pikirkan apapun, kalau perlu apa-apa bisa hubungi aku,” ujar Andrean sambil tersenyum. Andrean sebenarnya menyayangi Geno. Hanya saja Geno sering menyakiti istrinya. Itulah sebabnya Andrean pernah sangat kesal atau marah pada ayah dari istrinya itu.


Andrean dan Angel pamit pulang, Andrean mengantarkan Angel ke rumah sementara Ia akan berangkat ke kantor.


“Ean, maafkan kakak ya, aku tahu tadi ucapan kakak sudah membuat hatimu tersinggung,”


“Tidak masalah, Sayang. Kamu tidak perlu pikirkan itu. Aku sudah biasa melihat tingkah lakunya yang sangat berbeda dengan kamu,”


“Maaf kakak sudah membuatmu kesal,”


“Memang dia selalu membuatku kesal, itu bukan hal aneh jadi kamu tidak perlu meminta maaf,”

__ADS_1


“Aku juga tidak menyangka kakak akan seperti itu,”


“Seharusnya kamu sudah menyangka karena kamu tau bagaimana kakakmu selama ini. Ayahmu patut bersyukur karena walaupun dia memiliki anak yang jahat, dia juga memiliki anak yang sangat baik dan hebat, setidaknya ayahmu itu ounya penawar disaat anaknya yang satu membuatnya terluka atau tidak baik-baik saja,”


__ADS_2