
"ya dengarlah kan aku punya telinga".
"mas aku bicaranya pelan loh bahkan telinga kiri ku aja nggak dengar". jelas Shindy menunjukkan telinga kirinya.
"ck.. apa begini sikapmu yang sebenarnya? " tanya Dylan dengan datar.
"iya mas kalau sama kamu aja". jawab Shindy tersenyum begitu menawan.
Dylan mengalihkan pandangannya
"jangan membuat kepalaku makin sakit ya? ". ancam Dylan
Shindy berlagak polos.
"memang apa yang aku lakukan? aku merayumu supaya aku dapat banyak pahala mas".
Dylan menarik nafas panjang.
"ibadah yang banyak sana".
"aku mau ibadah yang praktis aja dan enak " jawab Shindy ambigu
"Astagfirullahal adzim..!! ". baru kali ini Dylan berucap melihat wajah manis istrinya yang sangat bisa memecah konsentrasinya.
"mas? lihatin aku ya? " pinta Shindy dengan raut wajah menggemaskannya
"ck..! ". Dylan melihat yang lain
Shindy tersenyum kecil melihat suaminya yang sedikit menunjukkan reaksi.
"mas?? " rengek Shindy
"iya -iya..! habis tu tidur besok pagi kita kembali ke kota pusat".
pasrah Dylan
Shindy tersenyum lebar lalu segera melakukan perannya teringat bagaimana cara teman-teman mesumnya menggoda pria.
Dylan menyandar di sandaran ranjangnya menatap datar pemandangan indah didepannya padahal jantungnya berdebar tak karuan.
"bagaimana mas? udah tergoda belum? " tanya Shindy
"belum" jawab Dylan singkat
Shindy terbelalak lalu kembali melakukan cara 2 dan hasilnya tetap sama hingga percobaan ke 10 kini Shindy mondar-mandir seperti setrikaan memikirkan cara menggoda suaminya, hari sudah malam tapi suaminya belum juga tergoda.
"mas ku benar-benar impoten". gerutu Shindy
Dylan tersenyum melihat raut wajah Shindy yang sangat lucu juga menggemaskan tapi demi harga dirinya dia harus tetap menjaga image sebagai pria Arogan yang tak mudah tergoda.
siapa yang tidak akan tergoda melihat wajah cantik Shindy yang tersenyum genit saja sudah pasti membuat pria manapun tergoda tapi tidak Dylan yang masih bisa menahan hasratnya yang sudah sering bangun-tertidur lalu terbangun dan kini sudah tertidur lagi.
"peduli amat dia bilang aku impoten yang penting aku aman". gumamnya pelan
Shindy masih mondar-mandir tidak jelas.
"udah malam ayo tidur! ". Ajak Dylan mulai berbaring.
"mas? ". rengek Shindy
Dylan mengacuhkannya malah memejamkan matanya, Shindy yang kesal terpaksa naik ke atas ranjang dan memeluk Dylan dengan erat.
Dylan terkejut melihat Shindy yang tengah memeluknya.
"udah tergoda belum? ". tanya Shindy
Dylan tersenyum tipis.
"belum".
__ADS_1
Shindy mendengus kesal baru kali ini ia merasa jengkel karna tidak bisa membuat suaminya sendiri tergoda.
"mas? kapan tergodanya? setidaknya cium aku dong". rengek Shindy
Dylan mengecup kening Shindy cukup lama
"udah kan? "
Shindy tersenyum manis semua rasa kesalnya hilang begitu saja.
"lumayan". jawab Shindy
"hmm.. tidur ". Dylan merangkul punggung Shindy
Shindy memejamkan matanya dalam pelukan Dylan, kejadian hari ini membuat mereka makin dekat sedangkan dunia sedang kacau karna ulah mereka berdua yang baru diketahui publik sudah menikah.
Alexa sekarang ada didalam tahanan bersama Mimi, Salsa dan Sarah. keluarga Sarah dan Salsa juga bagian dari orang-orang terkaya di negara ini tapi karna menyukai sosok Dylan mereka rela bekerja jadi sekretaris supaya bisa melihat Dylan saja.
papa Sarah berusaha mengeluarkan anaknya begitu juga dengan kedua orangtua Salsa, hanya Alexa dan Mimi yang berteriak keras tidak ada siapa-siapa.
.
Yuni dan Joko sedang bertengkar hebat di rumah karna banyak polisi dan pengacara Melviano di ruang tamu.
"kenapa anak itu sangat beruntung pa? kenapa dia bisa mendapatkan tuan Dylan? kenapa bukan anak kita?? ". geram Yuni
"kau fikir aku yang salah? seharusnya kau musnahkan saja jal*ng kecil itu sejak dulu tapi kau malah menjualnya pada bandot tua hingga dia kabur entah kemana? kita jadi bayar ganti rugi kan? untung aja bandot tua itu tidak tau Alexa bisa habis anak kita di jadikan penghangat ranjangnya"
"kenapa kau malah menyalahkanku? dia sekarang ada di penjara mana bisa membantu kita? sekarang rumah ini sedang dipertaruhkan pa..! apa yang harus kita lakukan?? " teriak Yuni dengan frustasi
"minta maaf sama dia lah".
