
"mas? ". Shindy jadi khawatir melihat tubuh suaminya sampai di cakar-cakar ibu-ibu rumah tangga yang gemar barang diskon
"tidak apa! kita harus keluar dari tempat ini" bisik Dylan
Shindy memeluk Dylan dengan erat menyembunyikan wajahnya di belahan dada suaminya,
"sebenarnya ada apa ya? kenapa mas Dylan nekat masuk ke dalam kerumunan begini? ". batin Shindy
Dylan akhirnya berhasil membawa Shindy keluar dari supermarket lewat tempat parkir, segera Dylan merangkul istrinya masuk ke dalam mobil.
"pakai seatbeltmu sayang". perintah Dylan
Shindy mengangguk dan langsung memasang seatbeltnya, Dylan masuk ke bangku kemudi langsung tancap gas meninggalkan area parkiran supermarket.
"mas? ada apa sih mas? ". tanya Shindy penasaran
"nanti aku jelaskan sayang! aku akan antar kamu ke mansion terlebih dahulu ya? ". Ujar Dylan
Shindy tak lagi bertanya karna mobil Dylan melaju kencang membuatnya tak berani bicara dengan Dylan takut malah memecah konsentrasi suaminya.
Shindy melihat kebelakang tidak ada satupun mobil mengejar mereka lalu kenapa Dylan bisa ngebut pikir Shindy.
setibanya di mansion mobil Dylan memasuki gerbang tinggi Melviano.
"mas? langsung kerja? ngga di obati dulu?" tanya Shindy
"ngga usah sayang! jangan kemana-mana ya? apapun yang terjadi didepan mansion jangan keluar selangkahpun".
Shindy mengerutkan keningnya tapi mengangguk patuh tanpa bertanya.
Dylan mengeluarkan barang belanjaan Shindy dan menyerahkannya pada pelayan yang berbaris menyambut Shindy dan Dylan
"mas? semua baik-baik aja kan? " tanya Shindy gelisah
"hm.. baik-baik aja ! aku keluar ya? ingat pesanku". Dylan mengecup pipi Shindy dengan mesra lalu segera berlalu dari Shindy masuk ke mobilnya.
Shindy menatap kepergian Dylan dengan khawatir.
"mari nona".
ajak pelayan
sebelumnya Para pelayan memanggil Shindy Nyonya muda tapi Shindy merasa belum pantas di panggil Nyonya sebab dirinya belum punya anak jadi para pelayan memanggil Shindy Nona sesuai permintaan Shindy sendiri.
Shindy terpaksa masuk karna di desak sopan oleh para pelayan yang bersikeras juga tidak mau masuk sebelum Shindy masuk.
.
Shindy di kamar nya melihat ke arah balkon dan memicingkan matanya melihat mobil mewah berwarna hitam tengah terparkir di depan gerbangnya.
"apa itu yang di takutkan mas Dylan tadi? ada yang mengintai? penguntit? ". gumam-gumam Shindy pelan
__ADS_1
Shindy tak lagi berbicara langsung masuk ke dalam menutup pintu ke arah balkon lalu menutup gordennya juga
"sesuai perintah mas Dylan ngga boleh keluar mansion selangkahpun sampai dia kembali jadi aku lebih patuh dengan tetap di dalam kamar".
Shindy mengunci pintu kamarnya dan mulai menyusun jajanannya sambil nonton vidio dewasa nya dengan Dylan lewat USB sambil memakan cemilan-cemilan yang dia beli.
"ah.. Cake tiramisu ku kan masih ada". Shindy berlari kecil ke arah kulkasnya lalu membawanya ke sofanya sambil mencolek tiramisunya yang sangat manis pastinya bikin meleleh di lidah.
Shindy tidak akan bosan menonton adegan begituan setelah dapat ide ia menulis novel online nya fokus membuat bab baru.
"Tuan Aroganku "
"waahh... peminatnya banyak juga hahaha". pekik Shindy tak menyangka Novelnya banyak pembacanya.
"Iya.. Dika memang sangat arogan tapi dia punya sisi manisnya sendiri". Shindy membaca komentar-komentarnya dan menjawabnya sendiri.
"aaaah... kok bisa masuk daftar Novel rangking terpopuler? hahaha Tuan Aroganku sangat terkenal rupanya". cekikikan Shindy sampai pusing sendiri membaca komentarnya.
baru 15 Bab tapi sudah banyak pembacanya dan hal itu membuat semangat Shindy makin berapi-api saja.
