Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
menyerah juga


__ADS_3

"puas? sekali lagi kau merendahkanku maka aku akan meninggalkan mu ". ancam Roy terengah-engah


"kau fikir aku akan takut? aku bisa mencari yang lebih baik darimu". sinis Anna dengan tatapan meremehkan Ke Roy.


"tapi siapa yang mau menikahimu selain aku? kau fikir tuan muda mau menikahimu? berharap dia yang akan menjadi suamimu begitu?? jangan bodoh...! Tuan Melviano tidak sebodoh itu harus melepas istrinya demi jal*ng sepertimu..! "


"jika tuan muda mau dia pasti bisa mendapatkan gadis suci diluar sana, kenapa dia harus memilihmu yang sudah tidak sempit lagi? hahaha " tawa Roy


"jangan terlalu naif...! jika aku ada diposisi tuan muda aku akan menyelidiki latar belakangmu dan membunuhmu karna kau sudah membuat Rilly meninggal di pulau itu.. hahahaha... "


Anna mengepalkan tangannya, ia tak bisa membalas kata-kata Roy yang memang ia akui benar adanya, Anna tau insting semua pria itu sama.


"cepat antar aku ke salon tubuh" ujar Anna dengan serius.


Roy tersenyum miring lalu segera meninggalkan tempat itu.


"sialan...! dia memang bodoh tapi apa katanya itu memang benar, tapi aku tidak yakin kalau tuan muda juga bodoh sepertinya, banyak perempuan cantik diluar sana". batin Anna menarik nafas lalu menghembusnya perlahan.


tanpa di duga ada mobil menerobos lampu merah dan sepertinya tertuju pada mobilnya.


"Roy... Roy... cepat putar balik...! ". teriak Anna panik.


Roy melajukan mobilnya juga menerobos lampu merah, ia membanting setir ke kanan,


"Royy....! " teriak Anna membelalak melihat ada mobil di depannya juga.


Roy memutar setirnya dan terlambat sudah, mobil mereka tertabrak hingga jungkir balik karna tepat lampu merah sudah berakhir, terlalu banyak menghindar kecelakaan beruntun pun terjadi tapi yang paling parah adalah mobil Anna dan Roy.


mobil yang menerobos lampu merah yang seperti hendak menabrak mobil Roy malah membanting setir menabrak tiang kokoh lampu merah hingga tumbang mengenai mobil lainnya.


bunyi klakson dimana-mana,


Roy memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Ann... Anna..?? Anna?? " Roy mengguncang lemah bahu Anna


Anna tidak menjawab, Roy memegang nadi Anna di bagian leher dan ternyata masih hidup.


"dia masih hidup ". gumam Roy segera melepaskan seatbeltnya.


Roy di bantu beberapa orang dan ada juga yang membantu Anna keluar dari mobilnya yang jungkir balik,,


Ambulance datang dengan suara ciri khasnya, Anna dan Roy dibawa ke rumah sakit terdekat dan banyak korban lainnya yang hanya terluka ringan.


diantara semuanya Anna yang terlihat paling parah seolah kecelakaan itu memang bertujuan hanya untuk menyakiti Anna saja, Roy hanya di jahit dikepala beberapa CM saja dan luka lainnya hanya goresan-goresan biasa.


"apa dok?? dia Koma? " pekik Roy kaget saat dokter mengatakan benturan di kepala Anna membuat Anna jadi koma.

__ADS_1


"iya tuan.. maafkan kami,, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hanya Tuhan yang bisa memberi keajaiban padanya,". kata dokter lagi.


"jadi kapan dia akan sadar dok? ". tanya Roy.


"kami tidak bisa memastikan itu Tuan, bisa jadi 1 bulan, 1 tahun atau bahkan bertahun-tahun". jawab dokter lagi.


"ta. tapi biaya rumah sakitnya bagaimana dok? kan sangat mahal dok.. saya tidak akan sanggup bayar tiap bulannya". Roy memijit kepalanya sendiri yang memang sudah sakit sebelumnya.


"anda harus urus biaya Asuransi nya dan urus surat-surat data pribadi istri anda supaya bisa menjadi salah satu pasien yang dapat bantuan dari pihak rumah sakit"


"ck... kenapa dia tidak mati saja? kenapa malah menyusahkanku walau dalam keadaan koma sekalipun". batin Roy dengan frustasi


"baiklah dok..! saya akan kembali". kata Roy dengan nada tak bersemangat


sebenarnya Roy bisa saja membiarkan Anna yang tengah koma tapi Roy juga masih butuh Anna untuk menjadi pionnya mendapatkan uang.


