
.
.
kini Shindy dan Dylan telah tiba di bandara SH indonesia, raut wajah Shindy berubah ceria dan lebih bersinar sepulang dari negara D terlebih lagi disanalah Shindy dan Dylan memadu kasih setelah cukup lama mereka menikah.
"kamu mau kita adakan resepsi pernikahan? ". tanya Dylan
supir pribadi Melviano hanya diam sambil senyam-senyum melihat Dylan dan shindy makin mesra sepulang dari negara D.
"mas mau aku mengadakan resepsi untukku?"
"pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku akan melakukannya untukmu". Dylan malah tak suka dengan pertanyaan Shindy
"iya mas! aku mau pernikahan kita di rayakan tapi setelah aku hamil ya? ".
Dylan terdiam lalu tersenyum melihat wajah manis Shindy.
"baiklah! kita akan sering membuatnya setiap ada kesempatan". bisik Dylan
Shindy mengangguk-ngangguk.
"aku jadi ingin menerkammu saat ini" bisik shindy tak kalah mesum
Dylan membulatkan matanya.
"bagaimana bisa wanita yang mengatakan itu? seharusnya laki-laki yang mengatakan hal itu"
Shindy menyeringai lebar mengangkat bahunya tidak peduli hal itu yang penting dia senang.
"aku ingin sekali merasakannya sekali melakukannya di dalam mobil pasti lebih romantis apa perlu kita rekam mas? biar aku bisa menontonnya tiap hari? "
Dylan memijit pelipisnya mendengar kata-kata Shindy, istrinya yang satu itu makin mesum saja apalagi katanya di rekam? perempuan mana yang mau tubuhnya di rekam dalam adegan begituan Shindy benar-benar unik tapi Dylan tak bisa marah akan hal itu.
"mas? ". rengek Shindy
"iya... iya kapan kamu maunya? ". tanya Dylan dengan sabar
"sekarang". jawabnya memelas.
Dylan melirik supir pribadinya,, pada akhirnya Dylan mengusir supirnya memberinya uang pulang naik taksi.
Dylan membawa mobilnya ke tempat sepi di tepi danau indah.
"mas rekamnya dimana? ". tanya Shindy tak sabar
"kenapa kamu mau merekam nya? apa kamu tidak malu? ". tanya Dylan tak habis fikir
"aku ingin tau bagaimana aku mendes*h dibawahmu aku mau tau mas bagaimana keganasanmu yang membuatku melayang-layang".
Shindy memperagakan tangannya seperti punya sayap hingga Dylan mengusap kepala Shindy dengan gemas.
"kamu menjerit dengan teriakan yang makin membuatku menggila". seringai Dylan
Shindy menutupi wajahnya yang merah godaan suaminya.
__ADS_1
setelah meletakkan kamera hp Shindy dan hp Dylan di tempat tertentu barulah mereka melakukannya mobil bergoyang pun tidak akan ada yang melihatnya karna tempat itu benar-benar sepi Dylan sangat tau mencari tempat yang aman.
.
.
kini mereka menuju jalan kembali ke mansion, Shindy merekam vidio di HP Dylan karna tidak bisa mengirim Vidio jadi Shindy merekamnya saja dengan jelas.
Dylan menggeleng kepalanya melihat kelakuan unik istrinya, membayangkan Shindy melakukannya pada pria lain sudah pasti Dylan tidak akan rela wanita mesumnya di ambil pria lain.
"kamu hanya boleh mesum padaku sayang! jangan pada pria lain". kata Dylan serius tiba-tiba
"iya mas! aku tau aku memang mesumnya cuma sama kamu kok dan vidio ini hanya boleh kita berdua saja yang menontonnya mas jangan biarkan ada orang lain melihat ponselmu ".
Shindy sesekali melihat ke arah suaminya.
"hmm..! ". balas Dylan
"mandi dulu mas! badan aku bau keringat". rengek Shindy.
Dylan dan shindy mampir ke rumah mereka mandi bersama,, Shindy tidak pernah bosan melayani suaminya malah ia sukarela menawarkan diri.
"sayang mommy udah bertanya kita dimana". Dylan mematikan panggilan hpnya dapat telfon dari Kaisha
"iya mas! bantu aku keringkan rambutku dong".
Dylan membantu Shindy mengeringkan rambutnya setelah rapi dan bersih barulah mereka melanjutkan perjalanan ke mansion di tengah jalan Dylan dan Shindy di hadang mobil yang melintang jalan.
"mas? ".
"tunggu sebentar Ndy! jangan kemana-mana ". peringatan Dylan.
