Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Mafia atau Abdi Negara?


__ADS_3

"aku jadi ingin memiliki anak lagi darimu sayang" Bisik mesum Pasha membuat kedua bola mata Pasha membulat sempurna.


"jangan ngawur Suamiku...! aku tidak sekuat itu mengandung anak kembar lagi, lagian aku sudah cukup memiliki ke empat anak kita,, masa iya suamiku ingin aku punya anak lagi sih? kamu enak yang bilang buat sedangkan aku yang mengandung dan melahirkan".


Pasha terkekeh mendengar omelan Kaira yang tidak ada remnya sedikitpun.


"Hubby...!! " kesal Kaira merasa di kerjai oleh suaminya yang emang usil suka membuatnya mengomel.


"ini bibir kenapa bisa ngerep begitu sayang? ". Goda Pasha menunjuk-nunjuk bibir Kaira.


Kaira mengerucutkan bibirnya lalu memeluk manja Pasha hingga siempunya tergelak gemas,


"makin lama tingkahmu sama seperti Kaisha sayang!" goda Pasha


"aku memang begini sejak awal". jawab Kaira mendengus


tok.. tok.. tok..


pintu di ketuk membuyarkan adegan mesra sepasang suami istri yang sudah memiliki cucu itu.


Pasha membuka pintunya dan memutar bola matanya dengan jengah melihat semua orang berkumpul di depannya.


"hei... kenapa kamu membawa kabur menantu mamah nak?? "Mely tiba-tiba nongol menjewer telinga Pasha.


"mommy di apain?? " tanya Keyzo tertawa cekikikan


Kaira yang memerah malu dengan situasi saat ini, Ella dan Rani saling pandang lalu menggeleng gemas kepala dengan tingkah Pasha.


"sejak dulu kak Pasha selalu aja bucin sama kakak ipar" ledek Rani


"ya... tuan memang sangat bucin dengan nyonya bahkan dia sampai lupa umur sudah bercucu". sambung Ramzi


Pasha melototinya.


"maaf tuan.. hari ini kami datang sebagai tamu bukan bawahan" balas Panji dibalas kekehan oleh Riska sang istri.


"tuan..? anda mengundang kami lalu kenapa anda yang kabur? tuan rumah apaan itu? " ejek Mars sementara Rere cekikikan geli disampingnya.


Matt menggeleng-geleng saja kepalanya sambil mengelus kepala Kaira.


Reza dan Keyzo tertawa lebar melihat gerutuan Pasha yang sedang di jewer oleh sang Nyonya Besar (I)


"kalian sedang apa disini? sana pergi...!! " usir Pasha


"masih bisa mengusir orang hah? kami datang untuk menyelamatkan menantu mamah, karna kamu menculiknya ". Mely terus saja menjewer telinga Pasha membawanya masuk Lift.


saat ruang tamu Kinan, Rilly dan Kaisha terbelalak melihat Pasha di jewer oleh Mely, Alexa dan Tio saling pandang lalu kompak saja menahan tawa seketika.

__ADS_1


Nova mendekat dan memeluk Pasha dengan erat.


"Granma...! jangan jewer Daddy dong!! kasihan Daddy". rengek Nova


Kaisha juga tak kalah merengek, kedua putri-putri kesayangan Pasha membela sang Daddy hingga Kaira tersenyum melihat betapa besarnya kasih sayang kedua putri-putrinya pada Pasha.


"huuhh..! baiklah karna cucu-cucu mamah,, mamah melepaskanmu,, awas aja kalau kamu bawa menantu mamah kabur". Mely menunjuk-nunjuk Pasha


"Mamah.. Pasha anak tiri mamah kan? " gerutu Pasha tidak nyambung sambil memeluk erat kedua putri kesayangannya.


Mely memutar bola matanya dengan jengah,, "kamu itu anak bandel tau!! selalu aja buat mamah sakit kepala dengan tingkahmu bawa kabur menantu mamah saat di acara begini, "


"daddy memang begitu Granma!! kadang kalau Keyzo bawa mommy keluar aja ke mol Daddy nyusul noh dengan masker dan topinya,, " kompor Keyzo


"iya juga sih.. waktu pemotretan pernikahan Nova, Daddy juga bawa kabur mommy" gumam Nova pelan tapi dapat didengar oleh semua orang yang terkikik lucu.


Pasha menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal seolah dosa-dosanya selama ini terbuka sudah, Kaira hanya menutupi wajahnya yang memerah malu.


"itu karna Daddy sangat khawatir mommy jauh dari Daddy maka nya disusul, ". bela Kaisha dipelukan Pasha.


