
setelah mengancam semua orang penanam saham di perusahaan Willy barulah Dylan meninggalkan ruangan pertemuan.
Bagus mengikuti Dylan dengan tenang,
"sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi tuan? "
"Willy sialan itu membayar pelayan tadi memberi istriku obat perangs*ng jika saja Shindy tidak menyadarinya lebih cepat maka semua akan kacau aku menghancurkannya karna kesalahannya sendiri". jelas Dylan dengan wajah dingin dan datarnya.
Bagus mengangguk-ngangguk mengerti alasan Dylan yang sangat masuk akal, Willy memang keterlaluan tentu Bagus sangat setuju hukuman Dylan bahkan Bagus berpikir Dylan sudah baik tetap membiarkan mereka hidup.
hanya dalam hitungan menit Dylan meninggalkan ruang pertemuan semua penanam saham di perusahaan Willy menarik saham mereka secara serentak, Willy yang hilang akal mencari pertolongan kalau terus begitu perusahaannya akan jatuh bangkrut.
"tolong aku we.. tolong pinjamkan uang untuk menegakkan perusahaanku lagi! semua penanam saham dan pemberi modalku menarik diri dan alasannya aku tidak tau kenapa mereka begitu? tolong bantu aku We... "
ucap Willy memohon pada temannya.
"maaf Wil aku tidak bisa menolongmu aku rasa pasti ada alasan kenapa mereka semua menarik saham dan modal mereka lagi. kau pasti menyinggung seseorang.. maaf... "
tolak Wendy segera menutup pintu
Willy menggedor-gedor pintu agar Wendy membuka pintu untuknya dan mau menolongnya.
"wen.. aku tidak tau wen kenapa mereka menarik diri aku tidak pernah menyinggung siapapun "
teriak Willy
"Sialan kenapa aku jadi sial begini? ".. teriak Willy frustasi
Willy mencari bantuan dari temannya yang lain hasilnya tetap sama tidak ada satupun yang mau membantunya.
"kenapa kau mengikutinya Gine? ". tanya Dewi penasaran.
"aku akan memberinya pelajaran karna dia ingin memiliki pujaan hatiku". jawab Gine menatap tajam Willy yang sudah kelelahan mencari bantuan.
"kau tidak menjelaskannya padaku Gine! siapa pujaan hatimu? setau aku kau menginginkan wanitanya tuan Melviano tapi kenapa kau malah bilang dia menggoda pujaanmu? ".
"dasar bodoh...!! pantas saja kau tidak bisa mendapatkan si Dylan itu karna kau hanya punya otak dungu ...! "
Dewi membelalakkan matanya.
"apa katamu? kenapa kau malah mengejekku hah? dimana letak kesalahanku? aku bertanya baik-baik sialan".
"apa kau tidak lihat malam itu Dylan menggendong istrinya? itu karna ulah pak tua itu aku yakin kebangkrutan perusahaannya pasti ulah Dylan".
Dewi syok mendengarnya
"oh.. jadi itu alasannya.! pantas saja dia marah-marah tidak ada satupun orang yang membantunya sudah pasti tuan muda lah pelakunya karna dia sangat berkuasa.... . " ucap Dewi tergantung, ia seperti menyadari sesuatu.
"aku jadi takut mencelakainya.. ". gumam Dewi takut dirinya akan berada di posisi yang sama.
__ADS_1
"tidak.. tidak.. aku tidak mau terlibat denganmu kau urus saja pujaan hatimu sendiri aku tidak akan melibatkan diri". Dewi tiba-tiba membuka pintu mobil dan melarikan diri dari Gine
"sialan..! Hei.. jal*ng kau berani sekali meninggalkanku apa kau sudah tidak mau hidup hah?".
Gine keluar dari mobilnya dan menarik kasar tangan Dewi
"yah.. aku memang jal*ng tapi aku tidak bodoh aku melihat bagaimana pria tua itu hancur dalam hitungan menit karna tuan muda! aku tidak mau karirku hancur aku tidak punya siapa-siapa lagi bodoh ". Dewi mendorong kuat tubuh Gine ia dengan cepat melarikan diri.
Gine mengumpat geram.
"apa maksud pembicaraan kalian tadi? "
tanya Willy
Gine menoleh ke Willy dan meninju wajah Willy sampai babak belur.
"kau berusaha merebut wanitaku! dan lebihnya kau cari tau sendiri! aku bukan informan mu".
