Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
mesra


__ADS_3

"waah... ! apa Rilly juga dari pasukan khusus? ". tanya Shindy penasaran


Rilly menggaruk-garuk canggung tengkuknya


"iya.. iya deh.. aku ngerti! yuk Rilly aku antar ke kamarmu yang udah kami siapkan". ajak Shindy menarik lengan Rilly ke dalam lift.


kamar Rilly hanya selisih 1 lantai dari kamar Dylan dan Shindy untuk memudahkan Shindy kalau butuh sesuatu dan dekat dengan lift.


"ini kamarnya Rilly! kamu suka? ". tanya Shindy


"suka Nona! terimakasih banyak". ucap Rilly


"tidak apa Rilly kedepannya kamu akan menemaniku kemana-mana tapi aku juga tidak tau kenapa musuh-musuh suamiku mengincarku jadi beginilah jadinya mas Dylan membawa pengawal untukku! untung aja yang mengawalku cuma 1 orang kalau 2 atau 3 bisa malu akunya". celoteh Shindy tanpa rem


Rilly tersenyum mendengarnya.


"apa Rilly kenal sama kak Ayu? ". tanya Shindy antusias.


"Kak Ayu? saya tau Nona" jawab Rilly berpikir sejenak


Shindy tersenyum lebar.


"berarti Rilly juga anggota khusus nya mas Dylan ya? "


padahal Shindy sudah tau tapi ingin mendengarnya dari mulut Rilly sendiri.


"be benar nona tapi kemampuan saya belum ada apa-apanya dengan kemampuan kak Ayu dan tuan muda".


"bohong..! Mas Dylan sendiri yang bilang kemampuanmu beda tipis dengan Kak Ayu ". sergah Shindy dengan raut wajah menggemaskannya


Rilly tertawa kecil jadinya ia jadi mengerti kenapa tuan mudanya jatuh cinta pada sosok Shindy yang hangat, menggemaskan juga manis.


"saya merasa tersanjung nona". senyum lebar Rilly


"udah deh.. pasti kamu lelah kan habis perjalan jauh dari kota asing! mending istirahat aja dulu kalau aku mau keluar aku pasti ngabarin kamu Ok Rilly! "


"Ok Nona". jawab Rilly membalas perkataan Shindy


Shindy pun keluar dari kamar Rilly sambil bersenandung juga joget-joget ala dangdut hingga Rilly menahan tawanya melihat hal itu saat pintu tertutup Rilly tertawa jadinya


"tuan muda yang dingin, tidak banyak bicara,Arogan berbanding terbalik dengan Nona yang hangat, banyak bicara dan kepribadiannya yang polos sudah pasti bisa menarik perhatian tuan muda ?! menggemaskan sekali.. ". gumam Rilly yang sangat tau bagaimana dinginnya tuan muda nya itu.


saat Rilly di tugaskan melindungi Shindy oleh Dylan tentu Rilly dengan senang hati menerimanya menjaga orang terkasih Dylan merupakan kepercayaan terbesar bagi anggota khusus sepertinya.


.


Shindy masuk ke kamarnya dan membuat bab baru untuk Novel onlinenya sudah hal biasa bagi Shindy meluangkan waktu di siang hari karna kalau di malam hari dirinya sibuk melayani sang suami.


Shindy teringat wanita yang malah marah-marah padanya karna tak sengaja menabraknya.


"siapa sih? kenapa dia menatap benci ke suamiku ya? mana ada wanita yang tidak jatuh cinta pada suamiku tapi enggak-enggak enak aja jatuh cinta sama suami orang."


Shindy mendumel sendiri mengenai sosok Bianka yang menatap suaminya dengan tak biasa bukan kekaguman melainkan benci.

__ADS_1


"apa dia benci karna suamiku tidak menolongnya saat itu ya? masa sih? tapi kan dia yang salah kata Mas Dylan bukan salah nya dong "


"bahkan saat di supermarket itu juga bukan salahku aja jika aku tidak melihat jalan tapi dia juga nggak lihat jalan kan? berarti salah kami berdua dong tapi kenapa dia begitu? apa karakternya emang begitu? "


"auk ah.. suamiku pasti bisa mengatasi wanita aneh itu semoga semua baik-baik saja"


.


.


malam harinya Dylan kembali dengan raut wajah lelah.


