Sikembar Sang Penguasa 2

Sikembar Sang Penguasa 2
kembali ke mansion


__ADS_3

.


.


Kini keluarga Dylan dan Candra telah tiba, berkat omelan Dylan kamar istrinya dan adiknya terpisah tapi hanya bersebelahan.


Dylan tidak mau Candra melihat dad* istrinya saat memberi ASI anak-anaknya, mereka juga telah mengadzankan dan mengkhomatkan anak-anak mereka secara bersamaan di ruangan persalinan tadi.


Kini Kaira menggendong bayi mungil perempuan putri pertamanya Dylan dan Shindy, sedangkan bayi laki-laki yang di lahirkan Shindy ada bersama Mely dan Arabela.


Shindy terus saja tersenyum, rasa sakit melahirkan anak-anaknya terbayar sudah dengan kehadiran anak-anaknya.


"ini dia wujud nakal cucu Granfa ya?? ini dia yang nakal... ". Pasha mengelus-ngelus lembut kening baby perempuan yang di gendong Kaira.


Kaira tersenyum manis menimang cucu kecilnya.


"mengingatkan kita waktu gendong Kaisha ya by? " bisik Kaira melirik Kaisha dan Keyzo yang tengah duduk di sofa.


"benar sekali sayang..! berasa muda kembali". kekeh Pasha mengelus kepala Kaira.


Sebenarnya tadi Pasha ingin ke kamar Nova tapi teringat anaknya juga punya keluarga baru jadi memberi waktu untuk mereka berkumpul, apalagi Abi dan istrinya berasal dari negara jauh.


"Mommy.. tidak mau melihat Nova? "tanya Dylan


"iya juga...! tapi biarkan tuan Abi dan Arla bersama mereka, kasihan juga kan? mereka jauh-jauh datang..lagian kalian kok bisa lahirnya samaan sih? kalau begini kami kan jadi bingung". omel Kaira


"iya... pusing Nenek jadinya". Arabela menyambar.


"apalagi Dylan dan Nova memang sedarah, mereka lahir bersama dan anak-anak mereka juga lahir bersama". kikik lucu Mely


semua orang tertawa, Shindy juga melihat ke arah Dylan yang tampak tersenyum padanya.


"ya ampun...! imutnya anak perempuanmu Dylan.. sangat menggemaskan". puji Lexy dengan gemas membelai sangat pelan kepala bayi mungil itu.


"sudah.. sudah.. ayo sebutkan nama bayi-bayi mungil ini hmmm? " Matt menyelah.


semua orang menghela nafas panjang karna lupa akan hal penting itu.


Dylan tersenyum lembut..


"Dylan akan beri nama anak perempuan Dylan bernama Shiraya Mahardika Melviano... dan putra Dylan bernama Satria Mahardika Melviano. "


"Shiraya? nama aku Mas? Shi? " tanya Shindy penasaran.


"iya..? kita bisa memanggilnya baby Raya ".bisik Dylan hingga Shindy tertawa lebar menyukai nama anak-anaknya.


"Selamat datang Shiraya Mahardika Melviano dan Satria Mahardika Melviano di keluarga Melviano". ucap keluarga Dylan serentak.


Kaisha dan Keyzo sibuk mendekat.


"Haiii...? Baby Raya? hai..Baby Satria?? kalian sangat tampan dan cantik.. aduh..jangan kalahin Onty dong cantiknya". Kaisha berbicara dengan nada lucu hingga Pasha mengelus kepala Kaisha dengan gemas.

__ADS_1


semuanya menahan tawa.


"Hai.. baby...? kalian yang nakal udah buat mami kalian jadi ibu yang sadis.. pasti kalian kan yang sadis..?? " bisik Keyzo hingga Kaira mengerutkan keningnya.


"kamu bicara apa nak? " tanya Kaira tak mendengarnya.


Keyzo cengar-cengir saat dapat pelototan tajam dari Pasha.


"hmm.. sudah..sudah... kapan kalian akan menunjukkan diri ke publik? " tanya Lexy penasaran.


semuanya jadi menoleh ke Lexy dan tersenyum ke arah Keyzo dan Kaisha.


"Pasha memberinya hak penuh... terserah pada kalian nak... !" Pasha berbicara dengan serius.


"tidak mau... Kaisha tidak mau ". tolak Kaisha


"Kaisha udah nyaman hidup seperti ini.. Kaisha tidak mau ada orang-orang penjilat Daddy..! Kaisha benci hal itu.".


"Keyzo masih senang bermain dan belum mau menunjukkan diri.. ". jawab Keyzo.


"lalu kamu mau kuliah sungguhan sayang? " tanya Mely.


Kaisha terdiam..


