
dinegara lain,,
Shindy tengah menyusu* Baby Raya yang sudah tertidur entah sejak kapan tapi mulutnya masih asik menyedot ASI maminya.
"sayang...? udah dong..! kasihan dek Satrianya". gemas Shindy mencium wajah mungil baby Raya yang masih belum mau melepaskan put*ng susu maminya.
"Little Girl". kekeh Rilly.
"Little Girl? ". beo Shindy terdengar menarik.
Rilly tersenyum. "dari pada disebut Baby? lebih baik disebut Little Girl".
"aku suka". senyum manis Shindy.
suara tangisan Baby Satria membuyarkan senyuman mereka.
Shindy dan Rilly saling pandang lalu kompak tertawa gemas.
"Little Boy menangis". kekeh Rilly.
Shindy terpaksa melepaskan Little Girl (Baby Raya) dan meletakkannya di ranjangnya.
bukannya tertidur Raya malah terbangun tapi tidak menangis hanya mengerjab-ngerjabkan mata birunya dengan polos.
Rilly terlihat gemas pun dengan berani menggendong Raya dan menurunkannya ke lantai yang di penuhi karpet tebal nan berbulu.
Shindy tersenyum saja melihat tingkah Raya, ia fokus menyus*i Little Boy nya (Baby Satria).
"ada apa Little Girl Princess? " tanya Rilly menahan rasa gemasnya melihat Raya tengah menatapnya mengerjab beberapa kali.
mata biru laut khas milik keluarga Melviano juga menurun pada anak Dylan dan Shindy.
Raya mengoceh tak jelas hingga Rilly menatap Shindy, mereka sontak saja terbahak seketika.
Raya terus mengoceh tapi tidak ada yang tau apa yang dibicarakan Little Girl yang satu itu.
Raya merasa diabaikan langsung saja merangkak sedang mengoceh-ngoceh seolah kesal Rilly dan Shindy menertawainya.
"chah.. cha... cah.. chahh...! " ocehnya merangkak menuju pintu kamar.
"mau kemana sayang? ". tanya Shindy dengan gemas.
Rilly dengan cepat berdiri dan menyusul Little Girl nya yang super menggemaskan.
tiba-tiba ia mencoba berdiri tegak hingga Rilly dan Shindy terkejut dibuatnya, Raya memang bisa berdiri beberapa menit tapi belum bisa jalan.
"Raya sayang? " panggil Shindy kaget.
Pintu di buka mengagetkan Shindy dan Rilly.
betapa terkejutnya mereka saat sang Papi telah kembali, ternyata Raya tengah menyambut Papinya
__ADS_1
"pha.. pha.. pha...! ". Dylan terkejut ada putri kecilnya tengah berjalan ke arahnya.
Dylan sontak saja melepaskan belanjaannya dan berjongkok sambil menyambut tangan Raya.
Terkejut...! Syok...!!
ketiga manusia yang ada di kamar itu terkejut melihat Raya yang sudah bisa berjalan walau sempoyongan tapi bisa berjalan menyambut Papinya
"Astagah sayang...! kamu bisa jalan nak? " tanya Dylan menggendong Little Girlnya
"mas? aku kok ngga tau mas pulang? " tanya Shindy langsung memasang kembali bajunya saat Little Boy melepaskan put*ng nya.
Rilly dengan cepat menggendong Satria saat melihat Papinya lalu meletakkan Satria di karpet berbulu yang memenuhi kamar itu.
Satria merangkak cepat hingga kedua mata Shindy ingin meloncat begitu saja, ia tak menyangka sudah melahirkan kedua anak ajaib itu.
Rilly menelan ludah melihat bergantian Satria dan Raya yang sangat pintar di usianya yang belum cukup 1 tahun itu.
Dylan juga berjongkok dan merentangkan tangannya saat Satria mencoba berdiri dan berjalan cepat ke arah Dylan,
"Satriaaa.... ". pekik Shindy sampai meloncat dari ranjangnya.
kaki Satria terlihat masih goyah hingga hampir jatuh beruntung Dylan menangkapnya.
Shindy terkulai lemas dan Rilly cepat menangkap tubuh Shindy yang hampir merosot ke bawah.
"kamu tidak apa sayang?? " tanya Dylan khawatir.
