
Shindy di kamarnya sedang menonton TV sambil memakan cemilannya.
"Cantik. ? hai cantik...? "
Shindy terlonjak kaget mendengar suara teriakan seseorang, ia bangkit dan berjalan ke arah balkon
"cantik? aku disini cantik...? ". Teriak Gine di samping kamar penginapan Shindy hanya berbatas pilar kokoh yang sangat lebar.
Shindy menoleh ke asal suara.
"kau? "
"iya cantik.. boleh aku berbicara denganmu? ". pinta Gine dengan memelas.
Shindy mendengus tajam lalu membalik tubuhnya mengabaikan panggilan Gine, Shindy malah menutup pintu ke arah balkonnya dan menutup tirainya juga.
"hei.. cantik lihat aku kita bicara sebentar".
"Cantik...? ". teriak Gine
Shindy tak lagi mendengar teriakan Gine karna pintu sudah di tutup semua.
"dasar sinting". Shindy menghidupkan lampu kamarnya biar makin terang.
dengan santainya Shindy kembali ke sofa melanjutkan tontonannya.
"issh.. jadi ketinggalan kan". kesal Shindy menatap tajam ke arah balkonnya dimana Gine memanggilnya tadi.
"wah.. wah... adegan ranjang lagi nih... aaaaaah... lebih hot.... aw.. wwwh... panas..panas... ". Shindy memekik heboh saat mengganti siaran TV ada pemeran utama nya yang beradegan ranjang 21+ ke atas.
Shindy berbinar melihat itu sungguh fikirannya makin mesum sejak sudah tidur dengan suaminya.
"udah sekali aja? ngga asik nih". gerutu Shindy belum puas nonton begituan.
Shindy malah menonton Vidio di hp nya dan TV di abaikan.
"apa yang kamu tonton sayang? ".
bisik Dylan sudah ada dibelakang Shindy.
Shindy memekik kaget mendengar suara Dylan.
"mas? ". Shindy memutar kepalanya.
Glek...!
Dylan melihat tontonan Shindy.
" sayang kamu benar-benar berpikir kotor karna menonton begituan".
Shindy menyeringai lebar berdiri di atas Sofa lalu merentangkan tangannya.
"kita mandi sama-sama yuk". ajak Shindy
Dylan melupakan kata-katanya tentu langsung menggendong tubuh istrinya seperti menggendong Koala, Shindy mengendus senang aroma tubuh Dylan .
pulang bekerja Dylan diberi hadiah memabukkan dari istrinya bagaimana bisa Dylan berpaling sedangkan istrinya sudah paket komplit selalu bisa menyenangkan hati Dylan.
"apa aja yang kamu beli sayang? ". tanya Dylan memainkan benda kenyal kesenangannya.
Shindy tersenyum lebar di pelukan Dylan.
"aku ngga tau berapa belanjaanku "
"Ayu mengatakan semuanya jadi banyak yang harus kamu bayar sayang". bisik Dylan
Shindy menatap suaminya dengan hangat.
"iya mas aku akan bayar tapi ada yang ingin aku tanyakan.
"apa? ". tanya Dylan menautkan alisnya.
"apa Ayu memang dari pasukan khusus?".
Dylan mengangguk.
"apa semua mantan pasukan mu saat kamu jadi jendral besar pasukan perang tersebar luas di setiap negara? ".
__ADS_1
Dylan mengangguk.
"benar sekali karna negara sudah aman dari kata perang pasukan ku sudah beraktifitas seperti biasa mereka bisa bebas dari tugas".
"kenapa kamu tidak jatuh cinta pada anggota khususmu? aku rasa pasti sangat keren dan sexy perempuan dari pasukanmu"
Dylan tersenyum tipis.
"saat itu hatiku mati pikiranku hanya 1 melindungi nyawa semua prajurit sejatiku jadi tidak sempat memikirkan cinta"
Shindy mendengus Dylan malah mengerutkan keningnya melihat Shindy dengan bingung
"apa tidak ada perempuan yang menarik perhatianmu di anggota tim mu sendiri? "
Dylan menggeleng kepalanya.
"tidak ada"
"benarkah? suka sedikit saja tidak ada? " tanya Shindy tidak percaya
"tidak ada". ulang Dylan lagi.
"waah.. aku benar cinta pertamamu? ". tanya Shindy
Dylan tersenyum tipis.
"kapan aku bilang mencintaimu hmm? " cibir Dylan.
Shindy membelalakkan matanya lalu memukul dada bidang suaminya sambil marah-marah
"jadi kita melakukan hubungan itu apa kalau bukan cinta hah? kamu fikir aku bisa memberikan tubuhku padamu kalau bukan karna cinta hah?? "
Dylan mengunci tangan Shindy dan menindih tubuh Shindy masih di dalam bath up.
