Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
butuh bantuan Nova


__ADS_3

"nona? ". panggil Rilly ragu-ragu


"iya Ly? " Shindy menoleh ke Rilly sambil garuk-garuk wajahnya yang masih memakai topeng.


"apa nona baik-baik saja setelah membunuh preman itu? ". tanya Rilly


"aku baik-baik aja Ly malah lebih baik! pertama dia mengusir pembeli di tempat bapak itu hingga semua lari tanpa membayar, kedua dia merampas uang bapak itu padahal sudah tau uang itu guna nya untuk apa?, ketiga preman itu beraninya memintaku melayaninya? ciuh... aku tidak mengampuninya"


"aku juga seorang wanita membayangkan anak itu meninggal karna terlambat pengobatan, membuat hatiku sakit Ly..! aku ingin memberi suamiku keturunan tapi sepertinya aku belum dipercaya oleh yang maha kuasa". lirih Shindy


"pasti ada maksud dan alasan kenapa Tuhan belum mempercayai anda untuk mengandung nona bisa jadi yang maha kuasa ingin tuan muda memberantas musuh-musuhnya terlebih dahulu karna nona sangat pengasih pasti akan sangat terpuruk jika suatu saat terjadi sesuatu dengan janin nona".


Shindy terhenyak mendengar penuturan Rilly yang sangat benar adanya tapi Shindy tidak pernah menyadarinya.


" ya ampun... kenapa aku jadi lupa diri? iya iya kamu benar Ly.. makasih ya udah ngingatin aku? ". Shindy memegang tangan Rilly yang tengah menyetir.


Rilly tersenyum lebar. "jadi nona jangan sedih ya? "


Shindy mengangguk-ngangguk semangat.


"emang betul apa yang Lyli bilang mas Dylan sedang dikejar musuh belum lagi mereka menargetkanku aku pasti sangat terpuruk jika terjadi sesuatu dengan anakku". batin Shindy mengerti alasan yang maha kuasa belum memberinya kepercayaan untuk mengandung


Shindy tiba di mansion, setelah masuk ke kamar barulah ia melepaskan topeng wajahnya.


"huuh.. keringatan semua deh". Shindy mengipas-ngipasi wajahnya yang berkeringat.


salah satu alasan Shindy malas memakai topeng wajah yaitu membuat wajah aslinya berkeringat dan panas.


Shindy memikirkan lagi kata-kata Rilly lalu mengusap perut datarnya.


"iya apa yang Lyli katakan emang benar jadi jangan sedih Ndy..! semoga musuh-musuh suamimu cepat terselesaikan ". gumam Shindy masih mengusap perut datarnya


.


.


malam harinya Dylan kembali ke kamarnya dan di suguhkan dengan pemandangan indah, istrinya memakai lingerie transparan lagi padahal sebelumnya memakai baju tipis tapi masih terlindungi semua aset Shindy sekarang malah memperlihatkan seluruh tubuhnya shindy.


"kamu menggodaku sayang? ". tanya Dylan mendekati Shindy dengan tatapan tak berkedip sedikitpun


"aku kangen tau mas! kamu lama banget pulangnya sampai udah selesai kami semua makan malam".


Shindy berkata sambil memeluk tubuh suaminya yang sangat wangi padahal belum mandi.


Dylan tersenyum licik lalu menggendong istrinya membawa nya ke kamar mandi terjadilah hal yang seharusnya terjadi. (wkwk)


.


.


.


sekarang Shindy dan Dylan ada di ranjang tengah berpelukan satu sama lain


"mas? "

__ADS_1


"hmm? ". sahut Dylan


"bagaimana mas? pekerjaanmu sudah selesai? " tanya Shindy mendongakkan wajahnya


Dylan mengecup kening Shindy. "pekerjaanku selesai sayang! besok aku akan libur menghabiskan waktu dengan Nova mencari dalang dari penderitaanmu sayang".


Shindy membuka matanya. "dalangnya? Nova bisa mencarinya? "


"hmm.. Nova bisa mencari apapun yang aku butuhkan". jawab Dylan


"aku mau lihat kemampuan Nova". senyum lebar Shindy begitu bersemangat.


"ya sudah! sekarang tidur ya? tubuhku lelah sekali sayang, besok malam kita akan mencapai surga dunia sampai pagi tapi malam ini kita tidur aja ya? "


Shindy mengangguk-ngangguk setuju langsung merebahkan kepalanya di belahan dada bidang suaminya mencari kenyamanan seperti biasa.


.