"di negara ini hanya wanita yang bisa menghasilkan uang,, bahkan dengan mengangk*ng saja pada pria hidung belang dengan senang hati mereka akan membayar wanita itu dengan ditambahi tips bonusnya jika bisa menyenangkan pria hidung belang di atas ranjang".


"sedangkan aku? pria... mana ada yang membeli pria.. sepertinya aku harus mempertahankan Anna saja". gumam-gumam Roy dengan meyakinkan.


Roy jadi bekerja keras dengan segala kemampuan yang ia punya untuk menambah biaya rumah sakit Anna.


hanya sampai 2 bulan lamanya Roy bekerja tapi malah hidup penuh hutang karna gajinya tidak bisa menambah biaya rumah sakit padahal sudah diberi kelonggaran.


Roy yang frustasi dengan keadaannya yang penuh hutang malah menganjurkan Anna di ikhlaskan dan menjual seluruh organ tubuh Anna pada orang-orang sakit yang butuh organ tubuh.


setiap organ tubuh manusia memiliki harga nya tersendiri,


Roy membayar semua hutang-hutangnya dan sisanya masih banyak tersisa..


.


.


"mas? " panggil Shindy


"iya sayang". jawab Dylan merentangkan tangannya di sofa.


Shindy mendekat dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang sang suami lalu kepalanya menyandar manja di belahan dada suaminya.


"bagaimana mas? ". tanya Shindy penasaran.


Dylan tersenyum dan mengangguk. "dia menyerah juga.. ". kekeh Dylan


Shindy tertawa cekikikan, "kok bisa ya dia koma? padahal lukanya sangat parah".


"iya sayang kamu benar .. yang parahnya suaminya menjual organ tubuh istrinya tanpa ada yang tersisa". Dylan berkata

__ADS_1


"apaaa...? dia menjual organ tubuh istrinya? " pekik Shindy tak percaya.


"astagah mas..! ternyata diantara mereka tidak ada yang namanya yang tulus ya? kok bisa suaminya tega menjual organ tubuh istrinya". sambung Shindy lagi tak percaya.


"hmm...! dia pasti jadi kaya sekarang" kekeh Dylan


Shindy tersenyum. "pembalasanmu bagus sekali mas, aku melihat Rilly malah tersenyum dengan apa yang terjadi pada mereka".


"tentu saja sayang, mereka itu satu perebut dan satunya brengs*k sudah pasti tidak pantas bersama Lylimu jadi wajar dia senang melihat penderitaan mereka,, Rilly hidup menderita karna mereka, hingga harus menikah dengan Daniel yang selalu menjadikannya samsak tinju".


"aku suka pembalasanmu mas.. sekarang mas tinggal awasi 1 orang kan? "


"hmm.. " Dylan mencium puncak kepala Shindy


"mau wikik-wikik? " tanya Shindy mendongak


Dylan menyeringai lebar membuat Shindy terkekeh,


mereka bercint* di sofa, ranjang dan kamar mandi sedangkan baby kembar tengah tertidur pulas,,


Baby kembar seolah tau kesenangan orangtuanya tidak pernah rewel, hal itu membuat Dylan dan Shindy makin mencintai anak-anaknya yang sangat bisa diajak kompromi.


Dylan dan Shindy tidak pernah terganggu kalau sedang memadu kasih, berbeda dengan Candra dan Nova yang terus saja mengeluh karna anak-anak mereka tidak seperti anak Dylan dan Shindy yang jarang rewel.


.


"sepertinya cucu granma tidak akan pernah merepotkan kedua orangtua nya.. " kekeh Kaira saat ini tengah menoel-noel hidung mungil Baby Raya.


"iya nih... Oma juga makin sayang deh sama kalian nak... kalian sangat hebat selalu memberi waktu untuk kedua orangtua kalian makin dekat satu sama lain" gemas Mely juga


Dylan sedang ada di ruangan kerjanya sedangkan Shindy ikut tersenyum senang dengan perkataan keluarga nya itu.


Rilly kembali membawakan sarapan untuk Shindy,,


.


.


.


Panggilannya Oma aja deh... bingung Othor si Baby Raya dan Baby Satria manggil apa ke Mely, hehehe..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2