
Nova sedang serius memposting sebuah rekaman menunjukkan Daniel, Megan yang sedang merencanakan ledakan di Kota W.
Dylan duduk disamping adiknya yang tengah serius menghack setiap komputer yang ada di negara ini aja.
"Clear...! " Nova menekan enter lalu menampilkan loading data di muat..
"udah kak! Nova yakin semua bukti-bukti ini akan membuat perusahaan Megani menurun drastis dan akan butuh suntikan dana disaat itulah kakak mulai main tarik ulur dengannya" seringai Nova
Dylan mengusap kepala Nova dengan bangga. "kakak bangga memilikimu"
"aku adik yang sangat beruntung memiliki saudara kembar sepertimu kak yang sangat hebat menjadi seorang abdi negara tapi juga bisa kuliah online ditengah kesibukan kakak" balas Nova tersenyum lebar
Dylan terkekeh mengacak rambut Nova lagi,,
"cake nya jangan lupa kak" rengek Nova
Dylan mengangguk, "kakak siap kan ya? "
Nova mengangguk-ngangguk semangat.
Dylan kembali mengantarkan 1 cake Tiramisu ke kamar Nova.
"kakak kembali ke kamar dek" Dylan mengusap kepala Nova lalu keluar dari kamar Nova sambil menutup pintunya
Nova dengan semangat berjalan cepat ke westafel dan mencuci tangannya lalu kembali ke sofanya, sambil membaca doa dalam hati Nova menyambar Cake yang dibeli Dylan yang sangat meleleh di mulut Nova.
"hmmmm... enaknya" binar gembiranya.
sementara Dylan kembali ke kamarnya dan melihat Shindy tengah tertidur dengan TV menyala menampilkan vidio bercint*nya
Dylan menggeleng-geleng kepalanya. "apa dia kembali mesum? biasanya matanya tidak akan pernah mengantuk menonton begituan.. kenapa dia malah suka tidur saat vidio nya sedang tayang? " gemas Dylan
Biasanya kalau Shindy sedang menonton begituan matanya tidak akan bisa terpejam bahkan lupa berkedip tapi saat hamil malah mudah tertidur nonton begituan.
"sayang? " Dylan berjongkok mengusap pipi Shindy
Shindy menggeliat manja lalu malah kembali tertidur bukannya terbangun.
Dylan dengan usilnya membuka cake Tiramisunya lalu menoelkannya ke bibir Shindy, menyuapi istrinya itu yang doyan makan.
pancingan Dylan berhasil, Shindy memakannya lalu tubuhnya bangkit sambil mengucek-ngucek matanya.
"yah...kebangun? " gelak tawa Dylan melihat wajah lucu Shindy
Shindy menyambar kue Tiramisu kesukaannya, Dylan yang tadinya tertawa terdiam seketika lalu menahan kedua tangan Shindy yang hendak mengambil cake lagi.
Dylan bisa melihat binar mata Shindy redup jadi menggemaskan seperti kucing manis yang menyedihkan sedang minta jatah makan.
"kenapa langsung makan hmm? " tanya Dylan dengan gemas
"aku udah baca doa kok mas" bela Shindy
"cuci tangannya bagaimana? ini tangan habis pegang apa aja tadi hmm? " tanya Dylan dengan super sabar.
Shindy memekik tak terima saat Dylan menggendongnya, mata Shindy menatap sendu ke arah cake tiramisunya yang menari-nari di sana sedang menggodanya.
(wkwkwk..)
"cuci tanganmu dulu sayang" peringatan Dylan
__ADS_1
Shindy terpaksa menelan ludah tak sabar hendak memakan cake nya lagi saat Dylan fokus mencuci tangan Shindy.
Dylan melihat raut wajah Shindy yang sangat lucu seperti anak kecil yang makanannya takut diambil orang lain, apalagi bibir Shindy yang masih banyak bekas tiramisu sedang terbuka tertutup lalu terbuka kembali lagi tertutup..
"udah mas? " tanya Shindy tak sabar
"iya sayang..! ini udah siap kok". jawab Dylan gemas mengecup sayang kening Shindy
Shindy dengan cepat melingkarkan tangannya dileher Dylan,
Dylan membawa Shindy kembali ke sofa, belum sampai Shindy terduduk tangannya sudah menyambar cake Tiramisunya
"aku mandi dulu ya sayang? " Dylang mengusap sayang kepala Shindy yang mengangguk-ngangguk memberi izin sang suami untuk mandi
.
.
Dylan keluar dan terperangah melihat wajah dan kedua tangan istrinya sudah penuh dengan lelehan tiramisu.
"sayang? kamu menghabiskan semuanya? " tanya Dylan tak percaya
Shindy menyeringai lebar dengan muka belepotannya.
"mas kok tau aku pengen makan cake ini? tadi aku mau keluar minta temani Lyli tapi Lyli malah bilang akan beli sendiri aku harus tetap disini,, tapi Lyli belum kembali"
Dylan menarik nafas panjang, ia harus super sabar menghadapi istrinya yang sangat doyan makan ini.
