Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
Little Girl


__ADS_3

"apa anak-anak kita udah tidur? " tanya Candra berbisik.


"udah kak" jawab Nova tersenyum


"ya sudah ayo kita..??? ". kata Candra menggantung.


Nova mengkerutkan keningnya..


"aaakkh... " Nova memekik kaget saat tubuhnya tiba-tiba di gendong oleh sang suami.


"kakak? jangan di kamar!! nanti baby kembar kita dengar" panik Nova


Akhirnya Candra membawa Nova ke kamar tamu dan bercint* disana, sejak Baby kembar terlahir mereka jadi jarang melakukan hubungan itu sebab baby kembar terus saja menangis hingga tidak ada waktu untuk bermesraan.


.


.


"kakak? makin buas aja deh..! kayak binatang buas". kesal Nova terengah-engah.


"tapi suara desah*n mu tadi beb? aku melakukannya makin panas karna suaramu itu". kekeh Candra


Nova mengalihkan pandangannya dimana mukanya sudah memerah, jujur ia memang menikmati hal itu biasanya suaminya sangat lembut memperlakukannya tapi tadi sedikit kasar namun hal itu malah membuat Nova suka berupa hal baru yang patut di ingat.


"kamu ngga lapar beb? " tanya Candra membenahi rambut Nova.


Nova menoleh ke Candra dan menatap lekat suaminya itu.


"kenapa Beb? apa ada sesuatu diwajahku? " tanya Candra dengan lembut


"kenapa kakak baik sekali sih? padahal aku istri kakak tapi kenapa kakak sayang yang selalu memasak untukku? ". tanya Nova dengan pelan.


Candra tersenyum, "karna aku mencintaimu Mabiku".


"kamu memilihku menjadi pendamping hidupmu! disitu aku berjanji akan selalu membahagiakanmu dan akan memperlakukanmu sebagai ratuku, dan aku prajuritmu" kekeh Candra.


Nova tersenyum lalu memeluk Candra dengan manja.


"Kamu menggodaku beb? " tanya Candra dengan suara berat.


Nova terpaku seketika, ia lupa tubuhnya dan tubuh Candra masih polos,,


"hehehe... ngga kak" cengir Nova perlahan melepaskan diri.


Candra menahan tangannya Nova lalu dengan cepat menindih istrinya itu.


"kamu harus bertanggung jawab Beb" senyum mesumnya.


Nova jadi gelagapan tidak tau harus jawab apa dan tanpa bisa melawan Nova membiarkan Candra melepaskan hasratnya yang bangkit karna Ulah Nova sendiri.

__ADS_1


.


.


"isssh... udah kak.. aku lapar" rengek Nova menyelimuti lagi tubuhnya yang polos dan banyak tanda kepemilikan dimana-mana.


Candra tertawa walau masih terengah-engah tapi kepuasan itu ada hingga Candra dengan senang hati membersihkan diri lalu pergi ke dapur.


Nova juga cepat membersihkan diri, ia sengaja tidak mau mandi berdua dengan sang suami yang ada akan muncul adegan dewasa disana, jadi lebih baik mandi sendiri-sendiri saja.


entah kenapa tumben saja hari ini Baby kembar bisa tidur nyenyak jadi Candra puas berhubungan dengan sang istri.


.


.


"udah masak kak? " tanya Nova duduk di kursi meja makan yang tersedia di dapur.


"iya beb..! pas sekali kamu udah siap makanan juga udah siap" Candra menyiapkan makanan buatannya untuk Nova lalu Nova menuangkan segelas air untuknya juga untuk Candra.


Nova melayani Candra semampunya tapi kalau masak Nova memang jarang, dan juga Candra melarang istrinya memasak. sebagai istri yang patuh Nova tidak memasak tanpa izin suaminya.


"hmmm? enak kak" senyum manis Nova


Candra tergelak saja dengan tingkah Nova seperti anak kecil yang baru aja di kasih makan enak..


"iya Beb...! aku melihat di internet masakan yang sehat untuk ibu menyusu* supaya ASI mu lancar". jawab Candra


Nova tersenyum manja dengan pipi gembungnya hingga Candra tersenyum membalasnya, sungguh kebahagiaan Nova membuat Candra ikut bahagia itu sebabnya Candra selalu memperlakukan istrinya dengan istimewa.


begitulah cara Candra menjaga Nova dengan caranya walau tidak sehebat Nova dalam IT tapi Candra bisa membuat Nova menjadi wanita paling beruntung memilikinya padahal Candra lah yang paling beruntung memiliki dewa IT si KO yang ditakuti dunia Hacker.