"sama siapa? ". tanya yuni
"jal*ng kecil itu! cuma dia yang bisa membantu kita lagian dia sudah kaya raya kan? suaminya tuan muda Melviano buat apa rumah ini sama dia? ".
"kami tidak tau urusan kalian saat ini, kedepannya saya peringatkan 1 bulan lagi rumah ini harus benar-benar kosong! ". potong pengacara Melviano dengan dingin ia merasa yakin membantu Dylan mendapatkan rumah ini kembali dan memindahkan kepemilikan atas nama Shindy.
semua orang-orang Dylan meninggalkan rumah Yuni dan Joko.
keluarga mereka kacau dalam 1 hari hanya karna membuat berita miring tentang Shindy, sungguh mereka tidak menyangka kalau Dylan itu suami sah Shindy.
berbeda di kediaman Melviano malah bahagia, mereka mengadakan pesta satu malam bakar BBQ karna Dylan membuat berita menghebohkan yaitu mengakui Shindy pada media sekarang semua orang tau kalau Dylan dan Shindy suami istri.
"kakak ipar sama kak Dylan kemana sih mom? udah malam kok belum pulang? ". tanya Kaisha kebingungan.
"biarin aja dek..! anak kecil tau apa sih? ". ledek Nova
Kaira tertawa mengelus kepala kedua putri tersayangnya.
"sayang? mata aku pedih!". adu Pasha mengipas-ngipasi matanya.
"mommy harus urus bayi besar lagi mom ". kekeh Nova
Kaisha juga ikut tertawa melihat Pasha tengah sibuk mengipasi matanya yang terkena abu
Keyzo memutar bola matanya dengan jengah ia mengipas-ngipasi apinya supaya masakannya makin matang (BBQ nya).
Kaira dan Pasha selalu romantis setiap saat bahkan anak-anaknya pun sudah tau kemesraan mommy dan daddynya yang berasa muda saja padahal anak sudah 4
"kira-kira kak Dylan bawa kakak ipar kemana ya kak Nov? ". tanya Kaisha
"mungkin ke tempat yang paling nyaman dek! biarkan aja ya? ". senyum manis Nova
"semoga kakak ipar baik-baik aja ". gumam Kaisha
"kan ada kak Dylan dek.. kamu lihat sendiri kan bagaimana perhatiannya kak Dylan sama kakak ipar tidak suka kakak ipar sedih sudah pasti Kak Dylan akan menghiburnya walau hanya dengan wajah datarnya ".
kekeh Nova membayangkan bagaimana cara kakak kakunya itu menghibur kakak iparnya.
__ADS_1
"pasti lucu". tebak Kaisha
Nova dan Kaisha saling pandang lalu kompak tertawa cekikikan.
"ketawa muluk! cepat bantuin". tegur Mely
"baik granma"
hormat kedua gadis cantik itu semangat.
.
.
ke esokan paginya di Vila tepi pantai.
Shindy menggeliat di pelukan Dylan,
"Oiii? ". Dylan mencubit hidung Shindy hingga siempunya mangap-mangap tidak bisa bernafas.
Dylan tertawa melihat hal itu.
"apa kamu lupa bernafas juga bisa lewat mulut? "
Shindy menepis tangan Dylan lalu memunggungi suaminya itu, Dylan tertawa mengacak rambut Shindy.
"cepat bangun aku harus kembali ke kota". desak Dylan.
Shindy mengabaikannya, Dylan tersenyum jahil ia menggendong Shindy keluar kamarnya lalu membawa istrinya ke kolam renang, Dylan masuk kedalam kolam renang bersama sang istri yang tidurnya seperti kebo.
"aaakkkhh... banjir-banjiir...! ". teriak Shindy dengan panik membuka matanya melihat kiri-kanan badannya sudah basah digendongan Dylan.
Dylan tertawa terbahak-bahak, Shindy melihat ke arah suaminya lalu melihat lagi sekeliling.
"masss...? ". kesal Shindy
Dylan menjatuhkan Shindy.
"mas!" pekik Shindy
"itu balasanku". Dylan memainkan kedua alisnya mengejek Shindy.
"aku akan balas kamu mas ". desis Shindy dengan kesal
Shindy berlari mengejar Dylan
mereka main air pagi-pagi saling siram-siraman terlihat begitu manis padahal baru semalam mereka saling terbuka kini Dylan sudah mulai jahil sama istrinya.
.
.
.
tanda -tanda nii..
Cuzzz...
.
.
dukung Like, Komentar baik, Vote nya kalau bisa biar tambah semangat crazy Up tiap harinya, itu pun insya Allah kalau Othor sehat ya..?
selamat beraktifitas!!!
.
.
__ADS_1