"mas? " Shindy menangkup rahang suaminya


"maaf aku pulang telat padahal aku bilang pulang cepat padamu" ucap Dylan


"tidak apa mas! ada masalah apa mas? kenapa wajah tampan milikku ini kusut sekali? ". tanya Shindy


"pekerjaanku di perusahaan banyak sekali sepertinya Bagus balas dendam padaku, dia sibuk mencari asisten baru untuknya".


Shindy terdiam sesaat lalu tertawa kemudian


"kok bisa? lalu kenapa kamu marah dia punya asisten baru? "


"aku ngga marah sayang tapi aku jadi ngga bisa pulang cepat untuk minta jatah padamu karna pekerjaan dia harus aku juga yang kerjakan jadi lembur akunya ". keluh Dylan


Shindy terbahak seketika hingga Dylan menatapnya datar dan tangannya Dylan mencubit pipi Shindy yang berani menertawainya.


"iya deh..! aku kasih plus-plusnya "


"gimana mas? udah puas? ". tanya Shindy terengah-engah.


"belum! kita lanjut di kamar mandi". Dylan menggendong istrinya membawanya ke kamar mandi


Shindy melingkarkan tangannya di leher Dylan sambil tersenyum mesum padahal mereka sudah melakukannya berkali-kali tadi tapi kejantanan Dylan membuat Shindy ketagihan begitu juga sebaliknya Dylan tak lelah menanam benih-benih berharganya di rahim Shindy.


"mas? "


"hmm? ". saut Dylan


mereka tengah melepas lelah di dalam bathup kamar mandi saling berpelukan mesra


"besok kita kerumah sakit yuk! tapi tunggu apa mas besok ada jadwal kosong? ". ajak Shindy


"hmm? rumah sakit? mau apa? ". tanya Dylan


"mau periksa". jawab Shindy


"ya sudah " pasrah Dylan


Shindy menebarkan senyum manisnya.


"karna mas mendengarkanku maka aku kasih jatah lagi deh".

__ADS_1


Dylan makin menggila saat Shindy menguasai tubuhnya, istri mesumnya itu sangat tau cara menyenangkannya bahkan Dylan juga sudah ikutan mesum karna ulah sang istri yang sangat pandai memuaskannya


Shindy keluar kamar memakai jubah mandi dan menyiapkan makan malam untuk suaminya juga makanan untuknya sendiri.


.


.


"mas? makan malam dulu terus aku juga udah buatin minuman ajaibku nih". Shindy meletakkan nampan yang dia bawa di meja sofa.


Shindy terperangah melihat Dylan yang memakai baju tidur warna lilac yang sama dengannya bedanya baju tidur Shindy sedikit tipis.


"mas? gagah banget sih". Shindy langsung mendekati Dylan dan memeluk tubuh suaminya menduselkan kepalanya di belahan dada bidang Dylan.


Dylan tersenyum mengusap kepala Shindy


"ayo makan! perutku juga lapar"


"mas lapar? ya ampun kasihan sekali suamiku kelaparan! ayo mas kita makan". Shindy langsung membawa Dylan ke Sofa melayani Dylan dengan baik.


Dylan hanya membalas dengan mengusap kepala Shindy sebagai bentuk rasa terimakasihnya telah melayaninya dengan begitu baik.


makan malam mereka jadi saling suap-suapan hal itu membuat Shindy makin bersemangat makan dari suapan sang suami.


.


.


ke esokan paginya Dylan membawa istrinya ke rumah sakit terlebih dahulu dan Rilly di belakang jadi patung melihat Dylan dan Shindy betapa menggemaskannya pasangan di depannya.


"tuan muda kok bisa jadi begitu manis? kok bisa berkata-kata begitu romantis? dan juga sejak kapan tuan muda membalas pertanyaan perempuan? nona muda benar-benar menakjubkan bisa mendapatkan hati dingin nya tuan muda ". batin Rilly dengan rahang terbuka


"mas nanti beli baju tidur Couple lagi ya? ". pinta Shindy


"kali ini warna apa lagi? ". tanya Dylan


"warna pink? ".


"kenapa harus warna begituan? hitam juga bagus" selah Dylan


"iya deh.. aku nurut aja sama mas tapi harus beli ya? ". pasrah Shindy


Dylan mengangguk sambil tersenyum lebar mengecup punggung tangan Shindy yang sangat mematuhinya


.


.


.


Haha dunia cuma milik Dylan dan Shindy sedangkan Rilly dianggap ngontrak aja... wkwkwk..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2