.


ke esokan paginya setelah sarapan bersama keluarga, Dylan dan Shindy ada di kamar Nova.


"ada apa sih kak? ". tanya Nova kebingungan


"kakak butuh informasi" seru Dylan


"woow.. pasti kakak kesulitan mencari sesuatu ya? " goda Nova


"hmm". saut Dylan tanpa mengelak


Nova tau hal yang sulit Dylan cari itu pasti berhubung dengan data informasi musuh kakaknya yang dilindungi serta pandai bermain dengan Dylan.


Dylan membawa Shindy untuk duduk, mereka berdua duduk disamping kiri dan kanan Nova.


"dimana terakhir kali kakak diserang? " tanya Nova


"di Mol? supermarket? di jalan juga pernah". jawab Dylan cepat


"oke.. kita lihat CCTV terlebih dahulu sebutkan tanggal dan jam nya? " seru Nova


Dylan menjawabnya, Shindy sampai kebingungan sendiri dengan pembicaraan duo kembar tampan nan cantik itu.


"apa mereka memang sedetail itu? mas Dylan kok bisa tau jam ? detik dan menitnya ya? kok bisa? ". batin Shindy melihat ke arah Dylan


Dylan mengusap kepala Shindy tanpa melihat istrinya dia tau Shindy tengah menatapnya.


"ini pelakunya kak? ". tanya Nova


Shindy langsung menoleh ke arah layar komputer Nova


"hmm.. itu pionnya". jawab Dylan


Nova mengikuti jejak CCTV itu, memasukkan sebuah ID yang super panjang hingga mata Shindy membola melihat kemampuan Nova.


"Surel sepanjang itu di ingat di otak kecilnya? astagah apa otak mereka berdua normal? bagaimana bisa mereka begitu jenius hanya beda kelebihan? apa anakku akan seperti mereka ya? ". batin Shindy menelan salivanya bersusah payah.

__ADS_1


Dylan seperti sudah biasa melihat kemampuan saudara kembarnya itu.


"bagaimana? dapat? " tanya Dylan


"sebentar kak! Nova sedang menghack blackbox nya". jawab Nova begitu serius masih bisa menjawab pertanyaan Dylan


"clear.! coba dengarkan kak? "


pinta Nova


Dylan mengangguk.


"dasar bodoh...! bagaimana bisa kau tidak berguna? kenapa bisa kecolongan hah? cari wanitanya bagaimanapun caranya mengerti?? aku hanya mau bocah sombong itu hancur dengan kehilangan orang tersayangnya. ".


dan banyak lagi pembicaraan musuhnya yang terdengar oleh Dylan dan Shindy


Dylan mengeraskan rahangnya, tangannya terkepal kuat


"Kakak tau pelaku nya? ". tanya Nova dengan dingin


"kakak tidak yakin! coba cari lebih banyak bukti dek" pinta Dylan


Nova kembali mengotak-ngatik komputernya memasukkan surel yang lebih panjang dari sebelumnya hingga kepala Shindy yang berdenyut melihat hal itu.


sungguh dirinya baru tau kelebihan Nova yang sangat hebat di bidang IT itu bisa membobol apapun yang orang lain saja sulit mendapatkan buktinya.


"mereka benar-benar mengerikan! tapi kenapa semua orang mau memusuhi duo kembar hebat ini? apa mereka bodoh atau dungu? hanya mencari masalah saja dengan mereka sudah pasti tidak akan berani tapi yang lain malah memusuhinya? bodoh sekali mereka". batin shindy mengumpati orang-orang yang memusuhi suaminya


hanya butuh waktu 25 menit bagi Nova bisa mendapatkan dalangnya Shindy sampai di buat merinding dengan hal itu.


"kirim ke Email kakak dek". pinta Dylan mengusap kepala Nova


"iya kak! habiskan mereka berlima". wajah datar Nova melihat pelaku-pelakunya


"pasti" jawab Dylan


.


.


kini Shindy ada di ruang kerja Dylan dimana suaminya tengah sibuk membaca email kiriman Nova


"kenapa mas nggak minta tolong dari dulu aja ke Nova Mas? " tanya Shindy heran


"aku hanya tidak mau membebaninya tapi pada akhirnya aku tidak bisa melakukan apapun tanpa dia" jawab Dylan


Shindy tersenyum mendengarnya.


"Nova itu belahan jiwa mu mas! kalian berdua sama-sama hadir di rahim yang sama kenapa takut membebani nya? jika aku berada di posisi Nova pasti aku akan senang karna bisa berguna untukmu "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2