
.
Dylan dan Shindy saling bertatapan mesra,
Dylan menatapnya hangat dan Shindy menatap dylan dengan tatapan tulus
"kenapa kamu tidak menyerangku? ". tanya Dylan
"hehe.. karna kejadian tadi aku sampai lupa melayani suamiku". cengir Shindy sudah duduk dipangkuan Dylan
Dylan terkekeh dengan hal itu, Shindy membuka baju suaminya begitu juga Dylan melakukan hal yang sama.
.
.
.
"kita mandi bersama? ". tawar Dylan
"hmm... ayo mas! badanku sudah terasa lengket makin lama permainanmu makin liar"
"lalu? " Dylan
"tapi aku suka!! ". senyum lebar Shindy
Dylan tertawa keras melihat perubahan wajah Shindy yang tadinya seperti marah sekarang malah tersenyum manis.
"mas..! ". rengek Shindy
"hmm? ". saut Dylan masih tertawa
"aku kangen bombom". rengek Shindy lagi
Dylan jadi tersenyum mendengarnya.
"Kaisha sepertinya sangat menyayangi bombom ! aku lihat Bombom lengket dengannya".
"iya.. Kan Kaisha terus saja bersama bombom sejak aku jadi istri mas! kaisha bilang aku hanya bertugas melayani mu kalau Bombom biar dia yang layani gitu katanya".
Dylan melebarkan senyumnya yang semakin tampan saja.
"apa kamu tidak rela bombom dengan Kaisha? ". tebak Dylan
"bukannya ngga rela mas! tapi aku hanya bilang kangen aja ". ralat Shindy tak terima
Dylan mengecup kening Shindy dengan mesra.
"sabar ya? aku yakin mereka akan kembali dalam minggu ini".
"iih... Mas..! itu aku juga tau sih".
Shindy mendorong tubuh sang suami yang tidak beringsut sedikitpun.
"ayo kita mandi". Dylan menggendong tubuh istrinya dan Shindy melingkarkan tangannya di leher Dylan sambil mengecup berkali-kali pipi Dylan.
ritual mandi sudah biasa mereka lakukan, Shindy yang mesum di tambah Dylan yang ketularan mesum sudah tidak kenal tempat lagi saat bercint*
.
.
"mas kok cepat pulangnya? ". tanya Shindy penasaran.
"hmm.. aku kangen tubuhmu". jawab Dylan mengetuk hidung Shindy
Shindy tersenyum manja,
__ADS_1
"hehe... udah ketagihan ya? "
"hmmm". jawab Dylan mengakui
"mau lagi? ". tanya Shindy menggoda
"makan dulu.. emang kamu nggak lelah apa keramas mulu? ". tanya Dylan dengan gemas
"kenapa lelah? kalau habis samponya mas tinggal belikan di mol atau di supermarket iya kan? palingan limit mas yang berkurang! ".
Dylan makin gemas aja jawaban Shindy, tangan nya mencubit kedua pipi Shindy yang sangat tau akan kebutuhan jasmani nya.
"mas maafin aku ya? ". ucap Shindy
"hmm? maaf kenapa Ndy? ". tanya Dylan
"karna aku belum hamil juga padahal hampir tiap waktu kita melakukannya! apa tubuhku bermasalah ya? ".
"kamu ngomong apa sih sayang? aku tidak pernah bilang kamu harus benar-benar cepat hamil! lagian kita baru melakukannya beberapa hari belum cukup 1 bulan kenapa harus khawatir hmm? masalah anak itu kuasa Tuhan Dialah yang mengatur segalanya".
"mas ngga akan menikah lagi kan? walaupun mas boleh menikah karna mas bisa menafkahi 100 wanita sekalipun tapi kalau tubuh mas aku ngga mau berbagi". Shindy
Dylan menautkan kedua alisnya tapi bibirnya melengkung ke atas.
"kenapa aku harus menafkahi 100 wanita? " tanya Dylan pura-pura tak mengerti
"karna dalam agama kita pria itu boleh berpoligami asalkan bisa berbuat adil sama semua istri-istrinya". jelas Shindy dengan nada dongkol
Dylan menggeleng-geleng kepalanya
"itu zaman kapan sayang? jangan samakan zaman dulu dengan zaman sekarang! Zaman dulu para nabi menikah bukan karna keinginannya tapi karna niat baiknya bukan ada maksud tersembunyi kenapa aku harus menikah lagi jika hanya punya maksud lain ? aku bukan nabi kan? "
"dengar sayang! aku sangat menghormati mommy ku dan aku juga mengagumi daddy dan granfaku yang sangat setia dengan 1 wanita! kalau mereka bisa kenapa aku tidak? hmm? apa kamu berpikir aku seburuk itu ya? "
Shindy tersenyum tapi matanya berkaca-kaca haru melihat Dylan.
