
Nova terperangah melihat penjual Cilok dengan motor butut dan ada gerobak lumayan besar di samping motor itu, Nova tidak tau itu mobil, motor karna rodanya ada 4.
dibilang mobil tidak, karna roda empat tidak ada pintu, dibilang motor juga tidak karna ada 4 ban, kalau becak cuma 3 ban saja.
"a.. apa ini kak? " tanya Nova tergagap.
"ini Cilok kamu nggak baca tulisan sebesar itu? " ledek Dylan menjitak pelan kening Nova
Nova mengerucutkan bibirnya tapi tangannya mengusap-ngusap kening, hidungnya mengendus-ngendus aroma Cilok yang disantap lahap oleh Shindy hingga sudah hampir habis 1 mangkuk penuh.
"enak kakak ipar? " tanya Nova menelan ludahnya sendiri terlihat berselera melihat kakak iparnya makan Cilok.
"enak". jawab Shindy dengan pipi yang penuh.
Nova menoleh ke banyaknya pelayan yang tengah makan bersama diteras dengan posisi nyaman.
dengan seenak jidatnya saja Nova merebut mangkuk Dylan, Dylan memegang sendok ditangan kanan sedang tangan tangan kirinya kini kosong sebab mangkuk berisi ciloknya sudah berpindah tangan di tangan mungil nan cantik milik Nova
"dek... ". Dylan hendak merebut tapi melihat cara adiknya makan keningnya mengkerut.
Dylan melihat ke Nova lalu beralih lagi ke Shindy, ujung pegangan sendok nya menggaruk kepalanya yang terasa gatal.
"ada apa ini? apa cuma kebetulan? ". gumam Dylan terheran-heran tapi mengingat umur pernikahan adiknya masih terlalu muda untuk hamil membuatnya menepis pikiran miring itu.
"pak.. pesan satu lagi pakai plastik aja pak". pinta Dylan
Dylan hendak memakan ciloknya lalu menganga lagi melihat Nova memesan 1 mangkuk penuh, tak lama lagi Shindy juga meminta hal yang sama.
"apa cuma perasaanku aja? " gumam Dylan curiga.
.
.
"pak habis ya? " keluh Nova seperti tidak kebagian makan cilok padahal sudah makan 5 mangkuk.
Shindy juga tak kalah heboh hingga Dylan memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri, satu aja udah membuat Dylan sakit kepala apalagi 2 nambah si Nova.
"Beby? "
Nova membelalak mendengar suara suami nya.
"Kakak sayang? ". teriak Nova.
Dylan memutar kepalanya dan terlihatlah Candra tengah berlari dengan kantung mata yang menghitam di bawah matanya seperti tidak tidur berhari-hari.
Candra membawa makanan terenak yang Nova mau, sebab istrinya sangat menginginkan makanan itu yang cukup jauh dari kota.
__ADS_1
mata Dylan memicing melihat wajah menyedihkan Candra seperti tidak tidur berhari-hari, tadinya Dylan ingin meninjunya jika benar adiknya hamil sebelum menikah, tapi melihat wajah lelah yang di pasang senyum sejuta watt itu membuat hatinya mencelos.
"dia sangat mencintai Nova". batin Dylan tersenyum tipis melihat cara Candra memeluk dan mencium wajah adiknya.
"Mas.. aku. mau". rengek Shindy tiba-tiba nongol di pinggang suaminya.
"hah? " cengo Dylan.
"aku..mau makanan yang dibeli Candra untuk Nova". ulangnya lagi.
"apa-apaan lagi ini? kenapa istriku tidak bisa mencium aroma makanan? kalau tercium aroma makanan pasti dia ingin menelannya detik itu juga". batin Dylan membuka aib istrinya sendiri yang sangat suka makan.
"kakak sayang.. geli tau". cekikikan geli Nova mendorong pelan dada bidang suaminya.
"aku tidak mau jauh darimu lagi beby". Candra memeluk istrinya dengan penuh kerinduan
sebenarnya Candra bekerja seharusnya 1 minggu tapi Candra kejar target hingga harus siap dalam waktu 4 hari sebab dirinya tidak bisa tidur tanpa memeluk dan mencium aroma lembut istrinya.
"apa itu beb? " tanya Candra melihat motor aneh yang tak bisa disebut itu motor atau mobil.
"Cilok kak ". jawab Nova berbinar.
"apa itu Cilok? " tanya Candra dengan wajah bodohnya.