"tapi mas! aku takut itu suruhan pak tua itu".
Dylan menautkan alisnya.
"pak tua? "
"iya mas! bodyguard pria tua hidung belang itu banyak bahkan ia rela menyewa pengawal khusus negara asing untuk mendapatkan wanita yang dia mau".
"tapi aku bisa mengalahkan nya! percayalah sayang aku akan mengatasi mereka jangan keluar membuat konsentrasiku pecah bantu aku dengan tetap diam di dalam mobil ya? ".
"tapi mas? "
Dylan mencium kening Shindy yang masih terlihat panik dan khawatir.
"tetap di dalam mobil kunci pintunya dari dalam".
Shindy melihat wajah serius Dylan pun terpaksa mengangguk, Dylan langsung keluar dari mobilnya Shindy langsung mengunci mobilnya dari dalam sesuai permintaan Dylan.
"mas! aku tau kamu sangat hebat tapi tetap saja aku khawatir kamu terluka mas". gumam Shindy dengan duduk nya yang tidak tenang.
"kenapa kalian malah menghalang jalanku? ". tanya Dylan dengan datar dan dinginnya.
"saya mohon kerja samanya tuan! kami hanya butuh nona di dalam mobil anda". peringatan salah satu pria yang ditebak Dylan sebagai ketuanya.
__ADS_1
"bukan nona tapi Nyonya". ralat Dylan dengan datar.
"dia milikku berani sekali kalian memintaku memberikan milikku apa kalian sudah bosan hidup di dunia ini ? ".
"kalau begitu jangan salahkan kami berbuat kasar".
Dylan mengangkat bahunya acuh.
10 pengawal terbaik melawan Dylan,
Dylan membanting tubuh pria 1 dan mematahkan tangannya, menendang kuat 2 pria dibelakangnya.
"mohon kerja samanya tuan! anda akan melihat kemarahan kami". ancam ketua dari pengawal itu
Dylan seakan tidak peduli terus menjatuhkan rekan pria itu bahkan Pria itu sudah memberi peringatan dengan senjata apinya tapi Dylan tidak takut.
"aku Ketua Li tidak suka kekalahan". Li menodongkan senjata apinya ke Dylan saat melepaskan pelurunya Dylan mengambil teman Li
"Le... " teriak teman-teman Le yang mana rekannya malah tertembak.
Li makin marah dan menembak berkali-kali lagi ke Dylan yang bisa melompat mengelak dengan cepat, Dylan mengeluarkan pisau kecil di kakinya dan melemparnya ke kaki Li hingga Li kehilangan fokus saat itu juga Dylan merampas senjata apinya dan menembak tangan kanan Li.
"itu hadiah dariku untuk pria pengecut yang hanya bisa melawan lewat senjata api". Dylan berkata dengan dinginnya lalu menendang dada Li hingga terlempar ke belakang mengenai bodi mobilnya yang melintang jalan.
"aku beri kalian peringatan beri tau pada atasan kalian untuk berhenti mengejar istriku! jangan salahkan aku jika suatu saat akulah yang akan membunuhnya". Dylan menembak ban mobil yang berani menghalangi jalan nya hingga ban itu pecah.
Li pingsan di tempat sementara yang lainnya segera menjauh dari Dylan, ia tidak menyangka Dylan sangat ganas tidak seperti gosip yang pengawal itu dengar Dylan sangat tenang melawan musuhnya mereka seperti melihat monster mengerikan saat ini di dalam diri Dylan.
(Othor: ya pasti ganas lah kan yang diminta istrinya mas Dylan gimana sih? hahaha)
Dylan memutar mobilnya mencari jalan lain,
"mas baik-baik aja? ". tanya Shindy khawatir memegang tubuh suaminya.
"pakai Seatbeltmu sayang".
Shindy melihat tubuhnya yang tidak pakai pengaman lalu dengan cepat memasangnya tapi tangannya kembali menggapai tubuh suaminya yang sibuk menyetir.
"kamu mau menggodaku lagi hmm? ". tanya Dylan
"mas.. ih.. aku khawatir tau". kesal Shindy
"aku baik-baik saja".
"aku tidak percaya aku ingin memastikannya sendiri".
"dengan cara? ". tanya Dylan
"menelanjangimu". jawab Shindy hingga Dylan menghentikan mobilnya secara mendadak beruntung tidak ada mobil lain di belakangnya.
"mas ". Shindy hendak membuka baju Dylan tapi di tahan olehnya.
"di kamar aja ya? ". bujuk Dylan
.
__ADS_1
.