
.
.
Kini Dylan dan Shindy sedang mengadakan pesta syukuran atas kelahiran Little kembarnya bersamaan dengan Baby kembarnya Nova dan Candra,,
Raya yang di dandani ala putri kecil sedang berada di gendongan Oma nya Arabela, gaun nya terbuat dari butiran-butiran diamon asli, Arabela dan Lexy lah yang membuatkan gaun fantastis untuk untuk cucu-cucunya.
Arabela juga membuatkan gaun yang sama untuk Nola, hanya berbeda warna saja.
Dylan dan Shindy tengah berbincang dengan Alexa serta Tio yang sedang menggendong putri kecilnya Amanda.
semua keluarga Melviano sibuk dengan tamu masing-masing.
Little Boy malah terlihat menggemaskan dengan baju formalnya yang mungil terbuat dari kancing Diamond juga, serta pita kecil nan menggemaskan di lehernya.
anak-anak Dylan dan Nova seperti 2 pangeran dan 2 putri kerajaan saat ini, banyak orang-orang memberi ucapan selamat dan hadiah istimewa untuk bayi cantik dan menggemaskan itu.
beberapa kali Rilly dan anggota the Xylver memindahkan hadiah-hadiah dari tamu undangan untuk Little kembar dan Baby Kembar.
Rilly punya teman baru namanya Nurul yang menjadi ART Nova dan Candra, mereka terlihat kompak memindahkan kado-kado dari tamu undangan di ruangan terbuka tempat para tamu meletakkan kado mereka masing-masing hingga hampir penuh, apalagi acara belum selesai tapi ruangan kado sudah penuh,,
.
.
"mas? " rengek Shindy memegang betisnya sendiri.
Dylan memperhatikan itu langsung mengerti dan berjongkok memijit betis istrinya, Shindy memegang bahu Dylan.
"pegal banget? " tanya nya lembut.
"Ya. " jawab Shindy seperti anak kecil yang menyedihkan.
Dylan tersenyum tanpa pemandu ia menggendong tubuh istrinya dan meletakkan tubuh Shindy di sofa megahnya khusus untuk tuan rumah dalam acara pesta.
Dylan membantu melepaskan Heels istrinya hingga bisa melihat tumit Shindy sudah memerah dan ada sebagian yang berdarah karna Shindy terlalu memaksakan diri.
"itu maka nya... kan aku udah bilang pakai sepatu aja.. tapi kamunya ngeyel sih dibilangin" Dylan mengomel sambil mengeluarkan obat merah lalu membalut lukanya shindy.
Shindy sendiri kaget melihat suaminya punya alat-alat pengobatan itu di saku jas nya.
"mas? "
"aku tau kamu akan terluka begini sayang..! maka nya aku menyiapkannya untukmu". senyum Dylan
Shindy nyengir kuda.
__ADS_1
"mas suami siaga banget sih" gemas Shindy mencubit kedua pipi Dylan.
perhatian mereka tak luput dari tamu undangan, lalu di tempat lain,
Nova dan Candra juga sama tengah memotong kue selamatan lalu Candra dengan manisnya menyuapi istrinya itu.
Nova sibuk memainkan ponselnya sebab ada permainan baru yang diciptakan oleh perusahaan Alnol IT Company milik suaminya, Candra meminta istrinya untuk menguji game baru itu yang akan ada pembelajaran IT di game baru itu.
"bagaimana Beb? apa ada yang salah? " tanya Candra antusias sambil menyandarkan dahinya ke dahi Nova yang sibuk menatap ponsel ke bawah.
"iya kak..! layar kecerahannya tinggi nih,, kalau di keluarkan yang ada cepat merusak mata dan juga muatannya terlalu berat 1 GB terlalu banyak makan memori, sementara di negara kita kebanyakan masyarakat dari keluarga kalangan bawah pasti beli Ponsel yang biasa aja paling tinggi 2, 3 atau 4 GB ramnya bisa-bisa permainan ini ngga bertahan lama di Ponsel pengguna karna terlalu banyak makan ruang memori".
Candra diam mendengarkan sambil mengangguk-ngangguk mengerti komentar membangun istrinya.
"iya Beb..! nanti aku akan menurunkan kecerahannya juga mengecilkan muatan game nya". jawab Candra mengerti.
Nova tersenyum. "tapi game nya halus kak..! aku harap kakak cepat mengatasi muatannya biar orang kalangan biasa bisa bermain juga tanpa khawatir muatan memori ".
"hmm.. nih... makan beb..! " Candra menyuapi istrinya makan.
Nova sesekali juga merebutnya dan menyuapi Candra, lalu kembali fokus dengan HP nya.