"beruntung? kamu beruntung masuk ke dalam sangkar emasku? ". ledek Dylan
Shindy tertawa jadinya lalu memeluk Dylan dengan manja.
"aku senang di dalam sangkar emasmu mas! lagian aku juga sering keluar kan? emang akunya aja yang suka dikamar sejak menikah denganmu mas ".
"mas tau ngga Novel aku jadi terkenal loh"
"hmm? Novel Online mu itu? ". tanya Dylan
"iya... Tuan AroganKu... hahaha... aku suka mas judulnya dan terinspirasi dari suamiku Mahardika ".
Dylan memutar bola matanya dengan senyum miringnya yang terlihat gemas dengan celotehan Shindy mengenai karakter pemeran pria di novel online Shindy itu.
"mas? dengar aku ngga? ". tanya Shindy dengan sewot
"dengar Nindy sayang". jawab Dylan
Shindy merona saat Dylan memanggilnya Nindy karakter utama di dalam novel onlinenya yang terinspirasi dari dirinya sendiri.
"iya Dika". cengir Shindy
Dylan menggeleng kepalanya dengan pelan lalu mengusap sayang kepala Shindy yang sangat menggemaskan.
Dylan bangga pada istrinya yang bisa mencari kesibukan sendiri!
"Mas? ". panggil Shindy serius tiba-tiba
"hmm? "
"perusahaan SartikaGroup bagaimana mas? aku sampai lupa hal itu". tanya Shindy serius
__ADS_1
"semua baik-baik saja! perusahaan itu ada dibawah naunganku sudah pasti aman mereka semua sudah cukup menderita karna ulah paman dan bibimu serta Alexa yang suka memotong gaji karyawannya kalau tak sengaja menabrak nya dan membuat dres mahalnya lecet".
Shindy lega mendengarnya.
"syukurlah mas mengatasinya dengan baik aku sampai lupa dengan perusahaan itu"
Dylan tersenyum.
"karna aku memberimu kebahagiaan hingga lupa masa lalumu"
Shindy tersenyum.
"iya! mas yang membuatku melupakan harta warisan keluargaku "
"dulu aku sempat ingin balas dendam tapi saat bersamamu dendam itu seakan meluap begitu saja aku bahkan tidak menyentuh mereka hanya menggertak saja walaupun mereka sering menghinaku di depan umum."
"karna kamu murah hati sayang! ". Dylan mengusap kepala Shindy
"entahlah.. aku masih penasaran kenapa paman dan bibi meninggal dunia ya? kecelakaan itu apa benar tanpa disengaja? " gumam Shindy terheran-heran
"kamu benaran mau tau? ". tanya Dylan
Shindy mengangguk berkali-kali tapi tidak melihat ke Dylan
"orang kepercayaanku mendapatkan bukti mereka yang membunuh orangtuamu". jawab Dylan singkat
Shindy yang tidak mengerti menautkan alisnya dengan raut wajah bingung.
"namanya Ali".
"Ali? ". beo Shindy
"hmm.. dia mendapatkan buktinya dan menunjukkannya pada mereka hingga paman dan bibimu seperti orang kesetanan takut bukti itu akan aku serahkan ke pihak polisi dan setelahnya terjadi diluar dugaan Ali ".
Shindy menganga lebar mendengarnya.
"ja jadi karna takut masuk penjara mereka...? "
Dylan mengangguk Shindy memejamkan matanya.
"semoga mama dan papa memaafkan mereka di alam sana". gumam Shindy pelan
Dylan mengangguk mendengarnya.
"semoga saja! apa kamu marah karnaku mereka begitu? "
"kenapa aku harus marah? mas hanya ingin menegakkan keadilan orangtuaku kan? aku yakin mas adalah hadiah dari Tuhan untukku karna mengambil orangtuaku dariku".
Dylan tersenyum tipis mendengarnya.
"kamu sangat pandai bicara manis sekarang"
"sudah ayo kita makan! dari tadi ngoceh muluk perutnya ngga lapar? "
Dylan berdiri dari duduknya
Shindy juga ikut berdiri dan berlari kecil ke arah Dylan lalu manjat di punggung suaminya
"kenapa sayang? ". Dylan menoleh ke Shindy
"gendong.. ". rengek Shindy
Dylan tak lagi bicara hanya menuruti kemauan istri mesum, bawel, dan super manjanya itu yang paket komplit.
.
.
__ADS_1
.