"aku tidak tau apa itu cinta? mungkin kamu sudah menguasai seluruh hatiku hingga aku tidak bisa mengungkapkan kata cinta lewat bibirku tapi lewat perbuatanku "
Shindy menautkan alisnya.
"jadi kamu mencintaiku kan? "
"kalau kamu satu-satu perempuan yang aku tiduri menurutmu apa sayang? ". senyum tampan Dylan
"lepaskan tanganku" . memelas Shindy
Dylan melepaskan cekalan tangannya, Shindy memeluk Dylan dengan mesra hingga Dylan terpancing karna mereka tidak berpakaian ditambah istri mesumnya seperti sengaja menggodanya.
sekali lagi suara desah*n Shindy dan geraman Dylan memenuhi kamar mandi, Shindy menjerit-jerit saat Dylan begitu ganas menerkamnya tubuhnya menggelinjang tak karuan malah suka dengan perlakuan sang suami pada akhirnya mereka berada di kamar mandi lebih dari 2 jam.
.
"kita makan malam diluar sayang! aku sudah memesan tempat makan yang spesial untukmu". ajak Dylan menyibakkan rambut Shindy di balik daun telinganya.
"benarkah? "
"hmm". Dylan masih asik mengusap kepala Shindy.
entah kenapa Dylan selalu ingin menyentuh kepala Shindy setiap kali istrinya itu berkata manja.
"kalau begitu aku akan berdandan secantik mungkin". senyum manis Shindy
Dylan mengangguk dengan senyum tipisnya.
.
.
Dylan membawa Shindy ke gedung tinggi yang sangat megah.
"ayo kita masuk! ". ajak Dylan menggenggam tangan istrinya.
"mas ini? ".
Shindy begitu syok dengan tempat makan malamnya yang sangat indah.
"kamu suka sayang? aku ingat kamu suka di Rooftop terlebih lagi saat kita di restaurant Nolan Food jadi aku memesan tempat ini untuk makan malam kita".
__ADS_1
Shindy berkaca-kaca menatap suaminya, Dylan menghapus air mata Shindy.
"kenapa menangis? ". tanya Dylan dengan lembut.
"aku terharu tau! mas ternyata sangat romantis". Shindy memeluk Dylan dengan erat.
Dylan terkekeh mengecup puncak kepala Shindy.
"ayo kita makan"
"iya.. tapi kenapa tempatnya sepi? ". tanya Shindy
"aku sudah menyewanya satu malam". jawab Dylan enteng.
Shindy menganga lebar.
"udah jangan di fikirkan ayo makan! lain kali puaskan aku seperti biasa".
Shindy tersenyum lebar.
"tentu saja! aku akan kasih plus plus deh"
Dylan mengusap kepala Shindy dan mengajaknya duduk.
selama di negara D Shindy selalu diberi kejutan-kejutan tak terduga dari sang suami sampai di hari ke 8 mereka di negara D Dylan memesan sebuah kamar khusus di dalam akuarium raksasa hingga Shindy makin cinta saja pada suaminya. mereka menghabiskan waktu di negara D persis berbulan madu walaupun Shindy selalu dikamar saat suaminya bekerja tapi sebagai gantinya Dylan juga akan memberinya kejutan tak terduga.
"aku kira kita akan kembali ke indonesia tapi ternyata nginap lagi ya? ". Shindy berbalut selimut memeluk Dylan yang bertelanjang dada.
Dylan tersenyum.
"maafkan aku selama 4 hari kamu harus di kamar terus, kamu pasti bosan kan? "
Shindy menggeleng kepalanya.
"kan aku ada tontonan anu-anuan"
Dylan tertawa menyentil kening istrinya
"awwh..! ". Shindy mengerucutkan bibirnya mengusap keningnya yang terasa berdenyut nyeri.
"dasar wanita mesum". ejek Dylan
Shindy memeluk Dylan lagi.
"setidaknya hal itu bisa menyenangkanku jadi aku tidak bosan di dalam kamar terus"
"iya iya.. terserah kamu aja..! besok pagi kita harus kembali ke indonesia kamu tidak marah kan? ".
Shindy tersenyum lebar.
"tidak mas! aku malah senang kamu menyiapkan 1 hari istimewa untukku".
"walau diatas ranjang? ". ejek Dylan
Shindy mengangguk-ngangguk malu.
"aku suka kamu diatas ranjang" ujarnya malu-malu
Dylan tergelak..
"baiklah aku akan melakukannya lagi. "
Shindy langsung mengalungkan tangannya di leher Dylan saat mereka akan kembali bercint* .
.
.
.
wah puas yahh bulan madunya udah terbayar kan hutang Othor...
hehehe... sambung esok lagi yeee...
selamat beraktifitas di awal tahun 2022 ini... terimakasih atas antusias readers semua yang menyukai Novel Othor yang masih jauh dari kata sempurna, masih ada yang keselip kata yang kurang di mengerti... harap maklum yee...
.
__ADS_1
.
.