Baby kembarnya? ada sama Kaira, dan suaminya. Keluarga Melviano sibuk mengenalkan cucu-cucu mereka ke rekan kerja,
2 Couple yang sama-sama merayakan pesta kelahiran itu tengah sibuk dengan urusan masing-masing.
.
.
"Nyonya..? " sapa seorang perempuan cantik yang tengah hamil berkisar 4-5 bulan.
"iya.. " jawab Shindy sopan.
"boleh saya menggendong Little Girl? saya sedang ngidam Nyonya" tanya wanita itu memelas.
Shindy menoleh ke Dylan dan dibalas gelengan oleh Dylan, mana bisa Dylan membiarkan Little girl nya di gendong orang asing.
"kalau begitu maafkan saya Nyonya...tuan..! " ucap wanita itu mulai menahan kekecewaan.
"Miraa...? " sang suami memanggil istrinya
"kenapa kamu mendatangi tuan hmm? kan aku udah bilang jangan ngidam yang aneh-aneh deh.. " omel sang suami masih dalam bahasa yang lembut.
"maafkan istri saya tuan.. nyonya...sejak tadi memang selalu meminta menggendong Little Girl yang sangat menggemaskan katanya,, maafkan kami Nyonya.. Tuan.. " ucap Keenan merasa bersalah.
Shindy bisa melihat kesedihan mata Mira yang tidak dapat memenuhi keinginannya.
__ADS_1
"baiklah..! aku akan turuti dengan syarat harus di depanku dan suamiku" Ujar Shindy serius tiba-tiba.
Dylan membulatkan matanya tak terima tapi Shindy menggenggam tangan suaminya dengan pandangan memelas.
Dylan yang tak kuat melihat mata Shindy segera menoleh ke arah lain.
"yeee... " girangnya Mira begitu senang.
sebenarnya Mira sudah lama mengidolakan Shindy, apalagi Shindy sedang hamil besar pun bisa jalan-jalan ke Mol, tanpa Shindy ingat Shindy pernah menyelamatkan Mira dari kejadian saat Mira hampir terjatuh di Eskalator.
Mira saat itu sedang hamil muda hingga timbullah keinginan nya, melihat Shindy melahirkan Little Girl dan Little boy yang menggemaskan, Mira ingin sekali menggendong dan menciumnya yang anak perempuan tapi suaminya tentu menolak melihat betapa tingginya derajat Shindy yang menjadi Nyonya Melviano.
Shindy mengambil alih Raya dari gendongan Dylan, sedangkan Dylan menahan rasa tak terimanya karna sang istri sendiri yang mengizinkan Mira bisa menggendong Raya.
Mira dengan berbinar senang merentangkan tangannya ke Raya, Raya menatap maminya yang tersenyum manis pada Raya.
akhirnya keinginan Mira selama 4 bulan ini terkabul juga bisa menggendong Raya.
"uuh... imut sekali Little Girl Princess..! semoga Little Girl selalu bahagia kedepannya" ucap Mira dengan girangnya.
Keenan tersenyum tulus melihatnya, ia sebenarnya ingin mewujudkan permintaan sang istri tapi bisa apa dirinya yang tidak ada berhubungan langsung dengan Dylan yang dicap sebagai sang Penguasa.
Mira terus saja menciumi Raya yang berwajah datar menggemaskan seperti tidak suka di cium tapi terlihat terpaksa begitulah lucunya wajah Little girl yang satu itu.
Raya akhirnya kembali ke gendongan Papinya.
Keenan berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Dylan dan Shindy yang sudah berbaik hati memberi izin istrinya menggendong anak berharga mereka.
"sama-sama tuan..! anda harus menjaga istri anda yang tengah hamil itu" jawab Shindy ramah hingga Dylan mencebikkan bibirnya merasa cemburu dengan tingkah ramah istrinya.
Mira terus saja menangis haru, seolah bahagia sekali keinginannya tercapai,
Keenan jadi sangat mengagumi karakter Dylan dan Shindy yang sangat murah hati padahal Keenan masih pemula membangun perusahaan, apalagi Shindy menyebutnya Tuan dan berkenan mengundangnya serta istrinya diacara penting keluarga Melviano..
Keluarga Melviano sejak dahulu memang murah hati, bahkan jika makanan tidak habis di acara pesta maka akan di bagikan lebihnya pada orang jalanan supaya semua tidak terbuang sia-sia.
.
.
.
Hayooo?? mau Lanjut lagi?? nih mau tamat nih.. jangan sedih ya?? masih ada Sekuel lainnya kok.. Kisah Kaisha besok meluncur... cek.. Profil Othor besok pagi ya..?
.
.
__ADS_1
.