
"aku tidak mau bertahan walau 1 hari lagi.. aku tidak mau". tolak Anna menggeleng kepalanya tak terima permintaan Roy.
"aku mohon Anna... selama 1 bulan penuh saja.. gaji pelayan mereka itu mencapai puluhan juta apalagi sebagai pengawal pribadi.. pasti sangat besar hingga ratusan juta..". bujuk Roy lagi.
segala bujuk rayu Roy dilakukan oleh nya supaya Anna mau bertahan.
"baiklah... tapi setelah mendapatkan uangnya kita harus pikirkan rencana lain..! aku tidak tahan disini, mereka benar-benar iblis.. ". pasrah Anna dengan tangan terkepal.
Roy tersenyum puas dan akhirnya perbincangan mereka selesai, sekali lagi Dylan tidak tau dimana keberadaan Rilly.
.
ke esokan harinya Keyzo menyiksa Anna dengan menyuruhnya memberi makan Black dan Blink, belum lagi Anna di suruh bersihkan kandang kuda di rumah Nova.
Anna persis seperti pembantu di buat oleh keluarga Melviano.
.
.
hari-hari telah berlalu Anna hanya di perlakukan seperti pembantu saja,,
Shindy tidak pernah mau keluar mansion, kalau ada yang ia butuhkan pasti akan meminta sang suami untuk membelikannya, jadi tidak butuh pengawal di dalam rumah.
"mas beli kan? " tanya Shindy berbinar.
"hmm" jawab Dylan mengusap kepala Shindy dan menghadiahkannya sebuah ciuman sayang di kening Shindy.
"bagaimana mas? apa udah ada berita tentang Lyli? " tanya Shindy sambil mengeluarkan makanan yang dibeli Dylan.
"aku melacak nya hanya sampai di jalan CC dan itupun sudah hilang... ". jawab Dylan
"apa ada pulau disana? " tanya Shindy penasaran karna setau Shindy jalan CC itu di dekat samudra.
Dylan tertegun. "iya. ada".
"dari karakter Rilly palsu itu dia orang yang kejam dan penuh ambisi mas, bisa saja dia membuang Lyli disana..! karna tidak ada tempat lain lagi kan? aku tidak percaya dia ditelan bumi mas.. jadi coba mas lihat kesana"
Dylan memikirkan kata-kata Shindy dan akhirnya menurutinya.
siang harinya Dylan membawa anggota the Xylver ke pulau kecil dimana tujuan tempat pencaharian mereka.
"Rilly...?? " teriak Dylan.
1 jam mereka berpencar mencari Rilly.
"Tu.. an? " Rilly dengan tubuh kotornya melompat dari atas pohon.
anggota the Xylver terkejut sesaat lalu menutup hidung mereka seketika karna aroma tubuh Rilly yang tidak enak.
"bagaimana keadaanmu? " tanya Dylan mendekat seperti tidak tergganggu dengan bau tubuh Rilly.
"saya bisa bertahan tuan! tapi Nyonya bagaimana tuan? ponsel saya di rebut oleh Anna dan saya tidak sanggup berenang menyebrangi lautan ini".
"tidak apa... aku bisa menyadarinya lebih cepat.. ". Dylan berkata
__ADS_1
"syukurlah tuan.. saya percaya anda tidak akan mudah terkecoh..! saya hanya takut Nyonya dalam bahaya karna Anna menggunakan wajah saya ".
"aku tidak akan membiarkan istriku menjadi incarannya,, kau tenang saja..! cepat ikut" Dylan
Rilly tersenyum di wajahnya yang mulai menghitam.
"kau masih bisa tersenyum ? kau hidup sendiri di pulau ini.. ". ejek Dylan dapat tawa kecil dari Rilly.
"kehidupan yang anda ajarkan membuat saya bisa bertahan hidup di tempat ini tuan". senyum tulus Rilly.
"kau harus memulihkan tubuh mengerikanmu ini, kalau kau menemuinya dalam keadaan seperti ini bisa-bisa istriku marah besar". peringatan Dylan.
Rilly mengangguk patuh.
.
.
tak terasa 1 bulan sudah Anna bekerja, sekarang ia benar-benar seperti orang gila.
tubuhnya mulai kurus, pipinya juga tirus dan ia keluar dari mansion Melviano yang dianggap neraka baginya.
Anna izin keluar untuk membeli keperluan dan sepertinya orang-orang Melviano terlihat tidak peduli sama sekali.
