Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
hari presentasi


__ADS_3

selama 1 minggu penuh Shindy begitu bahagia di rumah Dylan, apalagi bombom nya sangat aktif hingga Shindy tak kesepian di rumah besar Dylan.


Shindy memberi kucingnya makan


"makan ya bombom nanti main lagi"


Shindy menciumi sayang kucing kecilnya lalu meletakkan kucingnya diatas meja. Shindy memainkan ponselnya sambil menunggu kucingnya makan.


ia melihat postingan Alexa.


"apa dia sedang perawatan? bukankah perusahaannya lagi dalam masalah? apa jangan-jangan?? ".


Shindy melebarkan matanya lalu membuka rahangnya tak percaya.


"dia benar-benar menjual tub*hnya ?". pekik Shindy tertahan.


"astagah...!!". Shindy membekap mulutnya lagi.


walau ia benci dengan sepupunya sendiri tapi kehormatan perempuan harus dijaga kan? Shindy saat itu tak berdaya hingga memilih lari tapi tidak untuk membalas hal yang sama.


"Karma itu ada ".


Sementara Dylan di hotel MattGroup sedang rapat penting di aula,, semua pengusaha hebat hadir di tempat itu demi menunjukkan penemuan baru masing-masing perusahaan.


Willy juga hadir di tempat itu sambil mencuri-curi pandang melihat Dylan sekiranya mencari Shindy yang menjadi keinginan untuk memilikinya.


Willy menggilai tubuh wanita, ia nggak akan menidur* wanita lain jika wanita yang membuatnya panas dingin belum didapatkan olehnya.


"tuan.. sepertinya tuan Willy mencari nona shindy".bisik Bagus.


"hmmm! aku tau maka nya aku nggak mengajaknya". jawab Dylan dengan santai


"apa anda cemburu tuan! ". gumam Bagus pelan tapi Dylan yang memiliki indra pendengaran yang tajam mendengarnya.


"kenapa aku harus cemburu padanya? ". tanya balik Dylan dengan tatapan tajamnya.


"anda nggak membawa nona shindy karna pria itu". jawab bagus melirik Willy


Dylan menginjak kaki Bagus, muka bagus memerah menahan rasa sakitnya ia tak bisa menjerit bisa malu dirinya.


"aku hanya nggak mau repot olehnya! cam kan itu". tegas Dylan lalu memindahkan kakinya.


Bagus meringis kesakitan, tapi sambil membekap mulutnya sendiri.

__ADS_1


"apa kau bisa menjaga mulutmu kedepannya? " tanya dylan dengan mengancam


"bis bisa tuan". jawab Bagus dengan nada gemetar.


Dylan tersenyum miring penuh kepuasan sementara Bagus menanggalkan sepatu pantofelnya mengusap-ngusap kakinya yang terasa berdenyut, begitulah nasib Bagus kalau mulutnya tak bisa dikondisikan kakinya jadi pijakan maut Dylan.


Willy naik ke atas panggung lalu mempresentasikan semua data yang ia dapatkan dari milik MattGroup. Trio the Xylver nggak hadir karna mereka ada urusan di perusahaan.


.


.


"jadi mereka benar-benar mengcopy paste 80% milik presentasi kita tuan". tutur Bagus yang sudah merasa jauh lebih baik.


Dylan tersenyum tipis karna semua yang dicatat Shindy benar-benar sama tak ada yang terlewatkan sedikitpun


"apa paman Ramzi sudah menangkap mata-mata di perusahaan kita? ". tanya Dylan


"sudah tuan..! tapi kata papa saya dia bukan mata-mata hanya di ancam oleh tuan Willy supaya membocorkan presentasi kita tuan"


Dylan mengangguk pelan,,


"daddy nggak mungkin memperkerjakan penghianat...! pecat saja dia ".