"tidak apa mas..! cuma kaki aku aja yang terasa lemas melihat anak kita sudah bisa jalan aja, entah kapan mereka belajarnya". jawab Shindy sambil memijit kakinya
"jadi begitu gambaran tuan muda saat masih bayi..! pastas saja sangat hebat". batin Rilly melihat ke arah Satria dan Raya yang tengah mengoceh ria di gendongan papinya
"kalian ngga nakalkan nak? " tanya Dylan menatap kedua anak kembarnya.
kedua anak itu hanya mengoceh dan Dylan tidak mengerti bahasa kedua anaknya.
Dylan mencium sayang kedua anak-anaknya lalu berbalik dan menurunkan anaknya di tempat yang lumayan luas,
"sebentar ya sayang!! " pinta Dylan mengusap kedua kepala anaknya.
Dylan berlari kecil ke arah pintu tadi dimana belanjaannya banyak tertinggal, Dylan mengambilnya dan menutup pintu.
Dylan kembali ke anak-anaknya.
"papi beli banyak mainan sayang".
Dylan mengeluarkan semua mainan kenyal (Squishy) ke anak-anaknya dan beberapa permainan bongkar pasang gambar, ada Rubik juga.
kedua anak-anak Dylan terlihat senang dapat mainan baru, terutama Raya yang terus saja *******-***** mainan kenyalnya.
melihat kedua anak-anak Dylan telah sibuk bermain, Dylan bangkit dan berbalik berjalan ke arah istrinya.
__ADS_1
Rilly pun segera bangkit memberi hormat pada Dylan.
"jika butuh sesuatu hubungi saya Nyonya". ujar Rilly sambil tersenyum kecil.
Shindy mengangguk-ngangguk,
Rilly langsung berinisiatif keluar dari kamar Little kembar tanpa menunggu di usir,
kini hanya Dylan dan Shindy yang ada di kamarnya sedangkan Little Kembar sibuk dengan permainannya, sesekali terdengar lengkingan senang Raya dan Satria saat memainkan semua yang dibeli oleh Papinya
"kenapa sayang? apa kamu lelah? " tanya Dylan khawatir.
Shindy tersenyum. "bukan mas? aku kaget aja melihat tingkah kedua anak-anak kita, aku benar-benar tidak menyangka sudah melahirkan anak-anak seperti mereka yang bisa membuatku terkejut setiap pergerakan mereka".
Dylan ikut tersenyum dan memeluk mesra istrinya.
"aku sangat merindukanmu sayang" ucap Dylan dengan helaan nafas lega nya bisa bertemu dengan istri tercintanya.
Shindy terkekeh dengan tingkah Dylan.
"mas sibuk banget ya? " goda Shindy.
"hmm... Bagus kan mau nyambung kuliah di negara J sama dengan Keyzo dan Kaisha, jadi aku akan sibuk di kantor ".
"Kan ada sekretaris dan Asisten Bagus ". jawab Shindy
"hmm.. tapi kerja mereka tidak sehebat bagus" jawab Dylan.
"mas..! Bagus itu masih kecil biarkan dia menikmati masa mudanya dengan sekolah seperti anak seumurannya..! jangan menuntutnya terus mengabdi jika dia merasa tertekan dengan situasinya yang menguras usia mudanya".
"itu sebabnya aku membiarkannya saat bilang mau nyambung kuliah sayang! aku tidak menghentikan nya". ujar Dylan menangkup kedua pipi Shindy
Shindy tersenyum manis mengecup bibir sang suami hingga siempunya tertawa.
"kamu menggodaku sayang? " tanya Dylan gemas.
"mas..? ada Little Kembar..! jangan didepan mereka dong". rengek Shindy.
"mereka... akan.. ba...? Eeh ? kamu bilang apa sayang? Little Kembar? ". tanya Dylan
"iya... Little Kembar". jelas Shindy menyeringai lebar.
Dylan menoleh ke anak-anaknya yang tengah sibuk bermain dan mengoceh-ngoceh tak jelas.
Dylan kembali menatap manik mata istrinya lalu mereka kompak tertawa cekikikan.
"apa ada tempat kursus bahasa bayi sayang? ". tanya Dylan tergelak
Shindy juga ikut tertawa tapi menggeleng-geleng kepalanya menjawab pertanyaan Dylan yang artinya tidak tau dimana tempat kursus bahasa bayi itu.
.
__ADS_1
.
.