Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
mampir


__ADS_3

Dylan mendapatkan kontrak tender besar dengan banyaknya dana masuk, padahal keuangan mereka sudah berlimpah tapi antusias pengusaha besar itulah yang akan menjadi antusias pekerja-pekerja MattGroup.


"bagaimana dengan uang nya tuan? manager keuangan kita sudah Resign karna dalam minggu ini harus keluar negri untuk kuliah demi gelar S2. !".


perkataan bagus menghentikan langkah kaki Dylan,


"apa ada kriteria yang cocok untuk posisi itu? "


"belum ada tuan! bukankah anda pernah bilang simpan posisi itu untuk nona Shindy"


"saat itu iya.. tapi mommy dan daddyku sudah curiga, mereka sedang berusaha mencari tau dia.. kalau aku menyuruhnya bekerja disana yang ada semua nya makin curiga..! "


tutur Dylan memijit pangkal hidungnya


"tapi anda percaya dengan kemampuannya kan tuan? lalu kenapa anda memikirkan hal lain.. tidak ada yang tau siapa nona Shindy tuan..! biar saya yang mengatasinya ".


Dylan berpikir sejenak, "akan aku coba tanyakan apa dia mau menerima pekerjaan itu atau enggak"


"menurut saya dia akan menerimanya tuan.."


"kenapa kau begitu yakin? ". tanya Dylan dengan curiga.


"saya merasa dia membutuhkan pekerjaan". jawab Bagus.


Dylan hanya berpura-pura tak tau, ia sebenarnya tau bagaimana keinginan Shindy untuk bekerja di perusahaannya apalagi lamaran kerjanya sudah masuk ke meja nya.


.


.


Dylan tiba dikamarnya dan menghubungi Shindy.


"halo..? ". sapa Shindy dengan ragu-ragu


"apa kau butuh pekerjaan lain? ". tanya Dylan to the point.


Shindy di kamarnya terkejut mendengarnya ia mengenal suara Dylan yang serak,berat dan terdengar sexy,


"bekerja dimana tuan? saya mau asalkan halal"


"ck.. sejak kapan aku memberimu pekerjaan tidak halal".


Shindy tersenyum lebar.


"boleh saya menyimpan nomor anda tuan? "


"hmm!". jawab Dylan


"temui aku di perusahaan MattGroup bilang kau ada janji denganku! nggak usah bawa apa-apa hanya bawa kucing kecil itu aja "


Shindy makin bersemangat mendengarnya.


"kenapa anda begitu baik pada saya tuan? "


"ini masih permulaan penderitaanmu saat bekerja di tempatku. di perusahaanku jangan coba-coba mengumbar nya, jangan sok dekat denganku atau habis kau ditanganku"


Shindy menahan tawanya tapi matanya berkaca-kaca.


"baik tuan". jawab Shindy dengan semangat


Dylan mematikan panggilannya secara sepihak.


"sejak kapan aku baik padamu! aku membuatmu masuk dalam incaran musuhku... supaya kau tetap aman aku harus membuatmu tetap tinggal di kota ini".


Dylan sudah tau masalah Alexa yang didekati Branz karna mengira dirinya memiliki hubungan khusus dengan Dylan apalagi Dylan tak menyangkal saat Alexa mengaku bertunangan dengannya.


Dylan sama sekali nggak sadar dengan apa yang ia lakukan sudah bentuk perhatian kecil pada seorang perempuan,,


"kakak? ". Kaisha menyembulkan kepalanya.


"hmm? ". sahut Dylan tanpa menoleh karna sudah tau itu adiknya Kaisha

__ADS_1


"apa kakak lelah? ". tanya Kaisha berjalan mendekati Dylan.


"kenapa? ". tanya Dylan balik


"Kaisha mau ketemu kak Shindy.. ". rengek Kaisha


Dylan hendak menolak tapi teringat kata-kata Shindy yang bilang kesepian di rumahnya.


"kapan? ". tanya Dylan


"sekarang boleh? ". tanya Kaisha berbinar


"hmm.. siapa yang mengantarmu? ". tanya Dylan


"kak Keyzo yang antar! katanya sekalian mau beli sesuatu". jawab Kaisha menyeringai lebar.


Dylan mengangguk "apa nggak perlu diantar kakak? "


"kakak beri tau aja alamatnya ". pinta Kaisha


Kaisha tak tau apapun tentang rumah dylan tapi mau tak mau Kaisha dan Keyzo akan tau juga rumahnya.


"hati-hati" Dylan mengecup kening Kaisha


Kaisha mengecup juga kening Dylan lalu segera berlari meninggalkan kakaknya, Dylan menggeleng kepalanya mendengar pekikan bahagia Kaisha.


.


.


Kaisha dan Keyzo keluar dari mansion dengan samaran seperti biasa, Keyzo tiba di alamat yang diberitau Dylan setelah dirinya membeli keperluannya.


Kaisha menekan sandi rumah Dylan,


"kamu tau sandinya dek? ". tanya Keyzo


"tau kak..! dikasih tau sama kak Dylan". jawab Kaisha lalu membuka pintu rumah.