Dylan kembali fokus dengan panggung mendengarkan presentasi Willy yang seharusnya menjadi milik perusahaannya, dalam dunia bisnis kecurangan seperti ini sudah hal biasa tapi baru kali ini ada yang berani mencuri presentasi perusahaan MattGroup bahkan menyiarkannya secara langsung didepan dylan.


pengusaha kontrak terbesar dari negara M sangat menyukai presentasi Willy dan menyimpan nama Willy menjadi kandidatnya untuk dikontrak


"perusahaan Mattgroup akan jatuh didepan semua orang karna mereka akan menunjukkan ide yang sama sepertiku.. ahahahahh...! dan aku akan menjadi pria disegani oleh dunia". batin Willy begitu bahagia telah merasa menang dengan cara curangnya.


perusahaan Willy sampai berjaya dititik seperti ini juga mencuri ide perusahaan lain,


"bagaimana? apa kau mendapatkan apa yang aku minta carikan ? ".tanya Dylan serius


"aah.. saya hampir melupakannya tuan! ternyata gadis kecil itu bernama Viola dan ayahnya pengusaha bank tapi hancur karna istrinya yang mengambil semua uang milik perusahaan bank banyak orang minta ganti rugi hingga rumah mereka di sita bank itu sendiri untuk bayar ganti rugi,, pada akhirnya tuan Gerry serangan jantung masuk rumah sakit butuh operasi cepat".


"jadi mereka orang kaya sebelumnya..? ". gumam-gumam Dylan pelan.


"sebenarnya ada apa tuan? kenapa anda mencari tau tentang hal ini? ". tanya Bagus penasaran.


"karna anak itu menjual kucing kesayangannya untuk biaya operasi ayahnya..! ". jawab Dylan


"hah? maksudnya bagaimana tuan? ". tanya Bagus tak mengerti.

__ADS_1


Dylan menghela nafas lalu menjelaskan semua nya dengan ringkas tapi Bagus mengerti intinya,,


"suntikkan dana untuk perusahaannya supaya bangkit! ". perintah Dylan


Bagus tentu mematuhinya, saat ingin bicara lagi Dylan sudah di panggil naik ke panggung untuk menjelaskan presentasinya.


Dylan langsung meninggalkan bagus yang sedang sibuk menelfon manager keuangan perusahaan untuk melaksanakan tugas dylan.


Willy sudah percaya diri dengan apa yang disampaikan Dylan sama seperti punya nya, Willy seolah menjebak Dylan sedang mencuri ide perusahaannya padahal sebenarnya terbalik.


"habislah kejayaan kalian! ". seringai jahatnya.


kalau di depan umum nggak mungkin Dylan akan mencaci makinya namun diluar dugaan nya, Dylan menyampaikan ide lain yaitu memproduksi teknologi yang tak pernah ada sebelumnya.


Dylan meminta ide dari Nova dan Kaisha mengenai Teknologi seperti apa yang dibutuhkan gadis remaja dan bertanya pada Kaira juga serta keluh kesah para wanita karir.


pengusaha besar kota M yang dipanggil tuan JJ langsung berdiri tepuk tangan, ia berbicara dalam bahasa inggris tentang anak perempuannya yang membutuhkan alat itu.


" Saya akan menjadi pelanggan pertama anda saat produk canggih itu keluar!" kata tuan JJ (translete English).


semua orang bertepuk tangan menantikan ide perusahaan Mattgroup di terbitkan banyak yang membantu dana ke Mattgroup supaya bisa membuat teknologi itu menjadi lebih banyak


Willy mengepalkan tangannya,


"bagaimana bisa rencanaku gagal? apa itu bukan presentasi yang asli? apa aku di tipu? ".


Willy yang segera meninggalkan tempat itu menuju kamar penginapannya dengan mata merah marah menggebu-gebu.


"kenapa bisa begini? semua gagal.. ". teriaknya geram.


sudah banyak yang memperingatkan Willy kalau perusahaan Mattgroup tak pernah bisa dijatuhkan karna banyak orang-orang jenius di perusahaan itu, sekali saja mereka menyiarkan berita aneh maka saham mereka akan jatuh hingga tak punya pilihan meminta bantuan ke perusahaan MattGroup, tentu tak ada yang gratis hingga hampir semua saham kecil menjualnya ke pasha .


"kemana wanita itu? beraninya dia menipuku memberi presentasi palsu."


Willy menghubungi wanita yang bekerja tetap di perusahaan mattgroup.


"hallo tuan..! bisakah anda mencari saya pekerjaan saya sudah dipecat oleh tuan saya ".


Willy berteriak frustasi lalu melempar ponselnya ke ranjang, ia mengingat siapa penghianat diantara pekerjanya dan terlintas wanita lain yang menjadi sasarannya.


Willy sama sekali tak berpikir Shindy adalah pelakunya karna menurutnya Shindy tak tau apa-apa bahkan membacanya cepat seperti hanya dilihat saja.


.

__ADS_1


.


__ADS_2