"makanan enaklah". jawab Nova berbinar sambil membawa suaminya berjalan ke penjual cilok.
penjual cilok hanya menunjukkan 1 cilok yang tersisa, dengan penuh semangat Nova mengambil 1 itu lalu menyuapkannya ke Candra.
"hmm... enak". puji Candra berbinar.
Dylan menggendong Shindy yang terus merengek minta makanan yang sama seperti yang dibawa Candra.
"ini uangnya pak! terimakasih banyak.. besok antar lagi kesini ya pak? saya pesan 3 mangkuk penuh". ujar Nova bersemangat.
"baik neng... terimakasih pisan atuuh... ". ucap si penjual cilok berbunga-bunga dagangannya habis hanya dalam 1 jam kurang,
biasanya dagangannya tetap habis tapi harus sampai sore berjualan, kini hanya butuh waktu 1 jam cilok nya yang penuh habis tanpa tersisa sedikitpun.
.
.
Nova membawa Candra masuk ke kamarnya,
"kakak sayang kenapa punya kantung mata sih? " tanya Nova memegang bagian bawah mata Candra.
"aku tidak bisa tidur tanpamu beby! ". jawab Candra dengan lembut ia menyibakkan rambut pujaan hatinya.
__ADS_1
"issh.. aku nggak ikut karna ngga mau menyusahkan kakak tapi nyatanya aku tetap menyusahkan kakak sayang ! mata kakak sampai hitam gini". Nova menangkup rahang suaminya dengan khawatir.
Candra tersenyum "bahkan aku tidak bisa makan".
"apa-apaan kakak ini? aku akan masakkan sesuatu buat kakak".
Candra mencegahnya. "kamu bisa masak beby? "
"aku ngga bisa buat menu makanan mewah tapi aku tau cara masakan yang aku suka sendiri! aku akan buatkan kakak"
"nanti tanganmu terluka Beb! aku ngga mau ". cegah Candra lagi.
"aku cuma masak simpel kak! kalau kakak ngga percaya, ikut aku deh". Nova membawa Candra keluar kamarnya.
Candra berusaha membujuk tapi Nova bersikeras masak tetap bilang kalau masak mie Carbonara kesukaannya tidaklah sulit.
Candra melihat cara Nova menyemprotkan susu Full cream kedalam panci kecil lalu menunggu mendidih Nova memasukkan mie goreng (XXX).
(bagi yang tau Mie goreng apa itu diam-diam aja ya!! sengaja Othor samarkan... harap maklum ya?).
"udah siap... kakak sayang makan ya? ". Nova memindahkan mie Carbonara ke mangkuk putih.
Candra bersemangat mengambil sendoknya yang telah dipersiapkan oleh Nova, Nova menyiapkan segelas air putih untuk Candra. melihat suaminya yang belum makan sama sekali dan tidak tidur membuatnya tidak tega, Nova bahkan begitu terharu suaminya begitu mencintainya.
"hhmmm enak banget Beby.. hm... enak.. " pekik Candra dengan heboh karna belum pernah mencoba masakan yang sangat viral di sosmed itu.
Nova terkekeh, walau masakannya sangatlah sederhana tapi melihat Candra makan begitu lahap membuat hatinya senang, ia merasa embrio nya saat ini sedang melompat-lompat senang di perutnya, entah apa yang salah dengan pikiran Nova saat ini.
"enak beby... kok bisa seenak itu.. krenyes-krenyes gitu". bibir Candra sampai belepotan mie nya..
"kalau begitu temani aku makan ya? " pinta Nova berbinar sambil mengelap bibir suaminya yang selalu terlihat sexy.
Candra tersenyum mengusap kepala Nova, ia sangat senang ada Nova disisinya. bahkan Candra tidak mau pisah dari Mommy Kaira karna ia masih haus dengan kasih sayang ibu.
"aku akan menemanimu istriku tercinta". seru Candra dengan penuh penekanan matanya menyiratkan kelembutan.
baru kali ini Candra makan masakan buatan seseorang yang begitu berarti, walau masakannya simpel tapi Candra sangat suka mie Carbonara itu, apalagi buatan Nova wanita yang sangat ia kasihi.
.
.
.
emang dibuatkan orang tercinta itu sangat enak..! enak sekali... senangnya akang Candra punya teteh Nova, belum tau aja Teteh Nova sedang berbadan dua .. entah bagaimana ekspresinya... haha..
.
__ADS_1
.