"aku makin gendut ya mas? " tanya Shindy menangkup pipinya sendiri
"Hmmmfft...! " Dylan tertawa terbahak seketika melihat tangan Shindy yang penuh dengan Tiramisu kini berpindah ke pipi Shindy
"ayo mandi" ajak Dylan
Shindy bangkit dengan riang berlari ke Dylan, ingin rasanya Dylan melepaskan tawanya lagi melihat wajah Shindy dari dekat tapi harus bisa ia tahan dengan sekuat tenaga.
.
Di kamar Nova.
"Beb... aku kembali.. " Candra masuk membawa 3 plastik berisi semua pesanan Nova.
Candra mematung ditempat melihat Nova yang sudah persis seperti hantu, wajahnya belepotan Tiramisu, mata birunya itu mengerjab lucu.
"beb? ini kamu beb? " Candra sampai menjatuhkan semua belanjaannya dan berlari ke arah Nova
Nova tersenyum manis dengan muka nya yang lucu itu,
"astagah...! apa yang kamu makan beb? " Candra tak habis fikir baru aja Candra tinggal sebentar ada aja tingkah istrinya yang selalu berhasil membuatnya sakit kepala saja.
"cake.. ". jawabnya polos
Candra memijit pelipisnya.. "ayo kita mandi"
Nova pasrah saja dibawa Candra ke kamar mandi tapi tangannya masih sibuk mengemut sisa tiramisu di tangan dan pipinya.
.
.
__ADS_1
malam harinya berita Megani dan Daniel yang merencanakan ledakan kota W tersebar luas di sosmed dan berbagai siaran berita lainnya.
Megani melempar semua barang yang ada di ruang kerjanya, tangannya terkepal matanya memerah geram.
"siapa yang berani menyerangku? siapaaaa...??" teriak Megani dengan emosi
Megani mengamuk dengan gila karna saham perusahaannya turun drastis.
semua keluarga dari para korban menuntut Megani untuk bertanggung jawab hingga perusahaannya benar-benar diambang kebangkrutan.
gubrak...!!
pria asing datang mendobrak pintu ruang kerja Megani.
"kau lihat bang? beritamu ada di semua siaran TV, perusahaan sekarang sudah jatuh bangkrut .. ! apa saja yang kau lakukan bang? apa kau tidak menemui tuan Muda Melviano hah? " teriak pria itu dengan emosi
Megani makin emosi melempar apapun yang ada didekatnya ke adiknya itu bernama Nezani.
"dasar bodoh..! " geram Neza membanting pintu dengan kasar hingga Megan makin berteriak marah memaki adiknya itu.
Megan meninju-ninju mejanya hingga tangannya memerah sampai luka.. mereka adalah saudara jauh Branz,, pria yang menginginkan mata biru Dylan, sebelum meninggal mengatakan sesuatu padanya.
"sepertinya kematianku karnanya..! balaskan kematianku padanya Megan...! aku mohon balaskan dendamku pada Dyl... an.... ". setelah itu Branz meninggal didepan mata Megan dan Nezani saat berada di rumah sakit.
Branz yang sebelumnya tidak punya penyakit apapun tiba-tiba punya penyakit jantung yang sudah mencapai batas akhir, jadi mereka percaya Dylan pelakunya membunuh tanpa menyentuh hanya Dylan lah orangnya yang bisa melakukan hal itu.
mereka berdua bertekat akan membalaskan dendam Branz tapi sebelum itu mereka belajar keras melawan Dylan yang sangat berkuasa.
tapi sekarang orang asing tiba-tiba mematahkan sayapnya, padahal Megan belum sempat mengepakkan sayapnya ke Dylan.
Megan benar-benar marah, perusahaannya mengalami kerugian besar. semua keluarga dari Korban ledakan di kota W menuntutnya ganti rugi juga banyak yang melaporkan Megan ke kantor polisi.
begitulah kekacauan di rumah Megan,
sedangkan di mansion Melviano 2 pria tampan tengah frustasi dengan keadaan istri-istri mereka yang sedang banyak maunya.
Dylan dan Candra lagi-lagi stress bukan masalah perusahaan tapi malah karna istri mereka yang tengah berbadan 3.
"apa aku harus mengalami ini sampai 7 atau 9 bulan bang? " tanya Candra lesu
"kau fikir aku bagaimana? siapa suruh kau membuat adikku hamil" ketus Dylan
"tapi anda juga membuat Kakak ipar hamil kan? " sambar Candra
mereka cekcok mulut sedangkan Nova dan Shindy tengah menonton film kartun anak-anak dengan kostum aneh yang dipakai kedua wanita yang sedang hamil muda itu, sama-sama ngidam nya aneh hingga suami mereka yang pusing menghadapi hal itu.
terkadang Dylan dan Candra seperti sedang bicara sama anak kecil, bagaimana bisa istri mereka bertingkah seperti anak kecil yang sulit diatur
.
.
.
ahahaha... kompak ni ye... 2 bumil 2 bijik... hahaha..
.
.
__ADS_1
.