.
.
Dylan menemui Bagus ke ruangannya langsung.
"tuan muda? ada perlu apa tuan? " tanya Bagus
"belum tuan! sepertinya kita butuh kak Nova". tutur Bagus dengan tenang
"artinya kau tidak sanggup mendapatkan data diri mereka ? " tanya Dylan datar
"benar tuan muda! mereka di lindungi oleh negara dan hanya kak Nova yang bisa menembusnya walau pun mereka menyembunyikan data pribadi kelima pria misterius ini di lubang semut sekalipun". balas Bagus dengan tegas seolah menjelaskan betapa kerasnya Bagus mencari informasi menyulitkan itu.
Dylan mendecih..
"aku jadi yakin mereka penguasa dari negara-negara musuh yang bersatu untuk mengalahkanku lewat jalur seperti ini tidak perang lagi seperti dulu".
"saya pikir juga begitu tuan muda! setelah sekian lama mencari akhirnya saya mendapatkan rekaman CCTVnya dari Gine yang sepertinya sengaja tidak mematikan CCTV." Bagus
"biarkan saja Gine membalas dendam yang pasti dia hanya korban adu domba saja ".
"baik tuan muda". balas Bagus mengerti hal itu.
"aku harus menunggu Nova kembali". gumam Dylan memijit pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.
"memang berapa hari keluarga tuan muda liburannya Tuan? ". tanya Bagus
"katanya 1 minggu paling lama". jawab Dylan tanpa membuka matanya
"artinya harus menunggu 3 atau 4 hari lagi".
__ADS_1
ujar Bagus
"hmm.. aku tidak mungkin memintanya mencari data seseorang dengan jarak jauh seperti sekarang! aku ingin melihatnya langsung".
Bagus mengerti maksud kata-kata Dylan, saat Nova menguasai dunia IT Dylan harus ada disamping Nova untuk memastikan segalanya sambil belajar IT juga. Dylan tidak lemah IT tapi tidak sejenius Nova yang sangat hebat di bidang IT.
"ada apa tuan? kenapa anda terlihat gelisah? ". tanya Bagus
"hm... jujur aku sedikit gelisah karna ada seseorang yang mengincar Shindy! saat aku sendiri ke sini dengan kecepatan sedang tidak ada yang mengejarku tapi saat ada Shindy didekatku mereka mengejarku seperti sengaja menargetkan istriku".
Bagus terkesiap mendengarnya
"apa termasuk TopFive ya tuan? saya merasa hanya identitas mereka yang dilindungi negara ".
"buktikan semua kata-katamu Bagus! aku tidak suka berita di mulut tapi aku butuh bukti nyata dan dengan begitu aku pasti bisa menarik kesimpulan dia baik atau tidak tanpa harus di jelaskan lagi".
Bagus pun tak lagi menyelah, Bagus menunduk sopan saat Dylan melenggang pergi begitu saja dari ruangannya.
Bagus menghela nafas panjang sambil berpikir keras tentang 5 pria ternama di negara indonesia yang sangat menguasai bahasa negara asing dan pastinya diakui negara karna kemampuan berbicaranya juga sangat dekat dengan pejabat tinggi negara .
"mungkin hanya tebakan asalku aja semoga hanya firasat anehku saja".
gumam Bagus menggeleng-geleng kepalanya
Dylan di ruangan kerjanya bekerja dengan serius saat jam istirahat Dylan menghubungi istrinya.
"kamu dimana sayang? ". tanya Dylan
"dikamar mas! nonton ". jawab Shindy
Dylan mendengar suara jeritan dan desa**n, bibirnya melengkung ke atas
"nonton begituan ya? "
"iya mas". cengir Shindy terdengar malu-malu
Dylan tertawa jadinya sambil memejamkan matanya yang gemas dengan kelakuan istri mesumnya.
"ingat sama yang aku bilang ya? ".
"iya mas! aku nggak keluar kamar kok! tadi emang ada mobil hitam diluar jadi aku tutup semua pintu dan jendela supaya aku ngga melihatnya lagi"
Dylan terhenyak mendengarnya.
"mobil hitam ada di depan pagar mansion kita? "
"iya mas !". jawab Shindy matanya tertuju pada TV tontonannya
.
.
__ADS_1
.