"Iya.. Kaisha sebenarnya punya impian ingin kuliah di negara J (Jerman) tapi itupun kalau Daddy izinin". guman Kaisha pelan.


"mau tidak mau Pasha harus memberimu izin nak..! sangat disayangkan Kaisha yang bisa menguasai banyak bahasa asing tidak kuliah.. ". Lexy


"Keyzo juga mau kuliah tapi ingin bersama Kaisha.. kemanapun Kaisha Keyzo akan ikut". sambar Keyzo melirik adiknya.


"Keyzo akan ambil jurusan berbeda dengan Kaisha.". sambungnya lagi.


Shindy dan Dylan saling pandang tanpa berniat ikut campur sebab itu cita-cita Kaisha


"kamu ingin kenegara itu nak? " tanya Pasha merentangkan tangannya.


Kaisha berjalan pelan ke arah Pasha dan memeluk Daddynya hingga Kaira tersenyum lembut.


"maafkan Daddy yang sangat menyayangimu hingga Daddy tidak bisa jauh dari mu nak! apa kamu memang ingin kuliah disana? " tanya Pasha lembut ke Kaisha


Kaisha mengangguk di pelukan Pasha.


"jauh juga impian Kaisha, tapi kita tidak bisa memutus tali impiannya Pasha... kamu harus bisa membiarkan Kaisha mengejar impiannya". Mely


"Dylan mendukung impian Kaisha Daddy..! lagian ada Keyzo yang juga akan kuliah di negara yang sama dengan Kaisha..! tidak ada yang tau siapa mereka.. menurut Dylan beri izin saja". Dylan akhirnya bersuara.


"hidup ini punya impian Daddy..! Shindy dulu juga punya impian tapi harus Shindy kubur dalam-dalam karna tidak punya uang yang cukup, sedangkan Kaisha bergelimang harta bahkan ia menghasilkan uang sendiri... dia sangat mandiri daddy walau ada kesan manja... itu sudah biasa karna dia begitu di manja di keluarga ini". Shindy juga memberi nasihat.


akhirnya segala nasihat yang di dengarkan Pasha, dengan berat hati Pasha memberi izin Kaisha dan Keyzo ke negara J untuk melanjutkan kuliah.


"Yeees.... terimakasih Daddy...! Kaisha yang sangat jenius akan cepat kembali.. " pekik Kaisha melompat memeluk Pasha lagi.

__ADS_1


situasi jadi mencair dengan keceriaan Kaisha.


"mommy percaya kamu nak..! kamu pasti bisa jaga nama baik keluarga kita". Kaira tersenyum ke arah putrinya itu.


"Kaisha akan menjaga diri mommy...! lihat ini! " Kaisha mengeluarkan lipstik nya saat membukanya adalah alat sentrum.


senjata khusus yang dibuatkan Dylan, Pasha dan yang merakitnya Keyzo sendiri.


Keyzo membuatnya memiliki level nya, ada tingkat menengah dan ada yang level tinggi, bisa dipastikan orang itu akan meninggal jika Kaisha menekan level tinggi yang sudah pasti tegangan nya juga tinggi.


"baiklah..! daddy percaya". senyum Pasha


Rilly di samping Arabela hanya tersenyum sejak tadi tanpa mengeluarkan suara.


.


.


1 minggu berlalu...


kini Keluarga Dylan telah berkumpul di mansion Melviano, Abi dan istrinya telah kembali ke negara M karna masih ada pekerjaan yang harus ia urus.


Candra mengizinkan istrinya menginap di mansion Melviano padahal rumah mereka ada di depan mansion Melviano.


nama anak Candra dan Nova adalah..


1. Alvandra Kusuma


2. Arinola Kusuma


tangis bayi anak-anak Dylan dan Nova benar-benar membuat mansion jadi begitu ramai.


Dylan begitu bangga menggendong Baby Raya yang sangat menggemaskan tidak terlalu rewel.


"kok bisa baby Raya ngga nangis ya mas? " kekeh Shindy duduk di kursi rodanya


"iya nih... Baby Satria juga ngga rewel.. nangisnya waktu lapar aja.. ". sambung Dylan melihat Baby Satria yang sudah tertidur di box bayi.


"tapi baby Raya selalu tidur mas.. sekali di susu* jam 6 pagi sampai jam 5 sore ngga juga bangun... tidur terus... kalau ngga dibangunkan tetap akan tidur terus sampai malam". kekeh Shindy


Dylan tergelak kecil menciumi wajah mungil Baby Raya yang emang tidak terlalu merepotkan..


"tapi Baby Satria juga begitu kan? " Dylan


"Baby Satria sekali 5 jam merengek terus mas". kikik lucu Shindy


kelakuan baby kembarnya benar-benar unik tapi Shindy dan Dylan suka itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2