"akhirnya aku terbebas dari rumah berbentuk neraka itu". Anna tersenyum sinis melihat mansion megah Melviano.
Anna bisa melihat mobil Roy datang menjemputnya, ia langsung masuk dan membuka topeng wajahnya.
"kau lihat?? " Anna menunjuk wajah aslinya sendiri yang tirus.
"lihatlah... mansion itu benar-benar neraka..! aku dijadikan pembantu disana..! " marah Anna
"tapi kau bisa dekat dengan tuan Melviano kan? " tanya Roy
"kau bilang apa? jangankan untuk dekat dengan tuan Melviano... hanya sekedar bernafas saja aku tidak diberi kelonggaran sedikitpun, mereka semua menyiksaku...aku benci situasi itu... aku benciii... " Anna melempar amplop tebal yang ia dapatkan dari hasil kerja kerasnya selama 1 bulan penuh di mansion Melviano ke Roy.
Roy menangkapnya gelagapan.
"lalu bagaimana posisimu jadi pengawal? " tanya Roy
"Ciiuh... aku hanya babu disana.. bukan sebagai seorang pengawal... mereka benar-benar mengerikan...lihat saja aku akan balas kalian semua". geram Anna dengan penuh dendam.
"ayo kita pergi dari sini.. " ajak Anna dengan mata memerah
"lalu bagaimana keadaan Wanita itu? " tanya Anna dengan serius
"aku rasa dia tidak akan hidup.. ". jawab Roy cepat
"kau yakin? " tanya Anna
"menurutmu bagaimana? siapa yang bisa bertahan di pulau itu dimana banyak Bab* hutan yang liar disana.. dia bisa saja mati di terkam bab* disana". kekeh Roy
logika Roy masuk diakal juga bagi Anna.
"cepat cari tempat makan..! perutku lapar sekali, mereka benar-benar bukan manusia" .
__ADS_1
"iya.. iya... udah jangan marah lah.. " Roy mengusap kepala Anna
"ini semua karnamu...! jika saja kau tidak ketagihan main Jud* kita tidak akan sampai menderita begini" marah Anna
Roy hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"oh ya... mereka punya putri bungsu bernama Kaisha..! aku membencinya, kau dekati dia secara hati-hati lalu campakkan dia setelah menodainya, sebar beritanya ke sosmed.. ".
"wooww... Cantik sekali ". decak kagum Roy
Anna memutar bola matanya dengan jengah, "tugasmu dekati dia..! gadis itu yang terlihat paling mudah di bodohi".
Anna mengira Kaisha yang paling bodoh tanpa tau kelebihan gadis itu.
Roy mengangguk-ngangguk setuju.
sementara di mansion Melviano, Rilly yang asli kembali dengan kulit yang sudah memutih, sebelumnya Rilly menghitam karna berada di hutan terus saja kepanasan tanpa ada rumah untuk berteduh.
"Ini siapa? " tanya Shindy mendekat ke Rilly
"saya Lyli Nyonya" jawab Rilly dengan senyum lebarnya.
"ahahaha... Lyli... aku kangen tau.. kamu selalu aja membuatku khawatir..! padahal aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri".
semua orang tertawa saat Shindy dan Lyli berpelukan.
Pasha menggendong baby Nola (anak Nova dan Candra), Matt menggendong baby Alvandra
sedangkan Baby Raya dan Baby Satria sedang tidur dikamarnya tidak seperti anak-anak Nova dan Candra yang selalu rewel.
"maafkan saya Nyonya". ucap Rilly tersenyum hangat.
"pokoknya kami udah balaskan dendam kak Lyli". ujar Kaisha semangat.
"iya kak. Aku yang menyiksanya habis-habisan tanpa memberinya waktu untuk istirahat. " sambung Keyzo
Rilly tersenyum saja dengan haru betapa baiknya keluarga Dylan.
"sudahlah.. kalian selalu begitu.. biarkan saja Lyli ber istirahat..! dia keliatan pucat itu". sambung Nova,
Candra di samping Nova sambil menggenggam tangan istrinya.
"iya.. iya.. Lyli istirahat" Kaira
Mely berinisiatif membuatkan Lyli bubur karna melihat raut wajah Lyli yang terlihat masih sakit.
"Lyli? bagaimana keadaanmu? kata mas Dylan kamu sakit ya? ". tanya Shindy sambil membawa Lyli masuk ke dalam Lift.
semua keluarga Dylan menyayangi Rilly dan menyiksa Anna yang mengaku Rilly.
.
.
.
__ADS_1