"sudah.. sudah..tuan memang selalu tukang kabur, pantas aja Nyonya mengandung tuan Keyzo dan Nona Kaisha jadi tukang kabur, kan daddynya aja suka bawa kabur mommynya entah kemana". sambar Mars


"berani ya tamu sama tuan rumah? " tatapan tajam Pasha


Rani dan Ella menenangkan semuanya,


"ckkk...! ayo sayang.. bantu mamah ". ajak Mely menunjuk ke dapur.


Kaira mengangguk patuh,,


semua yang melihat wajah memelas Pasha terbahak seketika, Kaira mengelus rahang Pasha.


"aku akan kembali suamiku" senyum manis Kaira lalu meninggalkan Pasha yang tampak tidak terima


Matt menarik tangan Pasha yang tak bisa jauh dari belahan jiwanya itu.


"Daddy makin parah aja deh.. " gerutu Keyzo


"itu karna tuan sangat mencintai Onty Kaira". sambar Bagus.


"hmm.. bahkan Uncle juga begitu". Reza melirik ke Rani yang masih tertawa bersama Ella sambil menyusul Mely dan Kaira.


Rere, Riska juga mengikuti mereka, hanya Nova, Alexa, Rilly dan Kinan yang tidak ikut, sebab mereka menjaga anak bayi mereka masing-masing.


Rilly menjaga anak Dylan dan Shindy sedangkan Kinan hanya ikut-ikutan melihat Baby Raya dan Baby Satria yang benar-benar tidak rewel.


"sepertinya mereka kelak akan menjadi pelindung Nyonya dan Tuan muda". gumam Kinan yang jadi mengerti karakter kedua bayi mungil itu.

__ADS_1


"iya... saya tau,, sejak didalam kandungan mereka sudah cukup menyusahkan keluarga Melviano yang panik mencari Nyonya yang suka menghilang". kekeh Rilly teringat masa-masa kehamilan Shindy


"iya... wajar sih, itu karna keluarga ini tidak normal maka nya cucu mereka juga tidak normal". bisik Kinan membuat Rilly tertawa pelan.


selesai acara semua keluarga dan sahabat Dylan menginap ada yang sampai menginap di rumah Candra dan Nova, hanya Alexa dan Tio yang pulang.


Candra & Nova akhirnya bisa terbebas dari tangisan kedua anak-anak mereka.


"ayo mandi beb! " ajak Candra dibalas anggukan oleh Nova.


setelah selesai membersihkan diri mereka langsung tumbang di ranjang karna terlalu kelelahan.


"ya ampun... kenapa anak kita sangat rewel Beb? " tanya Candra tertawa kecil melihat kearah box bayi


Nova menyeringai lebar,, "biarkan saja Kak.. itu artinya anak kita normal" jawabnya enteng


Candra terdiam sesaat. "lalu anak bang Dylan dan kak Shindy tidak normal? " tanyanya dengan raut wajah lucu.


"benar sekali...! " Nova membenarkan.


"menurut aku Baby Raya dan Baby Satria akan menjadi penguasa di dunia gelap". sambung Nova lagi.


"maksudnya dunia gelap apa beb? " tanya Candra


"dunia gelap itu dunia mafia loh kak!" jawab Nova


"hah?? " kaget Candra


"apanya yang hah? " tanya Nova yang heran.


"tapi kenapa? bukannya bang Dylan tidak menjadi ketua Mafia the Xylver kan? bang Dylan kan abdi negara yang pasti lebih mulia dari Mafia". Candra


"kenapa kata-kata kakak seolah mengatakan kalau Mafia itu jahat dan tidak mulia? " tanya Nova memicing hingga Candra gelagapan.


"huuuhh...! sebenarnya Mafia itu memang kejam tapi mereka hanya pemberantas saja, dimana polisi tidak bisa menghukum manusia jahat maka orang-orang Mafia yang akan menghabisi mereka, itulah tugas mereka sebagai para Mafia sejati ".


Candra tertegun mendengarnya selama ini dia mengira Mafia itu jahat dan kejam.


"baik Mafia atau Abdi negara sama-sama pahlawan kak! bedanya Abdi negara diakui negara dan pahlawan yang akan dikenang sepanjang masa, berbeda dengan Mafia yang hanya menjadi pahlawan dunia hitam yang akan di takuti dan disegani musuhnya! dihormati bawahannya"


"Mafia itu pahlawan dalam kegelapan kak! hidup keras yang memaksa mereka jadi kejam dan tidak tau kata ampun...! Mafia atau Abdi negara sama-sama mempertaruhkan nyawa.. "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2