Willy meringis kesakitan,
"apa benar suami wanita itu pelakunya heii... jawab aku anak muda? ".
Willy berteriak marah saat Gine meninggalkannya setelah membuatnya babak belur.
.
Dewi yang ketakutan meminta supir taksi pergi ke perusahaan Dylan.
di periksa oleh satpam tentu Dewi boleh masuk ke dalam perusahaan MattGroup karna Dewi adalah model perusahaan MattGroup.
Gine yang tidak bisa masuk berteriak marah di dalam mobil.
Dewi keluar dari taksinya setelah transaksi ia berlari memasuki gedung perusahaan mattgroup.
"aku tidak mau kehilangan karirku dan fans ku aku tidak mau itu terjadi". Dewi jadi takut mencari masalah pada seorang Dylan melihat bagaimana hancurnya Willy membuatnya takut karirnya akan hilang.
"aku mohon pertemukan aku dengan Tuan Muda..! ". memelas Dewi di meja resepsionis
"anda belum membuat janji nona! anda tidak boleh menemui tuan muda sebelum membuat janji".
tolak resepsionis dengan tegas
"ku mohon...! ini masalah hidup dan matiku". isak tangis Dewi.
Dewi frustasi sendiri tidak bisa bertemu dengan Dylan ia putar badan berlari ke arah Lift hingga 2 resepsionis berteriak memanggil satpam.
saat Lift terbuka ia malah menabrak bagus karna tubuh Bagus kuat dan kokoh tentu Dewi yang terjatuh.
"Kasmara dewi? apa yang kau lakukan disini? ". tanya Bagus
__ADS_1
2 resepsionis datang bersamaan 2 satpam.
"maafkan kami tuan". ucap 2 resepsionis menundukkan kepala
"tuan? bantu aku tuan! aku dalam masalah besar seseorang akan berusaha menghancurkan karirku jika aku tidak mau mengikuti mereka! aku tidak mau melawan tuan muda..! aku mohon tuan". Dewi berbicara memelas di kaki Bagus
Bagus terkejut mendengarnya.
"kau ikuti aku! ". Bagus menarik lengan Dewi dan kembali masuk Lift.
.
.
"kau bertemu pria misterius setelah bertemu dengan laki-laki bernama Gine? ". tanya bagus serius
"iya banyak sekali ada 3 pria yang memakai topeng wajah untuk menutupi wajah mereka! aku takut tuan mereka mengancamku! aku melihat bagaimana pak Willy hancur aku tidak mau berada di posisinya hiks.. hiks... aku hanya punya karir ini saja,, tolong jaga reputasiku agar tidak hancur tuan.. aku mohon bantu aku"..
"baiklah aku akan mempertemukanmu dengan tuanku".
Bagus membawa Dewi ke ruangan Dylan, Bagus menjelaskan tujuan Dewi ke perusahaan ini.
"kau yakin ada 3 Pria yang membantu pria bernama Gine? ". tanya Dylan dengan dingin
"i ya Tuan...! s.. saya memang jal*ng tapi saya terpaksa melakukannya demi mendapatkan reputasi saya seperti sekarang... saya bekerja untuk ibu saya yang sakit keras tapi beberapa bulan yang lalu ibu saya sudah meninggalkan saya..! saya mohon saya tidak punya apa-apa lagi selain pekerjaan ini"
Dylan mengangguk-ngangguk.
"baiklah.. aku akan mengamankan karirmu jika kau benar-benar berada di pihakku..! sekarang pergilah aku akan menyuruh seorang pengawal utusanku untuk melindungimu dari bahaya mereka".
"terimakasih tuan.. terimakasih banyak". ucap Dewi dengan lega tapi matanya masih berkaca-kaca antara takut membayangkan dirinya akan celaka dan senang dapat perlindungan Dylan
Dylan melirik Bagus dan tentu saja Bagus tau tugasnya, ia menelfon salah satu anggota the Xylver sekaligus mantan prajurit khusus Dylan bernama Ali akan menjadi pengawal pribadi Dewi.
belasan menit kemudian Ali telah tiba di ruangan Dylan.
"tugasmu hanya melindungi informanku". perintah Dylan
"baik tuan". jawab Ali
Dewi terperangah melihat Ali yang sangat tegap dan sexy, wajahnya terbilang manis tapi datar seperti tuannya juga (Dylan).
Ali mengenalkan diri pada Dewi lalu mereka meninggalkan ruangan Dylan.
.
.
.
__ADS_1