Shindy sedang bermain dengan bombom segera bangkit ia mengira itu adalah Dylan, matanya terbelalak melihat orang asing didepannya.


"maaf kak..! ini kami". Kaisha membuka topeng wajahnya begitu juga Keyzo


Shindy menjatuhkan kemocengnya dengan mulut terbuka lebar melihat Kaisha dan Keyzo.


"kakak ipar...? ". Keyzo berlari mendekati Shindy dan memeluknya dengan cepat juga melepaskannya sementara Shindy masih linglung dengan situasinya


"kami boleh main kesini kan kak? ". tanya Kaisha dengan semangat juga merangkul Shindy.


Shindy mengangguk patah-patah.


"ini rumah kakak ipar? ".tanya Keyzo


Shindy menggeleng kepalanya seperti robot,


"lalu rumah yang kakak sewa? ". tanya Kaisha


Kaisha dan Keyzo saling pandang heran kenapa Shindy menggeleng kepalanya tak berbicara sepatah kata pun.


"kakak kenap..? aaaahh... kucing nya gemoy.. ". pekik Kaisha melihat bombom lalu berjongkok mengambil bombom dan mengangkat tubuh kucing kecil nan gemuk itu.


"jadi ini rumah siapa kakak ipar? ". tanya Keyzo penasaran.


"rumah tuan muda". jawab Shindy tergagap


"APA?? ". Keyzo dan Kaisha serentak melebarkan matanya.


"kok kami nggak tau". ujar Kaisha kebingungan


"mungkin dibeli buat kakak ipar kali". ralat Keyzo


Shindy menggeleng-geleng kepalanya.

__ADS_1


"benar ini rumah tuan muda,, kakak bekerja jadi ART disini". ujar Shindy masih berusaha formal bicara dengan sepasang kakak adik itu.


"Oh My God..!! ". syok Keyzo


"ih.. pasti kak Nov juga nggak tau deh kak Dylan punya rumah".


"kenapa kakak ipar keringatan sih? kan AC disini" Keyzo melihat pelipis Shindy yang basah


"jangan memanggil saya seperti itu tuan saya tidak mau tuan muda marah dan mengusir saya ".


Keyzo dan Kaisha saling pandang lalu tertawa cekikikan,


"kakak ipar tuh udah jadi perbincangan nomor 1 di keluarga kami loh.. " ujar Kaisha


"hah? ".


"kenapa kakak jadi tegang sih? kakak jadi perbincangan karna kak Dylan begitu melindungi kakak hingga nggak mau mommy dan daddy serta Granma kami melihat kakak" jelas Kaisha


"kakak ipar ada makanan? ". tanya Keyzo


Shindy bisa tenang mendengarkan pembicaraan Keyzo dan Kaisha, walau Shindy tak banyak bicara.


"roti bakarnya enak banget kak". decak kagum Kaisha


Shindy tersenyum kecil


"saya belajar nona "


"kenapa kakak manggil nona dan tuan sih? kakak mau kami temukan sama mommy dan daddy? " ancam Keyzo emang dasarnya jahil.


Shindy membulatkan matanya lalu menggeleng-geleng kepalanya.


"tuan muda sudah begitu baik padaku jadi nggak boleh buat tuan muda dalam masalah karna berhubungan dengan gadis bermasalah sepertiku"


batin Shindy mengingatkan.


"maka nya jangan ngomong formal". celutuk Kaisha


Shindy tersenyum canggung.


"beri saya waktu untuk menyesuaikan diri K.. kaisha"


Kaisha tersenyum lebar.


"baiklah"


"tapi kucing kakak kok manis banget sih ". seru Kaisha dengan semangat


Shindy nggak mungkin bilang itu kucing pemberian Dylan bisa makin salah faham adik-adik Dylan


"kakak ipar kesepian di rumah ini? apa perlu kembali ke mansion aja? " tanya Keyzo


Shindy menggeleng kepalanya dengan kencang,


"kakak lebih suka sendirian "


"waah.. tapi rumahnya bersih banget ya kak..! pasti kakak pake hati deh bersihinnya " goda Kaisha


Shindy hanya balas dengan senyum kecilnya nan sopan.


keasikan main tak terasa hari sudah malam hingga Pasha menghubungi putrinya.


"iya.. iya Daddy..! Kaisha pulang" jawab Kaisha mengerucutkan bibirnya dengan lucu


Kaisha dan Keyzo pamit pulang,


"huuh.. menegangkan sekali berbicara dengan mereka..! walau asik tapi aku masih merasa nggak pantas menerima kebaikan mereka..! aku nggak punya apa-apa untuk membalas nya,, "


"Shindy.. shindy kau selalu membuat masalah pada tuan muda..! ingatlah dia sangat baik padamu jangan membuatnya bermasalah karnamu.. ".


raut wajah Shindy berubah-ubah saat berceloteh sendiri,

__ADS_1


.


.


__ADS_2