.


.


sedangkan di kamar Dylan dan Shindy mereka sibuk terkejut-kejut dengan tingkah kedua anak-anaknya yang berhasil membuat otak biasa Shindy berdenyut nyeri.


"ini kamu yang matahkan Raya sayang? " tanya Shindy memperlihatkan mainan berbahan dari kayu ke Raya.


mainan itu sudah dicap kuat dan tidak akan patah dengan mudah berbahan dari kayu berkualitas tapi kini apa yang dilihat Shindy, mainan itu patah karna ulah kaki mungil Raya yang menginjak mainan itu hampir saja Raya jatuh tapi Dylan berhasil menangkapnya,


Raya bisa diselamatkan Dylan tapi mainan kayu nya tidak bisa diselamatkan Dylan karna sudah patah diinjak si Little Girl.


"mhi.. mhi.. mhi.. nhi.. " Raya mengoceh sambil memainkan squishy nya, ia menggeleng-geleng kepalanya terus saja mengoceh.


"mas? katanya ini kuat.. kenapa bisa patah? ini perusahaannya ngga benar ini mas! pulangkan saja sama mereka.. " kesal Shindy meletakkan mainan kayu yang sudah menjadi 2 bagian itu.


"tapi Little girl yang menginjaknya sayang...! dia yang menginjaknya maka nya jadi bercabang gini". jawab Dylan dengan sabar.

__ADS_1


"memang kaki Little girl sekuat apa mas? dia masih kecil mana mungkin bisa mematahkan kayu..! udah deh mas.. buang aja mainannya dan jangan beli disana lagi. katanya kuat masa iya di injak bayi umur bulanan udah patah, kan ngga lucu." Shindy mengomel-ngomel udah persis seperti emak-emak rewel.


Dylan tak bisa berkata-kata lagi, ia yakin Little girlnya memang kuat tapi kenapa masalah mainan kayu yang harganya cuma ratusan ribu bisa jadi omelan istrinya?


"iya sayang... ini cuma mainan murah, bisa dibeli lagi kok" jawab Dylan sambil menyingkirkan mainan kayu itu ke samping dimana ada Little Boy juga bermain dengan rubik nya.


"jangan beli lagi mas! ngga bagus" tolak Shindy dengan cepat.


Dylan mengangguk-ngangguk mengerti jadinya.


Satria memegang kayu yang di simpan Dylan,


"Ehh? nak.. jangan..! " Dylan sontak saja tersadar saat Satria memegang mainan kayu yang sudah bercabang itu.


sekali lagi Dylan terperangah saat Satria menekan mainan kayu itu jadi kembali bercabang,,


"tuh.. kan mas..! kayu itu udah lapuk.. " Shindy malah menyalahkan si kayu yang tidak kuat.


Dylan memberikan kayu yang masih sedikit utuh ke Shindy.


"coba kamu tekan sayang" pinta Dylan serius.


Shindy menolaknya tapi Dylan terus membujuk hingga akhirnya Shindy mencobanya juga tapi Kayu itu memang cukup kuat, Shindy tidak bisa mematahkannya.


"looh...? kok bisa mas? " tanya Shindy kebingungan sendiri saat mencoba untuk mematahkan kayu itu.


"jadi menurutmu kayunya benar lapuk? " tanya Dylan


"maksud mas apa sih? kalau kayunya tidak lapuk dimana letak kesalahannya? kenapa bisa terbelah dua saat Raya menginj......?" kata Shindy tergantung seolah baru menyadari sesuatu.


Dylan mengangguk langsung mengerti arah pikiran Shindy


mata Shindy melebar tak percaya. "tapi mas? anak kita masih bayi bahkan belum cukup 1 tahun kok bisa mematahkan kayu yang keras ini? "


"apalagi menurutmu sayang? mereka sangat kuat lah sayang! aku juga heran saat kamu hamil besar kenapa bisa kuat kesana-kemari tanpa merasa ada beban sedikitpun padahal perutmu sudah begitu besar, ternyata itu kekuatan dari Little kembar kita! mereka memberi kekuatan kaki mereka padamu"


Shindy terdiam seketika, ia memang tidak pernah lelah berjalan saat hamil tua sekalipun, padahal diluar sana ibu hamil yang mengandung bayi kembar hamil tua naik kursi roda.


.


.


.


masih mau lanjut? ketara ya? Novel ini dah mau tamat? hehehehe...


.


.

__ADS_1


__ADS_2